chapter 34

5.5K 399 32
                                        


Hari pertama festival panen ini akhirnya telah berakhir, para profesor menilai poin dari masing masing tim. Dari keseluruhan tim, para profesor menyimpulkan jika area satu masih di pimpin oleh tim Edrick yang sudah mendapatkan 9.500 poin sementara area kedua berselisih antara tim Anastasia yang mendapat 8.000 poin dengan tim Alexius yang selisihnya sangat tipis yaitu 7.999 poin lalu area ketiga di pimpin oleh tim Celvin yang mendapatkan 20.000 poin dan area keempat di pimpin oleh tim braille yang mendapatkan 9.000 poin.  Saat di umumkan poin itu semua jelas terkejut, dimana nama Sofie?? Biasanya Sofie sangat ambisius sekali jika bersaingan dengan Isabelle. Tapi kali ini kenapa dia tidak ada??? Seperti itu lah kira kira pertanyaan yang ada di dalam pikiran mereka.

Sofie sendiri tengah sibuk membuntuti Luna yang banyak ingin taunya sampai sampai dia tidak sempat mengumpulkan tanaman dan buah. Sebenarnya Sofie kesal, tapi lama kelamaan dia menikmati ini semua. Biarlah di pikirkan nanti. Waktu juga masih tiga hari dan itu cukup untuk menyaingi tim Isabelle. Begitulah kira kira isi pikiran Sofie, walaupun tidak mungkin sih. Jika tertinggal jauh maka kemungkinan besar dia tidak mungkin bisa mengejarnya kecuali jika ada keajaiban.

"Sofieeee" panggil Luna tanpa memandang Sofie.

"Hm??" Dehem Sofie menjawab panggilan Luna.

"Terimakasih ya??" Ucap Luna menoleh lalu tersenyum manis.

Sofie ikut menoleh, dia mengangkat alisnya bingung.

"Terimakasih sudah menuruti keinginan Luna, Luna sangat bahagiaaa sekalii" lanjut Luna dengan ceria.

Sofie tersenyum kecil, dia mengusap mengelus pipi tembem Luna yang kemerah merahan. Sekarang mereka tengah menidurkan diri di rerumputan yang hijau dengan langit di hiasi oleh banyaknya bintang.

"Kau tidak ingin memenangkan festival ini??" Tanya bingung Sofie setalah itu mengutarakan rasa penasarannya. Setalah mulainya festival ini Luna seperti tidak tertarik mengumpulkan poin, itu membuat Sofie kebingungan.

"Tidak tau" jawaban Luna membuat Sofie kebingungan.

"Luna ingin tapi Luna lebih ingin menikmati waktu kita di hutan ini sepuasnyaaa"  sambung Luna Setalah itu.

"Kenapa seperti itu?? Bukannya memenangkan festival ini lebih memuaskan dari pada menikmati waktu di hutan??"  Bingung Sofie.

Luna tersenyum tipis.

"Luna tidak tertarik memenangkan festival ini. Bagi Luna, seharusnya kita memanfaatkan festival ini untuk menikmati keindahan hutan serta menikmati berbagai tanaman yang ada di hutan" jawaban Luna membuat Sofie hanya bisa mengangguk angguk mengerti.

"Kau tau Sofie??" Luna menoleh kembali ke arah Sofie.

Sofie diam sembari menunggu kelanjutan Luna bercerita.

"Sadari kecil Luna tidak bisa sepuasnya menikmati hal hal seperti ini. Melihat tanaman yang menakjubkan dari dekat, melihat hal hal aneh namun menakjubkan. Semua luna tidak bisa, jika bisa pun itu sangat di batasi"  Luna mulai terlena menceritakan kehidupannya kepada Sofie dan kesempatan ini tentunya tidak di sia siakan oleh Sofie.

"Kau seorang bangsawan??" Tanya penasaran Sofie. Jika Luna berkata seperti itu kemungkinan Luna adalah seorang bangsawan karena bangsawan memang banyak sekali peraturannya.

Luna berpikir, "bangsawan ya??" Gumamnya pelan sembari berpikir.

"Bangsawan memiliki banyak sekali peraturan yang memuakkan, kami tidak bisa hidup normal seperti rakyat pada umumnya" beritahu Sofie semakin penasaran dengan identitas Luna.

"Sepertinya Luna bangsawan??" Luna bimbang, kakek dan orang tuanya tidak pernah mengatakan apa apa tentang status mereka. Maka dari itu Luna sangat bingung.

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang