BAB 27

3.9K 363 28
                                        

Beberapa waktu yang lalu, dia berharap dunia cepat berakhir atau setidaknya, dia ingin mati lebih cepat.

Dunia ini terlalu sulit, pada level di mana dia merasa tak akan bisa meraih apa pun meski harus berdarah-darah. Dan di dunia yang keras itu, dia sendirian.

Semua orang hanya memiliki tiga tatapan untuknya: tatapan kasihan, merendahkan, atau seolah dia adalah seonggok virus menular yang dapat menyebarkan kemalangan.

Tapi ketika dia pikir dunia sudah meninggalkannya, orang itu datang menolongnya. Memberikan sesuatu yang tak pernah diberikan siapa pun: sebuah harapan, dan kesempatan untuk mengejar mimpinya.

Orang itu melemparkan tali penyelamat saat semua orang hanya menonton dia jatuh. Karena itulah, bagi Vin, Leon adalah dermawannya, penyelamatnya dan Vin bertekad bekerja keras untuk membalas harapan yang diberikan padanya.

Dia belajar siang dan malam, ikut semua olimpiade yang ditawarkan gurunya, bekerja sekuat tenaga agar suatu hari bisa menjadi perisai ideal bagi Leon. Sosok yang cukup layak untuk berdiri di samping sang dermawan.

Namun… sebelum ia sempat menjadi perisai ideal itu, nyawa sang dermawan justru hampir melayang.

Vin berdiri di depan pintu mansion keluarga Finley dengan wajah gusar dan penuh kekhawatiran. Matanya tak lepas dari gerbang besar itu, berharap ada seseorang yang keluar dan membawa kabar. Ia sudah menanyai para pelayan dan penjaga, namun mereka tidak menghiraukannya atau memang tidak tahu apa pun. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah menunggu para Tuan mansion datang, agar ia dapat bertanya langsung.

Lebih buruk lagi, Vin bahkan tidak tahu di rumah sakit mana Leon dirawat.

Matanya tiba-tiba berbinar ketika sebuah mobil memasuki pekarangan. Seorang pria akhir tiga puluhan keluar dari mobil itu. Wajahnya kusut, dengan lingkaran hitam menggelayut di bawah kacamatanya.

Riko melangkah sempoyongan ke arahnya. Sudah berhari-hari ia tak merasakan tidur yang layak, pekerjaannya menumpuk karena bosnya sibuk mengurus Tuan Muda bungsu yang sedang kritis.

Ia baru saja meninggalkan perusahaan untuk mengambil dokumen dan folder penting secara pribadi, sebelum langkahnya dihentikan oleh seorang remaja jangkung berwajah lembut.

"T-Tuan! Bagaimana keadaan Leon? Dia baik-baik saja, kan? D-di mana dia sekarang?." Suara remaja itu gugup dan penuh kecemasan.

Riko menatapnya sejenak, lalu ingatannya kembali pada anak yang direkrut Leon sebagai pengawal. Ia hampir lupa keberadaan remaja ini saking sibuknya.

"Kau Vin, kan?."

"Y-iya! A-apakah Le-."

"Tuan Muda baik-baik saja sekarang." Riko menggosok kedua matanya, lalu membenarkan kacamatanya dengan lelah.

"Dia dirawat di rumah sakit dekat menara jam, di pusat kota. Kau bisa berkunjung ke sana."

Ia menambahkan sambil melambaikan tangan, "Tapi kau harus menelepon Tuan Muda dulu agar bisa masuk. Penjaganya sangat banyak."

Vin cepat-cepat mengucapkan terima kasih, lalu berlari ke gudang untuk mengambil sepedanya.

Tanpa memedulikan umpatan para pejalan kaki, ia mengayuh sepedanya secepat mungkin.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

New Soul Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang