"Ada lagi orang gila rupanya," Raiz memainkan penannya dengan santai, pemuda dengan penampilan urakan dan terkesan santai, terlihat tak cocok duduk berdampingan dengan anak anak OSIS yang seharusnya berpakaian rapih hingga ke celana dalam mereka. Tapi kita tak bisa menyalahkan nya, karna Deyan OSIS kita yang pendiam dan pemalu juga tak berbeda jauh.
"Feda~, bagaimana kita akan mengurus mereka?." Satu satunya gadis disana berujar sambil meletakan dagunya di atas tumpukan kedua tangannya. Mata Almon nya tak pernah lepas dari wajah rupawan sang pujaan hati.
Sang ketua Osis, laki-laki tampan dengan perangai lembut dan hati-hati, selalu berhasil membuat Elena jatuh berkali-kali dalam pesonanya.
Feda memperbaiki posisi kaca matanya, membalas tatapan Elena tak kalah hangat lalu menjawab, "Seperti biasa. Lakukan seperti yang selalu kita lakukan."
OSIS adalah organisasi di dalam sekolah yang bertugas mengendalikan aktivitas siswa agar tetap positif. Biasanya, mereka hanya menangani urusan dan konflik internal sekolah. Semua yang mereka lakukan seharusnya masih terkendali oleh guru.
Namun, OSIS di sekolah ini berbeda. Mereka ditugaskan langsung oleh Menteri Pendidikan untuk menangani anak-anak bermasalah di sekolah para 'sendok emas'
Sekolah ini menampung para pewaris kaya yang berpotensi mendapatkan kekuasaan politik atau menjadi tokoh penting dalam masyarakat. Tak jarang, para artis, aktor, model, atau idol muda juga bersekolah di sini.
Namun, anak-anak seperti mereka tentu tidak lepas dari kontrovesial. Dengan uang dan kekuasaan di genggaman, banyak dari mereka merasa dunia ada di bawah kaki mereka. Penindasan, pelecehan, penyalahgunaan narkoba, bahkan pembunuhan bukanlah hal yang mustahil untuk mereka lakukan.
Sudah sejak lama hukum negara ini goyah karna para sendok emas, oleh karna itu agar mereka tak membuat lebih banyak kerusakan. Mentri pendidikan membuat terobosan baru, walaupun tak menutup kemungkinan bahwa para sendok emas ini masih akan berulah setelah lulus atau balas dendam.
Menteri Pendidikan memilih anggota OSIS yang tidak hanya bisa menghadapi kebrutalan internal yang ada di Peonix High School, tetapi juga untuk mengontrol siswa siswinya bahkan saat berada di luar sekolah.
"Kita hancurkan kebahagiaan mereka."
OSIS memiliki hak istimewa. Tidak ada siswa, guru, bahkan wali murid yang bisa membantah keputusan mereka tanpa pertimbangan apapun.
Mereka disebut sebagai monster. Bahkan guru dan kepala sekolah pun takut pada mereka. Tidak seperti para guru yang dibatasi dalam bertindak, OSIS memiliki metode pendidikan yang tidak mengenal batasan.
Hak khusus ini diberikan langsung oleh pemerintah dan Menteri Pendidikan.
"Sial, tanganku gatal ingin memukul seseorang hari ini," ucap Hengki sambil meregangkan tubuhnya.
"Mereka akan berkumpul malam ini," tambah Deo, dengan perhatian meletakkan segelas susu hangat di depan Feda yang terlihat cukup letih.
"Aih.. aku bosan!, bagaimana kalau kita bersenang senang sebelum malam tiba?." Ujar Raiz dengan bersemangat.
"Aku setuju! Kita juga butuh refreshing. Feda juga harus ikut!" Elena mengangguk antusias, diikuti yang lainnya. Mereka serentak menatap Feda.
Feda hanya tersenyum canggung pada teman temannya.
"Kenapa? Kamu sibuk lagi?" Deo meliriknya.
" Itu.. ." Pemuda itu menunjukkan ekspresi 'merasa bersalah' nya, menunjukan dia tak dapat ikut bersenang senang bersama mereka.
"Lebih baik Feda istirahat saja di rumah. Lagi pula, ini tidak terlalu penting, kan, Elena?" Zein menyela sambil merangkul Elena.
KAMU SEDANG MEMBACA
New Soul
Fantasy(Saya merevisi banyak hal, banyak, sungguh. Dan jika berkenan kalian bisa membaca ulang.) ®®®® Anak yatim pintu yang harus berguling guling di lumpur hanya untuk hidup keesokan harinya. Dan dengan usaha dan kerja keras tiada henti, dia berada di pun...
