chapter 54

4.1K 324 26
                                        

"Bekerjasama?? " Tanya Xavier membuat Lucifer dan luna menoleh ke arah Xavier.

"Tapi papa kan sedang–"

"ini bukan menjadi hambatan bukan?? " Potong Xavier menyentuh perutnya.

Lucifer dan luna saling menatap. Jika mereka mencoba menghentikan Xavier pasti akan sia sia, mengingat sifat keras kepala Xavier di atas rata rata.

"Terserah papa saja" Luna hanya bisa pasrah saja.

"Perjanjiannya, kau tidak boleh terluka sedikit pun. Jika kau terluka, aku akan mengirim mu ke rumah" Sambung Lucifer membuat Xavier memutar matanya mendengar persyaratan Lucifer yang terdengar konyol.

Peperangan macam apa yang tidak memperbolehkan orang terluka??

Namun, Xavier tidak protes dan memilih melangkah mundur, memberi ruang pada Lucifer dan Demonic, yang kini berdiri saling berhadapan di tengah stadion.

Aura gelap dari Demonic mulai memancar lebih kuat, bercampur dengan api hitam Lucifer yang berkobar semakin ganas. Atmosfer di stadion terasa begitu menekan hingga para penonton di sekitar harus mundur, menahan diri dari atas kemarahan dan rasa takut mereka.

Lucifer menyerang lebih dulu, mengirim gelombang api hitam besar yang melesat seperti badai. Ledakannya mengguncang tanah, menghancurkan apa pun di jalurnya. Namun, Demonic melompat lincah ke udara, menghindar dengan kecepatan luar biasa.

Demonic balas menyerang, meluncurkan tornado energi gelap dari kedua tangannya. Lucifer dengan cepat membentuk perisai api hitam, menahan sebagian besar serangan itu. Tapi kekuatan tornado itu terlalu besar, memecahkan perisai dan menciptakan ledakan yang mengguncang seluruh stadion.

Lucifer tersenyum tipis, melesat maju dengan lingkaran api hitam yang mengelilingi tubuhnya. Dalam sekejap, ia sudah di depan Demonic, melancarkan serangan bertubi-tubi. Demonic sempat kewalahan, tubuhnya mundur beberapa langkah, tapi tatapannya tetap penuh keyakinan.

Cincin kegelapan di tangan Demonic mulai bersinar, memancarkan energi gelap yang menakutkan. Dengan kekuatan baru, ia menyerang balik, pukulan dan tendangannya jauh lebih kuat dan cepat. Lucifer berusaha menangkis, tapi dampaknya membuatnya terpental beberapa meter, meninggalkan jejak terbakar di tanah.

Demonic tidak melewatkan kesempatan itu, dia dengan cepat tiba-tiba menghilang lalu muncul kembali di sisi kanan Lucifer dengan tombak energi gelap di tangannya.

Tombak itu dengan mudahnya meluncur langsung ke arah pertahanan Lucifer yang mulai rapuh. Lucifer mencoba membentuk perisai lagi, tapi saat ia melakukannya, tubuhnya sedikit goyah, terlalu lambat untuk menghentikan serangan itu.

Tepat sebelum tombak energi itu menghantam, sebuah gelombang element dingin tiba-tiba memecah udara, menciptakan dinding es tebal di antara mereka. Es itu memantulkan energi gelap Demonic, menciptakan ledakan kecil yang menghentikan serangannya.

Lucifer mendongak, dan pandangannya bertemu dengan Xavier yang berdiri di depan, tangannya terangkat, memancarkan energi es yang menusuk udara.

Xavier kemudian menunduk melihat Lucifer.

"Keras kepala" Ujar Lucifer terkekeh kecil.

Xavier tak mempedulikan itu, dia membantu Lucifer berdiri.

"Sudah kubilang kan?? Aku ingin bekerjasama"

Lucifer tersenyum, dirinya mengacak rambut istrinya.

“Baiklah,” gumamnya, nadanya penuh rasa sayang dan sedikit godaan. “Tapi ingat, jika kau terluka, aku yang akan menyingkirkan mu ke rumah.”

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang