BAB 19

6.4K 527 31
                                        


> TIGA HARI KEMUDIAN

> Gold hotel

Hotel dengan 18 lantai ini menjadi salah satu hotel terbaik di Google Rating.

Fasilitasnya yang lengkap dan mewah membuat semua orang ketagihan untuk menginap di sana. Dilengkapi dengan tempat parkir, restoran, pusat kebugaran, kolam renang, spa, layanan laundry, ruang pertemuan, dan berbagai fasilitas lainnya.

Tak heran, hotel ini menjadi pilihan terbaik di ibu kota.

"Feda menyuruh kita menyelinap, tapi menurutku lebih baik kalau kita menyamar seperti ini."

"Bedanya apa?"

"Sudahlah, ayo masuk."

Tiga pria dengan setelan jas putih-pink yang norak berjalan bersamaan menuju hotel. Namun, dua penjaga yang berjaga di pintu utama langsung mencegat mereka.

Ketiganya menatap tajam ke arah dua penjaga itu dengan sorot dingin yang dibuat buat.

Penjaga itu tampak agak kikuk, tapi tetap menjaga ketegasan wajahnya. "Maaf atas ketidaknyamanannya, Tuan tuan. Kami harus melakukan pemeriksaan terhadap setiap tamu yang masuk."

"Kenapa?! Kamu tidak tahu siapa aku?!" seru pria di tengah dengan kumis lebat di bawah hidungnya, menampilkan ekspresi pongahnya.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, tetapi-"

"Dia ini CEO BESAR!, jangan membiarkannya marah dan biarkan kami masuk!" sahut pria di sebelah kiri sambil menunjuk pria berkumis dengan penuh hormat.

Pria dengan tompel di pipinya ikut menyahut, "APAKAH bos kalian tidak mengajarkan cara memperlakukan tamu TERHORMAT dengan baik?! Dia ini CEO, LOH! Kalian mau istri kalian tidak punya suami!!"

Kedua penjaga itu saling bertukar pandang, lalu bersamaan menghela napas. Sungguh merepotkan memiliki tamu seperti ini.

"Maaf, Tuan-Tuan. Namun, kami hanya menjalankan perintah dari atasan. Seorang kriminal baru saja kabur dari penjara jadi, kami harus memeriksa identitas setiap tamu," ujar salah satu penjaga dengan tenang.

"Oh, kalau ini demi keamanan, aku bisa mengerti." Pria berkumis lebat itu mengangkat dagunya dengan sombong. "Tunjukkan identitas kita pada mereka!"

"BAIK, TUAN!" Pria di sebelah kiri segera mengeluarkan sesuatu dari dompetnya lalu menyerahkannya kepada penjaga.

Penjaga itu menerima tiga KTP yang diberikan kepadanya dan menatapnya dengan cermat.

"Maaf, Tuan. Bisa berikan nomor perusahaan Anda?" tanyanya, melirik ketiga pria yang terlihat mencurigakan itu.

"KURANG AJAR! KAMU MERAGUKAN KAMI?!"

"BERANINYA KALIAN MEMPERLAKUKAN CEO TERHORMAT KAMI SEPERTI ITU!!"

Penjaga yang memeriksa mereka tampak semakin tertekan dan kualahan. Ketiga pria ini jelas mencurigakan, dan bertingkah terlalu sombong

"Mereka norak dan aneh, haruskah aku menangkap mereka?," batin sang penjaga.

Pria berkumis lebat itu berdecak kesal, lalu mengambil sesuatu dari saku jasnya. "Semoga ini bisa menghilangkan kecurigaan kalian. Jujur saja, aku sangat kecewa dengan pelayanan hotel kalian." Ia menyerahkan kartu nama perusahaan miliknya.

Penjaga disisi lain merasa sangat jengah, tanpa menginformasikan apapun lagi dia langsung membuka pintu. "Silahkan masuk.'

Ketiga pria itu tentu saja langsung melangkah masuk dengan pongah.

New Soul Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang