chapter 36

6K 444 103
                                        

Setelah acara melepas rindu itu, Kendrick dan Celvin mengajak Luna pergi untuk lebih bercerita banyak hal lagi. Tapi niat mereka harus terhalang karena salah satu profesor sudah memanggil mereka.

Penentuan kejuaraan festival panen tahun ini akan segera di umumkan.

Kendrick dan Celvin kemudian mengajak Luna untuk pergi bersama ke depan hutan yang sudah mereka pakai selama hampir empat hari ini.

Luna yang di ajak kedua kakaknya terpaksa harus menolak karena dia ada kepentingan dengan ketua akademi. Lagi pula, jika Luna mengiyakan ajakan keduanya pasti keduanya akan terang terangan mengungkapkan identitasnya. Luna yang selama ini berusahalah menyembunyikan identitasnya akan sia sia. Maka dari itu Luna menolak ajakan keduanya.

Mendapatkan penolakan dari luna membuat Celvin ingin ikut bersama Luna. Tapi Luna bergegas melarang. Larangan itu membuat Mereka berbicara cukup lama untuk mendapatkan hasil yang mereka mau. Kendrick sendiri hanya diam sembari memperhatikan keduanya bertengkar.

Dasar, keduanya ini tidak pernah berubah. Selalu bertengkar dimana pun dan kapanpun.

Cukup lama mereka berbicara. Ahh ralat, bertengkar. Akhirnya setalah waktu yang cukup lama itu membuat Celvin juga yang harus menyerah.

Dengan perasaan tak rela mereka berpisah lagi. Luna sebenarnya ingin tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah lucu milik Celvin yang marah padanya. Tapi niatnya harus ia urungkan karena Luna harus bergegas pergi ke ruang ketua akademi.

⋇⋆✦⋆⋇

Sesampainya diruang ketua akademi, Luna mengetuk sejenak pintu ruangan. Setalah ada suara dari balik pintu yang mengizinkan nya untuk masuk, Luna segera masuk ke dalam ruangan.

Di sana ternyata terdapat ketua akademi sedang berkutat dengan kertas kertas miliknya.

"Uoh, lady Luna?? Ada apa anda kesini??" Tanya ramah ketua akademi itu.

"Eumm...ketua akademi, Luna ingin izin pulang sejenak" izin Luna membuat ketua akademi mengangkat alisnya.

"Kenapa?? apakah anda tidak nyaman di sini??"

"B-bukan, bukan seperti itu ketua. Luna nyaman di sini, tapi sayang. Ada kepentingan yang harus membuat Luna pulang" Luna sangat berharap semoga ketua akademi ini mengerti, jika tidak. Kemungkinan orang tuanya bisa saling membunuh.

"Kepentingan seperti apa??" Ketua akademi mencoba mencari tau lebih dalam agar tidak ada yang pergi dari akademi tanpa ada alasan yang jelas.

"Kepentingan keluarga, Luna tidak bisa memberi tau kepentingannya lebih lanjut karena ini masih rahasia. Tapi Luna mohon ketua, tolong izinkan Luna pulang" Luna tau jika keluarga aneh di mata masyarakat, maka dari itu Luna masih menjaga rahasianya yang benar benar rahasia.

Ketua akademi menghela nafas panjang, "jika seperti itu saya akan berkomunikasi dengan Duke Stewart atau jendral xaveir terlebih dahulu lady"

"Tapi ketua-"

"Mengerti lah lady, ini untuk kebaikan kita semua. Sembari menunggu balasan dari keduanya, lady bisa bergabung dulu ke festival panen tahunan" putus ketua akademi tak bisa di gugat lagi.

Luna menghela nafas panjang,

"Baiklah ketua" setalah berterimakasih, Luna pamit pergi dari ruangan itu. Tujuannya sekarang bukan di depan hutan tempat festival panen mengumumkan juaranya. Namun ke tempat lain tapi masih sama menuju hutan. Agar tidak ada yang curiga, Luna kembali ke kamar terlebih dahulu untuk mengambil jubah berwarna hitam, topeng yang pernah di berikan oleh Xavier dan beberapa uang.

{BL} Little Luna Miracle ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang