chapter 18

8.5K 537 7
                                        

Xavier dan raja Carlos berbicara di ruang raja hingga waktu menunjukkan tengah hari, Luna sendiri juga asyik bermain dengan Sofie dan yang lainnya. Ternyata tidak seburuk yang Luna pikirkan.

Awalnya Luna berpikir bermain dengan Sofie dan sang ratu akan terasa canggung karena mau bagaimanapun mereka berdua adalah para bangsawan. Luna agak takut dengan para bangsawan. Tapi setelah beberapa waktu bermain dengan keduanya, ternyata tidak seburuk yang Luna pikirkan.

"Lunaa, ayooo kita melihat kakak kakakku yang cedang belmainn pedangg" ajak Sofie dengan raut wajah  begitu antusias.

Luna tersenyum, dia mengangguk.

Mata Sofie berbinar, ia melihat ibunya yang terkekeh melihat kegemasan sang putri.

"Ayooo ibuuu!!!" Girang Sofie mengajak ibunya untuk mengendong Luna pergi ke tempat kakak kakak Sofie berada.

"Tidak bisa sayang" penolakan dari sang ibu membuat Sofie dan Luna cemberut.

"Kenapaa??" Rengek Sofie dengan mimik wajah cemberut.

"Ayah dan tuan Xavier akan segera keluar dari ruangan, kita harus pergi untuk menemui mereka" kata ibu dari Sofie mencoba memberi penjelasan kepada sang putri.

"Papa cudah celecaii??" Sekarang malah Luna yang kegirangan.

"Kok Luna cenang cih?? Luna nda mau ya main cama aku??" Marah Sofie.

"Luna mauu main cama Sofie, tapi Luna halus pulang. Luna Lindu kelualga Luna" Luna segera menjelaskan kepada Sofie agar Sofie tidak marah lagi dengannya.

Sofie cemberut, benar juga. Luna harus segera pulang ke rumahnya. Sungguh rasanya tak rela bagi Sofie membiarkan Luna pergi.

Karena ini pertama kalinya Sofie mempunyai teman yang benar benar nyaman dan bisa di anggap teman.

"Ibuuu" rengek Sofie berkaca kaca karena tak ingin Luna pulang.

Ibu dari Sofie yang tidak lain adalah ratu hanya tersenyum tipis, dia membelai rambut anaknya dengan pelan dan lembut.

"Biarkan luna pulang. kedepannya, pasti kamu dan Luna juga bisa bertemu kembali" ucap lembut ibu Sofie.

Sofie mengangguk angguk sembari mengusap air matanya yang beberapa kali jatuh ke pipi tembemnya.

"T-tapi Luna halus janji ke Sofie" dengan sesegukan Sofie berbicara.

Luna menatap heran Sofie, "janji apa??"

"Janji kalo Luna Ndak boleh lupain Sofie, cama kita halus beltemu kembali!!" Kata Sofie menyerahkan jari kelingkingnya yang mungil untuk berjanji.

Luna menongak ke arah ibu Sofie sebentar, ibu dari Sofie yang melihat Luna menatap dirinya hanya tersenyum lalu mengangguk kecil.

"Ya, Luna beljanji. Cuatu caat nanti kita akan beltemu lagi" Luna juga merentangkan jari kelingkingnya.

Mereka berdua berjanji mengunakan jari kelingking.

Memang terlihat menggemaskan dan janji penuh tipu.

Tapi prinsip yang di pegang Luna selama ini adalah menepati janji dan ucapannya. Jika ia sudah berjanji dia akan menepatinya. Itu pasti dan tidak akan diingkari.

Luna tersenyum manis.

Melihat senyum manis milik Luna membuat Sofie juga ikut tersenyum.

Keduanya tersenyum begitu manis dan menggemaskan membuat baik ratu ataupun orang yang tidak sengaja lewat tak bisa menahan senyumnya.

Mereka juga berharap semoga saja pertemanan mereka berdua bisa bertahan lama walaupun pertemuan mereka terbilang singkat.

⋇⋆✦⋆⋇

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang