chapter 55

3.7K 294 7
                                        

Pertarungan mereka benar benar tampak sengit. Isabelle melawan Kendrick, Celvin, Edric, Matteo dan juga Sofie.

Lima melawan satu, jumlah yang tidak adil bukan??

Tapi mau bagaimanapun, kekuatan Isabelle lebih unggul karena dia memilih elemen cahaya. Elemen langka yang sangat mustahil untuk dikalahkan.

Kendrick sendiri sebagai putra mahkota kewalahan menghadapinya.

"kalian berlima tidak bisa mengalahkan aku yang hanya seorang diri?? Hahahaha, LEMAH!! " Ejek Isabelle jelas membuat mereka kesal.

"Rasanya aku ingin menghancurkan mulut sombongnya" Kesal celvin mengepalkan tangannya sembari terengah engah.

"Jangan terpancing emosi, pangeran" Ujar Edric juga terengah engah karena kewalahan menghadapi kekuatan besar milik Isabelle.

Sofie juga kewalahan, ini pertama kalinya dia melawan kekuatan legendaris. Wajar jika tubuhnya agak sedikit terkejut karena terkena kekuatan dengan mana yang cukup banyak.

Kendrick tak berbicara banyak, dia hanya diam sembari memfokuskan mananya untuk mengeluarkan element api yang menguras mananya cukup banyak. Dia memejamkan matanya.

Perlahan cahaya berwarna kemerahan keluar dari tangannya, cahaya itu awalnya terlihat kecil namun lama kelamaan cahaya itu membesar hingga terhenti ketika Kendrick membuka matanya.

"Kau terlalu sombong" Dingin Kendrick berlari ke arah Isabelle dengan kecepatan tinggi sembari membawa bola cahaya berwarna kemerahan itu.

Isabelle tersenyum sinis melihat Kendrick yang melesat cepat ke arahnya. Matanya yang berwarna merah muda berkilauan, menandakan ia siap mengantisipasi serangan tersebut.

"Menarik," gumamnya, lalu dengan satu gerakan cepat, dia mengangkat tangan kanannya.

Dengan cepat, cahaya putih keemasan berkumpul di telapak tangannya, membentuk tombak cahaya yang bersinar terang.

Braak!

Benturan dahsyat terjadi saat bola api Kendrick bertabrakan dengan tombak cahaya Isabelle. Gelombang energi menyebar ke segala arah, membuat Celvin dan yang lainnya terpaksa mundur beberapa langkah untuk menghindari dampaknya.

Kendrick menggertakkan giginya. Tangannya sedikit gemetar akibat benturan kekuatan tersebut, tetapi dia tidak mundur. Sebaliknya, ia justru mendorong lebih kuat, mencoba menerobos pertahanan Isabelle.

"Hah, kau pikir bisa melawanku dengan itu?" Isabelle mendengus. Dengan satu sentakan, dia mengerahkan lebih banyak mana ke tombaknya, mendorong bola api Kendrick hingga mulai terpecah di udara.

Namun, Kendrick hanya menyeringai. "Siapa bilang itu serangan utamaku?"

Mata Isabelle melebar.

Dari belakang, Edric sudah bersiap dengan pedang pemberian Xavier, Celvin melompat tinggi dengan cambuk dihiasi api yang membara, sementara Matteo dan Sofie menggabungkan kekuatan mereka untuk menciptakan gelombang energi besar.

"Serang!!" Kendrick berteriak.

Dalam sekejap, serangan gabungan mereka melesat menuju Isabelle dari berbagai arah.

Isabelle sempat terkejut, tetapi ekspresi wajahnya segera berubah menjadi penuh percaya diri. "Terlalu naif."

Dia mengayunkan tombak cahayanya ke tanah.

Seketika, lingkaran sihir bercahaya terbentuk di bawah kakinya, lalu dalam hitungan detik, ledakan cahaya yang luar biasa meledak dari tubuhnya, menelan semua serangan yang datang.

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang