"Wooww, Serangan yang mengejutkan sekali dari lady luna ini" Komentator akhirnya berbicara setelah tersadar dari keterkejutannya.
"Benar sekali prof, saya juga terkejut dengan aksi lady luna tadi" balas anastasia setelah tersadar dari ke terdiamannya.
Penonton mulai bersorak kembali dengan riuhnya, mereka tidak sabar. Akhirnya lawan dari Ariel menyerang.
luna berdiri, dia mendekat ke arah Ariel lalu berjongkok menatap Ariel yang terjatuh dengan tatapan polos.
"Kenapa kamu tidur?? Ayo berdiri, kita bermain" Ajak Luna tersenyum manis.
"S-sial... " Lirih Ariel penuh benci.
"Ouh?? Kamu tidak mau bermain dengan Luna ya?? " Luna cemberut, dia memasang waah sedih. Itu membuat Ariel muak tentunya.
"Sialan!!" Dengan sekuat tenaga Ariel diam diam mengeluarkan elementnya.
"ríza" Gumam Ariel mengeluarkan akar akar dari dalam tanah.
"Luna awas!!! " Gumam Permaisuri khawatir. Permaisuri bahkan sampai meremat tangan suaminya sendiri akibat rasa khawatir itu.
"Luna" Gumam celvin dan lainnya juga khawatir.
Bagaimana tidak khawatir?? Akar yang dikeluarkan Ariel adalah akar yang menyerap mana dari lawannya. Jika akar itu sampai menyentuh Luna sedikit saja mana Luna bisa terserap.
Luna tersenyum menyeringai. matanya yang tadinya memancarkan kepolosan berubah seketika menjadi tatapan dingin dan tajam tentunya.
"cryos" Ucap Luna berdiri diikuti dengan akar akar yang akan melilitnya membeku berubah menjadi es lalu hancur dalam hitungan detik saja.
Semua lagi lagi di buat terkejut atas aksi Luna.
"A-apa?? Gadis dari kelas tingkat S bisa menguasai elemen es dengan hebatnya!!" Terkejut komentator melihat hal itu.
"Wowww, Aku tidak percaya ini. Bahkan aku sampai tidak bisa berkata kata lagi" Tambah komentator lainnya menjadi semangat.
"Ayo berdiri, kita selesai kan ini" Ucap Luna dengan nada serius, tak ada nada bermain main lagi. Dirinya sudah bosan, Luna ingin bertemu dengan papanya secepatnya.
Ariel tersenyum miring, dirinya bangkit berdiri lagi lalu menatap remeh Luna.
"Ayo" Setelah mengatakan itu Ariel membentuk sebuah pedang dari elemennya hingga menjadi pedang yang luar biasa.
"Menarik" Gumam Luna juga membentuk pedang dari elemennya yaitu es.
"Luna" Panggil sofie menepuk pundak Luna.
Luna menoleh ke arah sofie, dia mengangkat alisnya.
"Kau ingin menyelesaikannya?? " Tanya sofie tersenyum dengan angkuhnya.
Sofie yang angkuh telah kembali, sofie yang tidak mau kalah telah kembali. Itu membuat pertandingan semakin menegangkan.
Luna mengangguk, dia tersenyum tipis sembari berkata. "Ayo kita akhirnya ini semua" Gumam Luna diangguki semangat oleh sofie.
Sofie mengeluarkan elemen dari tangannya, dia menatap lawannya dengan tatapan remeh khasnya.
Nicky mendekat ke arah Ariel, mereka menatap benci kedua gadis itu.
"Ayo kita akhiri ini" Ucap Nicky pada Ariel.
Ariel mengangguk semangat.
"Ini sangat menegangkan sekali!! Siapakah yang akan melanjutkan ke babak selanjutnya?? Tim Ariel ataukah Tim luna??"
KAMU SEDANG MEMBACA
{BL} Little Luna Miracle ✓
Fantasymengisahkan tentang seorang gadis kecil yang berusia tujuh tahun bertransmigrasi ke dunia lain yang sangat aneh. di sana ada sihir keajaiban dan kasih sayang Warning !!! Sebelum baca ceritaku pahami dulu tagar nya!!!! Ini berita BXB, HOMO, GAY...
