“Ada sesuatu yang harus kau ketahui,” ujar wanita itu. “Tetapi waktu kita tidak banyak…”
Luna mengepalkan tangannya, hatinya kini dipenuhi dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Takdir??
Takdir apa??
"Sekarang, bangunlah. Selamat kan orang orang yang kau cintai"
Wanita itu tersenyum lembut, matanya bersinar penuh ketenangan. Perlahan, dia mengangkat tangannya yang memancarkan cahaya emas yang begitu indah, seperti serpihan bintang yang menari di udara.
Luna menegang. "Apa yang kau lakukan?"
Namun, sebelum dia sempat bergerak, cahaya emas itu melesat ke arahnya.
Tubuhnya seketika terasa berat, seolah-olah sesuatu yang tak kasat mata menahannya. Luna tidak bisa melawan, tubuhnya membeku, dan yang bisa dia lakukan hanyalah memejamkan mata, pasrah pada apa pun yang akan terjadi.
Cahaya itu menyentuhnya, tetapi tidak ada rasa sakit.
Sebaliknya, itu terasa seperti angin yang lembut, membelai kulitnya dengan kehangatan yang menenangkan.
⋇⋆✦⋆⋇
Di alam sadar, kondisi area pertarungan sungguh kacau.
Bangunan-bangunan yang sebelumnya berdiri megah kini runtuh menjadi puing-puing berserakan. Tanah retak di mana-mana, menyisakan jurang-jurang kecil yang mengepulkan asap hitam. Awan gelap menggantung berat di langit, menyelimuti seluruh arena dengan kegelapan yang menyesakkan. Sesekali, kilatan petir menyambar dengan dahsyat, menyinari kehancuran yang tersebar luas.
Teriakan kesakitan dan dentingan senjata beradu masih terdengar, meski semakin lemah. Banyak pejuang telah tumbang, beberapa tergeletak tak bergerak, sementara yang lain berjuang keras menahan luka-luka mereka. Pasukan kerajaan, siswa akademi mulai kewalahan menghadapi gelombang iblis yang tak kunjung usai.
Di tengah kekacauan itu, Langkah kaki bergema.
Demonic berjalan perlahan, penuh keangkuhan, seolah kehancuran ini adalah panggung megah baginya.
Jubah hitamnya berkibar tertiup angin, dan mata merahnya berkilat dingin. Setiap langkahnya meninggalkan jejak gelap di tanah yang sudah hancur. Cincin kegelapan di jarinya berdenyut, memancarkan aura jahat yang membuat siapa pun di dekatnya merinding.
Demonic menyeringai. "Tak lama lagi… semuanya akan menjadi milikku."
Tatapannya sebelumnya ke arah Lucifer yang tergeletak tak berdaya sekarang tertuju pada sosok yang masih berdiri tegak di kejauhan,
Kaisar.
Di antara hujan petir dan teriakan pertempuran, Kaisar berjuang menghadapi para iblis bawahan Demonic. Tubuhnya penuh luka, darah menetes dari pelipisnya, namun sorot matanya tetap tajam dan penuh wibawa.
Mengayunkan pedang bermana-nya, Kaisar menebas beberapa iblis yang mengerumuninya. Namun, semakin banyak yang datang, membuatnya semakin terdesak.
Demonic mendekat, langkahnya semakin mencekam.
"Kau tidak berhak memakai mahkota itu" Dingin demonic kepada sang kaisar.
Kaisar menatap tajam demonic, "Pergi kau dari wilayah ku!! " Bentaknya penuh emosi.
Demonic tertawa seperti mengejek kaisar Lionel.
"Wilayah mu?? Tidak, sekarang ini adalah wilayah ku!! " Tanpa aba-aba, tubuh Demonic melesat cepat, hampir seperti bayangan hitam yang tak kasat mata. Dalam sekejap, bola energi kegelapan terbentuk di telapak tangannya. Energi itu berdenyut hebat, mengeluarkan aura kehancuran yang begitu pekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
{BL} Little Luna Miracle ✓
Fantasymengisahkan tentang seorang gadis kecil yang berusia tujuh tahun bertransmigrasi ke dunia lain yang sangat aneh. di sana ada sihir keajaiban dan kasih sayang Warning !!! Sebelum baca ceritaku pahami dulu tagar nya!!!! Ini berita BXB, HOMO, GAY...
