"Kenapa gak turun dan nyapa dia?"
Jeongguk tak menjawab dan masih tetap diam sambil memandang ke arah parkiran. Ia tengah mengamati Taehyung yang sepertinya sedang menunggu seseorang di atas motornya.
"Dari kemarin lo terus mandangin dia dari sini."
"Gua cuma lagi nunggu waktu aja, Yoon."
Pria yang dipanggil dengan sebutan Yoon alias Min Yoongi itu mengehela nafas mendengar perkataan Jeongguk yang tidak jauh berbeda dengan kemarin saat ditanyai hal yang sama.
"Jadi, lo nunggu ppl dia selesai?"
Jeongguk mengangguk lalu menyesap kopi yang dibelikan Yoongi untuknya. "Gua cuma gak mau bikin dia kena masalah gara-gara gua. Gak apa-apa, besok juga kita bakal bisa saling menghubungi lagi."
"Terserah lo aja." Yoongi tak mengerti jalan pemikiran Jeongguk meski mereka cukup dekat. Mereka bisa dekat karena sama menjabat sebagai direktur. Hanya berbeda tempat saja. Yang satu direktur JGTV dan yang satu lagi adalah direktur JGPost.
Jeongguk terus memperhatikan Taehyung dari balkon yang ada di samping ruang kerja direktur JGPost di lantai 3 gedung JGPost. Ia tak tahu Taehyung akan pergi ke mana tapi ia yakin bahwa lelaki itu tidak akan pergi liputan karena tidak ada barang-barang untuk liputan yang dibawa. Bahkan mereka berlima pergi secara bersamaan. Ia menduga bahwa mereka akan makan siang di luar hari ini.
"Ngomong-ngomong siapa tadi yang ngebonceng anak yang lo liatain itu?" Tanya Yoongi setelah melihat kumpulan anak-anak PPL di JGTV keluar dari parkiran menggunakan tiga motor dengan dua kendaraan roda dua itu membawa dua orang sekaligus serta yang satu membawa seorang lelaki yang duduk sendirian.
"Kalau gak salah nama dia Jimin."
"Oh, dia manis juga."
Jeongguk tak menanggapai perkataan Yoongi karena ia sibuk mengarahkan pandangannya pada Taehyung sampai anak itu menghilang di belokan jalan.
"Lo masih mau di luar?" Tanya Yoongi yang hendak kembali ke ruangannya.
"Gua di ruangan lo dulu, ya."
Yoongi hanya mengangguk lalu masuk lebih dulu membiarkan Jeongguk tertinggal di belakangnya.
"Menurut lo, gua minta dia jadi kekasih gua kapan? Setelah selesai ppl atau jeda beberapa hari?"
"Terserah lo."
Jeongguk berdecak kesal. Ia duduk di sofa yang ada di ruangan Yoongi sambil mengangkat kakinya dan diletakkan di atas meja menyebabkan Yoongi mendengus sebal sambil memberikan sebuah protesan.
"Jangan ngotorin meja gua."
"Sepatu gua bersih kok."
"Turunin!"
"Oke, oke." Akhirnya Jeongguk menurunkan kakinya menjadi menyandar pada kaki meja. "Jadi menurut lo—"
"Terserah lo."
"Gua belum ngomong, anjir."
"Lo mau tanya masalah anak itu lagi kan?"
"Bukan." Jeongguk yang tadi duduk menyandar menjadikan dirinya duduk tegak. "Gua lagi ngelakuin investigasi di tim keuangan, menurut lo gua tetap ngelakuin diam-diam sendirian atau butuh tim kaya pertama kali gua ngelakuin investigasi?"
"Tim. Biar masalah cepat selesai."
"Lo mau masuk tim gua?"
"Ya bukan gua juga anjir. Gua aja bukan orang JGTV."
"Kita kan tetangga, bro."
"Lo kebanyakan minum kopi atau emang karena sebentar lagi anak itu selesai PPL, lo jadi sesantai ini?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Touch You || KookV ✓
Fanfiction[COMPLETE] Lihat saja, Taehyung akan membuat Jeongguk meliriknya dalam waktu 7 hari. +kookv. ©gukienuna, 2023.