chapter 26

6.4K 417 10
                                        


Hari ini berjalan seperti biasanya, tidak ada spesial di hari hari Luna. Semua di jalani Luna dengan penuh kebosanan. Contohnya seperti sekarang, dirinya tengah berada di balkon kamar di temani kupu kupu dan burung kesayangan.

"Huh, Luna sungguh bosann" keluh Luna sudah berkata seperti itu berkali kali sampai burung dan kupu kupu yang  berada di sekitar Luna kebosanan.

"Luna ingin bertemu ayah dan papa" lanjutnya lagi kesekian kalinya.

Wajah Luna cemberut, jelas itu membuat burung dan kupu kupu tak suka. Mereka mencoba menghibur Luna walaupun hasilnya sia sia.

Luna memandang teman teman hewannya.

"Kalian boleh pergi, Luna sedang tidak mau bermain" kata Luna dengan wajah murungnya, dia tidak sedang dalam mood yang bagus. Dan untuk saat ini dia sedang tidak mau bermain.

Burung burung yang bertahun tahun telah bersama Luna berkicau seperti protes tidak mau meninggalkan Luna begitupun dengan kupu kupu yang salah satunya malah hingga di hidung Luna.

Luna semakin cemberut, dia berdiri dari tempat duduknya.

"Luna bilang Luna sedang tidak mau bermain untuk saat ini!!" Kesalnya masuk ke dalam kamar dan penutup pintu balkon yang lebih besar bahkan sangat besar dari pada tubuh Luna meninggalkan kupu kupu dan burung yang masih protes.

Setalah itu Luna hanya bisa menghela nafas dan berjalan menuju ranjang mewah miliknya kemudian tidur di ranjang tersenyum.

"Kapan papa pulang??" Gumam Luna pelan menghadap ke langit langit kamar.

Luna sangat berharap Xavier pulang, dirinya ingin sekali bertemu xaveir dan juga ingin sekali menyampaikan keinginannya untuk masuk ke dalam akademi.

Bagi Luna masuk ke akademi adalah sesuatu yang sangat penting,  di situlah tempat dari awal segalanya.

Tempat dimana terbongkarnya alur novel yang di masuki Luna.

Tempat terbongkarnya identitas dari seseorang yang mempunyai elemen kegelapan dan elemen cahaya. 

Tempat dimana ada pertumpahan darah mungkin??

Dan tempat untuk membongkar semuanya.

Luna lagi lagi hanya menghela nafas panjang.

Dia melamun memandang langit langit kamar miliknya dengan tatapan kosong.

Sekarang, apa yang harus Luna kejar?

Mengembalikan kerajaan bawah ke ayahnya?? Jika dia berusaha mengembalikan kerajaan itu maka kemungkinan besar rahasia nya akan terbongkar.

Ya, rahasia jika dirinya adalah iblis.

Atau diam saja dan menunggu alur selanjutnya ya?? Jika Luna diam saja kemungkinan besar Luna akan bisa menyelematkan dirinya sendiri, tapi tidak dengan rakyatnya yang setia pada sang ayah.

Kan tidak lucu sekali putri mahkota gagal melindungi rakyatnya dan memilih menjadi pengecut agar dirinya sendiri selamat.

Luna menghela nafas panjang, ternyata berat juga ya menjadi putri mahkota yang harus bisa menyelematkan kerajaan dan juga rakyatnya. Luna menjadi kasian kepada Kendrick yang juga menjadi putra mahkota.

Pasti bebannya berat.

Tapi, Lebih Beratan dirinya atau Kendrick ya??

Terserah lah, yang jelas pokoknya sama sama berat!!

"Papa tolong beri Luna adik" gumam Luna pelan seperti berharap agar gelar sebagai putri mahkota bisa di pindahkan ke adiknya nanti.

Karena demi apapun Luna hanya ingin bebas.

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang