Mata berwarna biru memandangi pepohonan yang ada di luar jendela, beberapa kupu kupu hinggap di kelopak bunga membuat embun jatuh berserakan ke atas rumput.
Pagi ini sangat tenang, sinar fajar melewati sela-sela jendela menyinari dua sosok yang tertidur berhadap hadapan, satu kecil dan satu besar. Dia menandai mereka.
Mata Phoenix itu memiliki kesan licik dan menawan, terpasang indah di wajah pemuda itu.
Jemarinya terangkat mengusap helai rambut perak dan halus yang menutupi alis Leon.
Bibir tipisnya terangkat saat Leon mengerutkan alisnya karna terganggu.
Senang rasanya melihat kedua adik yang ia sayangi tertidur lelap di sisinya, bahkan Deyan yang terbiasa menjadi berapi api juga tampak cukup manis saat tidur.
Dengan punggung bersender santai, dan suasana yang tenang ini, dia dapat merasakan ketenangan yang sudah berhari hari hilang dalam diri nya.
Tapi itu tak berselang lama karna deringan ponselnya yang cukup keras, ikut membuat dua hibernator itu terganggu.
Deo buru buru mengambil ponselnya, mendekatkan benda itu ke telinganya.
" Ada apa?."
<"Kalian sudah menemukan Leon?."
" Ya. Menurut mu, haruskah aku mengurungnya saja? dia terlalu liar."
<" Jangan terlalu overprotektif. Ada saatnya anak anak juga memberontak, dia juga akan dewasa dan akan mengerti perlahan."
Deo mendengarkan nasihat Feda sembari memandangi Leon yang menenggelamkan tubuhnya di bawah selimut hingga hanya menyisakan separuh kepala bulatnya. Angin pagi cukup dingin untuk ditanggung kulit sensitif itu.
Itu terlihat menggemaskan, untuk Deo yang selalu melihat Leon sebagai hamster kecil setiap saat. Dengan satu tangan dia membawa Leon ke pelukannya dengan mudah, lalu menepuk pantatnya dengan lembut.
Tentu saja itu menganggu tidur sang empu, tapi itu tidak cukup untuk membuat Leon membuka mata.
" Aku ingin dia tetap kecil dan mengantonginya setiap saat. Membayangkan dia mencium pacarnya saja sudah membuat ku kesal." Ucap Deo, mengungkapkan pemikiran kecilnya.
Tak berselang lawa dia mendengar tawa Feda.
< " Anak seusia Leon biasanya paling tidak suka dikekang. Berusahalah terlihat normal di depannya."
"Tentu. Apakah kamu hanya ingin mendengar kabar Leon atau ada hal lain?." Tanya Deo dengan tatapan yang tak terlepas dari hamster yang kini menggali dadanya dengan wajah kecil dan lembut.
<"... Polisi menemukan hal janggal terkait masalah sindikat narkoba itu."
< "Meskipun Eder adalah orang yang paling banyak berkontribusi dalam aktivitas mereka, sebagian besar keuntungan justru tidak jatuh ke tangannya."
" Ini memang mustahil dilakukan oleh anak anak, terlalu kejam dan tak berperasaan." Jemari Deo mengusap lembut helain rambut Leon, jemari di sisi lain meremas ponsel agak terlalu erat.
" Tapi jangan samakan anak itu dengan anak anak di luar sana. "
<" Ya, mungkin ayahnya menganggu penyelidikan. Tapi bagaimana denganmu?, ada banyak yang harus diurus."
"Tenang saja, aku tidak izin hari ini," Deo mematikan ponselnya saat Feda mulai membahas PR mereka.
"Hah.. ." Menghelah nafas gusar. sungguh, hari ini dia hanya ingin bersama Leon, disisi lain dia tak bisa mengandalkan teman temannya terlalu lama, apa lagi Feda.
KAMU SEDANG MEMBACA
New Soul
Fantasy(Saya merevisi banyak hal, banyak, sungguh. Dan jika berkenan kalian bisa membaca ulang.) ®®®® Anak yatim pintu yang harus berguling guling di lumpur hanya untuk hidup keesokan harinya. Dan dengan usaha dan kerja keras tiada henti, dia berada di pun...
