chapter 19

9K 499 15
                                        

"kak kenn, kak Celvin" teriak Seorang gadis kecil cantik yang tersenyum lebar dengan memakai gaun putih polos kesukaan nya berlari melewati lorong untuk bisa menuju ke arah dua anak laki laki tampan.

Kaki mungil nya terus berlari, rambut perak nya yang terkena angin sejuk yang membuat rambut itu berhembus lembut ke belakang sehingga poni yang tadinya menutup jidatnya sekarang sudah terbuka menampilkan wajah cantik nan mengemaskan nya tanpa terhalangi sehelai rambut milik dirinya. ketika berlari, senyum manis menghiasi wajah gadis kecil itu membuat siapa saja terspesona dengan kecantikan milik gadis kecil itu.

"Nona Luna, hati hati" teriak pelayan pribadi nya siapa lagi kalau bukan Elly yang masih khawatir jika nona kecilnya terjatuh.

Happ

Tubrukan yang gadis kecil itu berikan kepada kaki salah satu dari mereka.

Kendrick menunduk melihat adik kecil nya yang manis menubruk kakinya. Dia lalu mengendong tubuh kecil luna.

Elly berhenti mengatur nafasnya, tahun ke tahun lari nonanya bertambah cepat saja.

"Nona, lain kali anda harus berhati hati. saya khawatir bila anda terjatuh" ucap Elly penuh kekhawatiran.

Luna menoleh ke arah Elly dengan wajah cemberut.

"Ellyyy, Luna bukan anak kecil lagi. Luna sudah tumbuhhh besarrr" ungkap Luna kesal kepada Elly karena Elly masih memperlakukan nya seperti anak kecil.

"Siapa bilang kau sudah besar?? Kau masih kecil, sekecil semut" ejek celvin membuat Luna semakin kesal.

"Kak celvin!!! Berapa kali Luna beritahu bahwa Luna bukan semut!!" Pekik Luna dengan pipi memerah karena kesal.

"Benarkah?? Kau itu kecil, pendek dan merah sama seperti semut" ucap celvin sambil menunduk agar bisa menyentuh pipi tembem Luna yang memerah.

"Lihat lah pipi mu yang gendut ini, seperti strawberry" lanjut celvin tersenyum mengejek.

"kak celvin!!!!" Pekik Luna benar benar marah kepada celvin yang sering menjahilinya.

"Kau berani berteriak kepada pangeran??" Katanya menatap tajam Luna.

Luna membalas tatapan celvin juga dengan tatapan tajam tapi malah tampak mengemaskan sekali, "Luna juga berani mengadukan kakak kepada ibu" jawab Luna membawa nama Catherine, sungguh Catherine adalah ketakutan terbesar mereka berdua. Jika kedua putranya berani berani membuat putri kesayangannya menangis maka Catherine tak segan segan memberi hukuman yang sangat berat.

"Kau curang membawa nama ibu" gumam celvin pelan menunjukkan rasa kesal.

"Sudah lah" jengah Kendrick mengangkat Luna untuk ia gendong ke dalam dekapan nya.

"Kakak Celvin yang memulai nya" bela Luna tak mau bersalah.

"Apa apaan, kau ini-"

"Diam" ucapan milik celvin terpotong akibat suara Kendrick yang begitu dingin.

Celvin mendengus pelan, kakaknya ini tidak bisa di ajak bercanda.

Tahun berganti begitu cepat, Luna sudah empat tahun berada di dunia ini. Dunia ini cukup menyenangkan, banyak orang orang baik di sini. Mereka menyayangi Luna dengan apa adanya. Mereka tak menuntut Luna menjadi sempurna itu membuat Luna nyaman berada di sini.

Luka luka yang beberapa tahun yang ada di tubuh Luna juga sudah menghilang, kulitnya kembali seputih salju mulus tanpa luka sedikit pun. Pipinya juga sudah tembem kembali, dan berat badannya semakin bertambah.

Luna sendiri juga selama empat tahun ini tak di perbolehkan keluar dari mansion, kakek dan papanya mulai seperti dulu. Posesif dan tak memperbolehkan Luna keluar dari sangkar emasnya.

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang