"Para pesaing semakin berlomba-lomba untuk menjatuhkan kita, saham perusahaan juga mulai goyah karena semua berita itu. Ini semua semakin membuat saya cemas pak ." Erika, sekretaris Elvio, terlihat sangat cemas ketika melihat puluhan orang menyerbu gedung kantor mereka sambil mengangkat poster tinggi tinggi, tulisan yang tertulis disana cukup menakutkan untuk dilihat.
'Tutup perusahaan ini.'
'Boikot mereka!.'
'Pergilah dari negara ini!.'
Disisi lain pemilik gedung ini hanya memandangi mereka lewat kaca dengan ekspresi tenang, seolah sebesar apapun badai tak akan cukup membuatnya terusik.
Sambil menggigit kukunya, dia memandang bosnya dengan cemas.
"Santai aja. Mereka cuma latihan orasi, inikan negara demokrasi."
Elvio memandang datar orang-orang yang semakin gadung, suara teriakan mereka bahkan sampai terdengar di lantai lima.
"Bagaimana bisa anak 15 tahun membuat sindikat narkoba? Pasti sumber permasalahan ini adalah mereka! Kalau bisa, semua perusahaan naungan Ariesta harus ditutup!. Kita tidak tau apa yang mereka campurkan ke barang dan makanan yang mereka jual!!"
"Ariesta Group harus di tutup hari ini!"
Erika memandang ragu Elvio. Bukankah ketenangan Elvio terlalu berlebihan untuk saat ini?, lagi pula selama dia bekerja disini perusahaan ini tak pernah mengalami krisis.
"Tapi haruskah kita melakukan sesuatu? Ini tak akan redam begitu saja. Rakyat rakyat kecil biasanya selalu menyusahkan." jawab Erika dengan hati hati, takut menyinggung sang bos.
" Bayar saja beberapa jurnalis dan hubungan Mr Axel terkait masalah kita." ucap Elvio pada akhirnya harus menghubungi kenalan nya yang merupakan pemilik salah satu stasiun televisi besar.
Erika menunduk hormat, lalu bergegas pergi, tidak mungkin dia berlama-lama dengan gunung api yang hampir meledak.
"Tuan muda, kenapa Anda bisa seceroboh ini,"batinnya dengan rasa cemasnya.
Elvio masih memandang para pendemo yang semakin banyak setiap waktu. Dia semakin meragukan pendapatnya tentang Eder selama ini. Apakah anak itu memang istimewa?.
Seorang anak yang dilahirkan oleh cinta pertamanya, dia ingin menggunakan nya untuk lagi lagi membuktikan pada dunia bahwa dia berjaya dan luar biasa. Membuktikan pada Robert bahwa dia akan menang dalam segala aspek, dan tak akan pernah kalah bahkan setelah Sabela mencampakkan nya.
Sayangnya buah yang ia dapatkan tak semanis yang ia duga.
"Sungguh mengecewakan."
®®®®®
"BAJINGAN-BAJINGAN SIALAN ITU, BERANINYA MENGATAKAN ITU TENTANGKU!?"
BRAK
BRAK
"AGHHHHH FUCK "
Aigen menghancurkan semua yang bisa dihancurkan di kamarnya, kemarahannya meluap dan emosinya bergemuruh bagai hujan amat deras.
Semuanya hancur hanya dalam waktu tiga minggu. Hanya sesingkat itu, semua orang tahu rahasia yang mereka sembunyikan selama dua tahun menghapuskan semua yang ia usahakan selama dua tahun, nama baik, pujian, kebanggaan, dan sejumlah uang yang ia dapatkan sendiri.
Di internet, orang orang yang dulunya memuja mereka kini menjadikan mereka, menjadi komplotan kriminal.
"AIGEN, KELUAR KAMU! DASAR ANAK TAK TAU DIRI!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
New Soul
Fantasia(Saya merevisi banyak hal, banyak, sungguh. Dan jika berkenan kalian bisa membaca ulang.) ®®®® Anak yatim pintu yang harus berguling guling di lumpur hanya untuk hidup keesokan harinya. Dan dengan usaha dan kerja keras tiada henti, dia berada di pun...
