chapter 21

8.7K 557 23
                                        

Di tengah malam yang gelap, di kediaman Duke deorwine di buat gempar akibat kamar milik nona mereka terbakar.

Keadaan bertambah parah setelah mengetahui bahwa Nona mereka hilang!! Duke Stewart marah, ia memerintahkan semua prajurit mencari Luna di setiap sudut kediaman nya.

Kegilaan Duke Stewart semakin terasa, kediaman menjadi dingin bak musim dingin yang tak henti henti. Kejadian ini terulang kembali, beberapa tahun yang lalu Duke Stewart juga sempat persis seperti ini akibat kepergian sang istri.

Semua orang kalang kabut mencari Luna, mereka khawatir karena kemungkinan besar Luna di sering oleh seseorang yang pasti kekuatan lebih besar.

Xavier, Lucifer dan Luna sampai di tempat kediaman Duke deorwine. Mereka berada di taman bunga kesukaan Luna, di sana tidak ada orang. Para prajurit sudah mencari di taman bunga ini tapi Luna tidak ada jadi mereka pindah ke tempat lain.

"Aku harus pergi" ujar Lucifer membuat xavier terkejut.

"Secepat ini?" Gumam xavier pelan.

Lucifer membelai rambut perak milik xavier dengan lembut sembari tersenyum tipis.

"Percaya lah, aku selalu bersamamu mu dan Luna menjaga kalian dari jarak yang jauh" tutur lembut Lucifer, orang orang pasti tidak percaya bahwa yang mengatakan itu adalah iblis. Nadanya begitu lembut dan tatapan nya penuh cinta beda sekali dengan tipikal iblis yang kebanyakan orang kenal.

Xavier tetap diam. Dirinya percaya kepada Lucifer tapi ada keraguan di hatinya.

"Tenang saja, suatu saat kita akan berkumpul layaknya keluarga sebenarnya. Tapi tidak sekarang" lanjut Lucifer kemudian ganti membelai rambut Luna yang perak namun sudah bermandikan darah miliknya sendiri.

"Putriku..." Gumam Lucifer pelan.

Xaveir menatap Lamat Lucifer, ada perasaan aneh yang mengganjal di hati xaveir ketika Lucifer mengucapkan hal itu.

Lucifer tersenyum tipis sembari menatap Luna yang sepertinya kritis, dia mengecup kening Luna pelan sebelum beralih lagi ke xaveir.

"Aku pergi..." Pamitnya kemudian mencium bibir xavier sebentar sebelum menghilang meninggalkan Xavier dan Luna di sana.

Xavier menghela nafas, dirinya kemudian berdiri mengendong luna yang bermandikan darah ke kamar miliknya.

"Sayang, kamu harus bertahan"

⋇⋆✦⋆⋇

"Wahhh" decakan kagum gadis kecil di tengah Padang rumput yang sangat indah dan luas.

Padang rumput itu sungguh hijau menyegarkan dan hanya ada rumput hijau sejauh mata memandang. Matahari bersinar terik menyinari luna untuk memberikan kehangatan nya, langit berwarna biru cerah dan burung burung bertebaran menikmati suasana yang tenang.

Mata luna berbinar dan senyum manis menghias wajahnya yang cantik. tapi sedetik kemudian ia mengerutkan dahinya pertanda kebingungan.

Kenapa dia bisa berada di sini???

Ini di mana??

Di mana semua orang???

Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di dalam otaknya membuat wajah ceria nya perlahan menghilang di gantikan dengan mimik wajah bingung.

Di tengah kebingungan nya tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundak nya dari belakang membuat Luna reflek menoleh ke arah belakang.

Orang yang menepuk nya ternyata adalah seorang laki laki yang mempunyai paras bak dewa Yunani di kehidupan yang sebelumnya. Mata laki laki itu setajam pedang dengan bola mata merah yang menyala, rambut nya berwarna hitam legam, dua tanduk di kepalanya dan sayap yang lebar. Dia bertelanjang dada memperlihatkan otot-otot nya yang terpahat sempurna di tubuhnya, ditambah dengan ketampanan yang tak main main membuat siapapun pasti jatuh hati walaupun pria yang ada di depannya iblis sekalipun.

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang