Demonic menggeram, aura kegelapannya berkobar semakin kuat. Langit yang sempat cerah kembali bergejolak, pertanda bahwa kehadirannya masih memiliki pengaruh yang besar.
"Aku tidak peduli takdir macam apa yang kau berikan padanya!" suaranya menggema penuh kemarahan.
"Aku sudah mencapai puncak kekuasaanku! Tidak ada yang bisa mengalahkan ku, bahkan gadis itu!"
Luna menatap Demonic dengan tenang. Tidak ada ketakutan dalam matanya, hanya keteguhan yang mendalam. Cahaya keemasan di sekelilingnya berdenyut lembut, seakan merespons tantangan yang dilemparkan Demonic.
"Kau salah, paman" suara Luna terdengar jernih dan berwibawa, berbeda dari sebelumnya. "Kekuatanmu hanya membawamu kepada kehancuran. Kau mungkin bisa merebut mahkota, tetapi kau tidak akan pernah memiliki dunia ini."
Demonic mendengus, lalu mengangkat tangannya. Cincin Kegelapan bersinar pekat, membentuk pusaran energi hitam yang berputar ganas di telapak tangannya.
"Kalau begitu, aku akan memastikan mu tidak akan pernah berdiri di hadapanku lagi!"
Dengan satu gerakan, Demonic melepaskan kekuatan besar yang menyelimuti langit. Gelombang energi kegelapan meluncur dengan kecepatan luar biasa ke arah Luna, seakan hendak menelan seluruh keberadaannya.
Namun, sebelum energi itu bisa mencapai Luna, cahaya keemasan di sekelilingnya tiba-tiba meledak, membentuk perisai bercahaya yang menyelimuti tubuhnya.
Serangan Demonic menghantam perisai itu, tetapi bukannya menghancurkannya, gelombang kegelapan itu justru terpental, buyar di udara seperti asap yang tertiup angin.
Mata Demonic membelalak. "Apa—?!"
Luna menatapnya dalam-dalam. Perlahan, dia mengangkat tangannya, dan dari telapak tangannya, cahaya keemasan berkumpul, membentuk pedang panjang yang memancarkan aura murni dan suci.
"Ini adalah akhir dari kegelapanmu, Demonic," kata Luna tegas.
Pedang cahaya itu bergetar, siap untuk bertarung. Angin kembali berhembus kencang, seolah menandakan bahwa pertempuran terakhir telah dimulai.
Demonic menatap pedang cahaya di tangan Luna dengan penuh kebencian. Aura gelap di sekelilingnya bergejolak semakin kuat, seakan menolak cahaya yang kini bersinar lebih terang.
“Jangan berpikir kau bisa mengalahkan ku hanya karena kau memiliki sedikit kekuatan suci, kau adalah iblis. Iblis tetap lah seorang iblis” dengusnya.
Dia mengangkat tangannya, dan cincin kegelapan kembali bersinar. Dari tanah yang hancur, bayangan-bayangan hitam merangkak naik, membentuk makhluk-makhluk mengerikan dengan mata merah membara. Mereka menggeram, siap menyerang atas perintah Demonic.
“LUNA!!” Xavier berseru dengan penuh kecemasan. Semua mata kini tertuju pada gadis itu. Bahkan Lucifer sendiri tak mampu berkata kata melihat anaknya.
Luna tetap tenang. Dia melayang turun perlahan, menginjak tanah yang retak dengan penuh wibawa. Cahaya emas di sekelilingnya bergelombang, menenangkan mereka yang berada di pihaknya.
“Luna tidak sendirian,” katanya lembut, lalu mengayunkan pedangnya ke depan.
Begitu pedang itu bergerak, gelombang cahaya keemasan menyapu ke arah makhluk-makhluk kegelapan, menghancurkan mereka dalam sekejap.
Demonic menggeram marah. "Cukup! AKU AKAN MENGHABISI MU SEKARANG, LUNA!"
Dengan kecepatan luar biasa, dia melesat ke arah Luna, tangannya diselimuti energi hitam pekat. Luna tidak gentar. Dia mengangkat pedangnya, menyambut serangan itu dengan tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
{BL} Little Luna Miracle ✓
Fantasymengisahkan tentang seorang gadis kecil yang berusia tujuh tahun bertransmigrasi ke dunia lain yang sangat aneh. di sana ada sihir keajaiban dan kasih sayang Warning !!! Sebelum baca ceritaku pahami dulu tagar nya!!!! Ini berita BXB, HOMO, GAY...
