Ruangan yang di dominasi warna putih dan biru muda, juga bau obat yang menyeruak ke dalam penciuman nya membuat seorang gadis cantik yang menutup mata terganggu dan akhirnya memilih menyerah membuka matanya.
"Eunghh.... " Lengkuh gadis itu tidak lain adalah Luna yang terbangun akibat bau obat yang menyeruak di hidungnya.
"Luna, Luna. Kau baik baik saja?? " Seluruh orang disana yang mengetahui Luna kecil mereka membuka mata bergegas mendekat ke mimik wajah menunjukkan kekhawatiran.
Luna menatap bingung mereka semua.
Ini sebenarnya kenapa??
Apa yang terjadi??
"Kau pasti haus, ayo minum dulu sayang" Merasa tidak ada jawaban dari Luna, permaisuri bergegas memberikan Luna minuman.
Luna meminum minuman yang diberikan permaisuri, setelah meminumnya tenggorokannya terasa jauh lebih baik.
"A-ada, apa dengan luna? " Dengan suara serak Luna bertanya.
"Kau hebatt, kau berhasil memenangkan pertandingan tadi!! Ibu sampai terkejut dengan pertandingan mu tadii" Dengan antusias nya permaisuri Catherine bercerita.
Kaisar, Kendrick, Celvin hanya bisa memutar bola matanya malas sementara Sofie, Matteo, dan Edric hanya bisa terdiam dengan kecanggungan yang menyelimuti mereka.
Luna terdiam, pertandingan?? Dia berpikir sejenak hingga akhirnya teringat dengan pertandingan yang tadi dia dan Sofie lakukan.
Luna menoleh ke arah Sofie yang juga ternyata menatapnya.
"Bagaimana?? " Satu kalimat yang pelan namun bisa didengar mereka terucap dari bibir Luna untuk Sofie.
Sofie mengangkat alisnya heran, begitupun dengan yang lainnya.
"Bagaimana apanya?? " Tanya Sofie akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Bagaimana tentang pertandingan ini?? apakah bisa membuat hati kakak luluh?? " Serius luna, ayolah. Jika Luna tidak bertanya seperti itu maka kemungkinan besar keraguan akan muncul di hati Sofie.
Sofie terdiam, dia memainkan tangannya.
Luluh?? Ya seperti seperti itu, tapi Sofie terlalu malu untuk mengakuinya.
Beberapa saat Sofie terdiam tak ada niatan untuk membalas ucapan Luna, Luna yang tak tahan akhirnya berusaha duduk dari ranjang ruang kesehatan.
"Shhh" Luna mengigit bibirnya untuk menahan nyeri yang luar biasa di tubuhnya.
"Jangan bergerak dulu sayang, luka mu cukup parah" Henti Catherine membuat Luna mau tak mau menurut saja.
"Bagaimana kak?? " Ulang Luna lagi.
"A-aku, aku–" Perkataan Sofie terhenti, dia tak mampu mengatakan hal tersebut.
Kendrick dan yang lainnya kecuali Edric kebingungan dengan apa yang terjadi dengan mereka berdua. Kenapa keduanya tampak tidak akur sekali?? Padahal biasanya keduanya saling menempel satu sama lain.
Luna diam sementara Sofie menghela nafas panjang.
"Aku pergi" Lirih nya pelan lalu memberi hormat terlebih dahulu kepada keluarga Kekaisaran sebelum akhirnya pergi keluar ruangan.
"Ada apa dengan kalian?? Kenapa kalian tampak sedang marah?? Apakah ada hal buruk yang terjadi?? " Tanya Catherine penasaran.
Luna menatap sekilas Catherine, dia lalu membuang mukanya tanda dia sedang tidak ingin membahas tentang hal itu.
Kendrick yang mengerti dengan gerak gerik Luna akhirnya memberi tau jika Luna sedang ingin sendiri, dia seperti tidak ingin diganggu terlebih dahulu.
Awalnya permaisuri sempat ingin protes, tapi proses nya sepertinya dihalangi oleh Kaisar. Kaisar membawa permaisuri Catherine pergi begitupun dengan yang lainnya yang akhirnya mengerti keinginan Luna.
KAMU SEDANG MEMBACA
{BL} Little Luna Miracle ✓
Fantasymengisahkan tentang seorang gadis kecil yang berusia tujuh tahun bertransmigrasi ke dunia lain yang sangat aneh. di sana ada sihir keajaiban dan kasih sayang Warning !!! Sebelum baca ceritaku pahami dulu tagar nya!!!! Ini berita BXB, HOMO, GAY...
