chapter 7

13.1K 697 73
                                        

"Elly dan maly dimana?? Luna haus ingin minum tapi tidak tau dapulna dimana" gumam Luna pelan merangkak ke lorong yang entah hari ini terasa sepi, mungkin para pelayan sedang sibuk sementara prajurit berlatih seperti biasa.

Luna berhenti sejenak ketika sebuah kupu kupu dengan warna dan sayap yang indah terbang ke arahnya.

Ia menatap binar kupu kupu itu hingga kupu kupu itu mendekat ke arahnya dan hinggap di hidung nya membuat tubuh luna kaku karena terkejut.

Luna menatap intens kupu kupu itu hingga tak sadar ada seseorang yang mengamatinya sadari tadi.

Seorang pria itu mendekat ke arah luna membuat kupu kupu yang tadi hinggap di hidung Luna terbang menjauh.

"Yahhh..... Kupu kupu!!! kamu ingin pelgi kemana?" Kata Luna mengembung kan pipi nya yang memerah akibat kesal.

Ketika Luna akan mengejarnya, tiba tiba ada seseorang yang mengangkat tubuhnya membuat Luna kaget. Dirinya panik saat di angkat oleh orang itu.

Di tambah bau tubuh orang itu sama sekali tidak Luna kenal membuat rasa takut semakin besar.

"Jangan di kejar" singkat orang itu mengangkat dan mengendong tubuh luna.

Di tengah rasa kaget dan takut, Luna mencoba menongak ke arah pria itu untuk melihat wajah nya.

"P-papa?" Luna sedikit tergagap akibat terkejut karena pria yang mengangkat dan mengendong nya adalah papanya sendiri dengan dia yang mengunakan topeng di wajah nya.

"Hm" Xavier hanya berdehem sebagai jawaban, ia lebih memilih untuk berjalan ke ruang makan dengan mengendong sang anak.

"L-luna ingin tulun" cicit Luna pelan dengan wajah yang memerah sempurna.

"Diam" satu kata dari xavier yang tak bisa di bantah membuat Luna mengangguk lesu.

"Baiklah, papa" lesu Luna memanyunkan bibir nya kesal.

Dirinya canggung bersama xavier. perasaan marah dan kecewa di hati Luna masih ada, dirinya memang begitu kecewa dengan Xavier karena kenapa Xavier meninggalkan Luna?? Apakah kelahiran Luna tidak di harapkan seperti kelahiran di kehidupan sebelumnya?? tapi di lain sisi Luna juga nyaman berada di gendongan Xavier. Gendongan Xavier adalah kenyamanan yang asing bagi Luna, Luna tidak pernah merasakan hal ini!!! Di kehidupan sebelumnya ataupun awal dia masuk dalam tubuh ini. Ia memang tergolong kurang kasih sayang dari orang tuanya, jadi Luna sangat sangat jarang mendapat kenyamanan seperti ini.

Jalan satu satunya yang Luna tempuh adalah diam dan menikmati kenyamanan yang ada. Dirinya sudah pasrah mau di bawa kemana asalkan menikmati kenyamanan ini dalam waktu lama.

⋇⋆✦⋆⋇

Duke Stewart sudah berada di meja makan, Duke memerintah para pelayan untuk memangil Luna dan Xavier. Kedua papa dan anak yang belum bicara semenjak tadi pagi. Mereka seperti orang asing ketika bertemu, Duke Stewart bisa melihat dari mata Luna bahwa cucunya telah kecewa berat pada putranya. Sedangkan putranya tampak acuh tak acuh pada Luna.

Duke Stewart menghela nafas panjang, masalah ini pasti akan rumit.

Dua pelan datang dengan mimik wajah panik, salah satunya Elly yang di tugasnya untuk memangil Luna.

"Tuan Duke, tuan xavier tidak ada di kamar"

"Tuan Duke, nona Luna menghilang"

Elly dan pelayanan di sebelah nya berkata dengan bersamaan. Mendengar hal itu Duke Stewart tampak tenang seperti biasa meminum tehnya dengan anggun tak menunjukkan eskperesi khawatir.

"Siapkan hidangan nya, mereka akan segera ke sini" perintah Duke Stewart seperti pandai meramal masa depan.

Elly dan pelayanan itu saling pandang terlebih dahulu sebelum mereka mengangguk pasrah.

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang