MewGulf AU; Second Love Song
Timothy (M ew) kehilangan cinta pertamanya dan betah menyendiri, sampai satu ketika seorang bernama Gareth (G ulf) mengganggu pikirannya.
CW :
-bxb romance story
-100% fiction
-Typos
-Ignore timestamp
-Harsh words
-Age...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Percakapan Gareth (G) dan Timorthy (T) di telpon
T: Dek..
G: Kalo manggilnya gini pasti mau minta tolong
T: Engga, daddy kangen kamu
G: ....
T: Kok diem? Malu ya?
G : Idih
T : Nanti malem free gak? Temenin saya ke acara dinner sama ketua program beasiswa boleh?
G : KAAANN
T: Kok kan? Boleh gak?
G: kan bener kan mau minta tolong bukan kangen.
T: Oh... maunya kangen.. bilang dong
G: Ishhh, jam berapa? Saya lagi ada acara dulu di rumah cici
T: Jam 7, kamu pake baju rapi ya ini dinnernya formal
G: Harus balik apart dl kalo gt.
T: Muter dong? Udah daddy bawain aja
G: Badan anda gede ya tuan kedodoran di saya
T: kamu pake kemeja sama jas ukuran apa?
G: Kemeja M, Jas.... Gatau belom pernah punya, biasanya pinjem Nara punya. L atau M lupa
T : Ya udah nanti daddy jemput di rumah Mia.
G: otee, sayang daddy mwah!
T: Gareth
G: *putus*
T: Ditutup loh! Dek! Halo?!
***
Timothy memarkirkan mobilnya di halaman rumah Mia. Ia lalu keluar sambil membawa baju untuk Gareth.
Setelah menyapa Meimei, Maminya Mia, Timothy meminta izin untuk ke lantai dua. Gareth dan sahabat-sahabatnya masih disana, duduk di ruang tengah sambil bercanda.
"Ehem!" Nara pura-pura berdehem agar semua sahabatnya berhenti tertawa ketika Timothy masuk.
Semuanya langsung diam kecuali Gareth yang malah keheranan.
"Gareth." Sapa Timothy.
Gareth yang sedang duduk membelakanginya langsung berbalik.
"Eh ada Daddy... " Gareth bangkit lalu berjalan mendekati Timothy.
Ia sudah tak segan lagi memanggil Timothy dengan sebutan daddy di hadapan sahabat-sahabatnya.
"Sore pak.." Mia, Bonita dan Nara bersamaan menyapa Timothy. Lelaki itu hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum.
"Kalau di luar kampus gak usah formal gapapa kok, panggil Mas aja. Atau panggil nama juga boleh." Timothy tersenyum.
Gareth memandang ketiga sahabatnya sambil mencebikkan bibirnya.
"Mas itu ke pacar. Daddy bukan pacarnya cici atau Nara atau Bonnie, panggil Bapak aja udah paling bener." Seperti biasa ocehan Gareth dihadiahi sentilan kecil di dahinya.
"Lho, sampai dibawain alat mandi sama baju dalem juga? Kita mau kemana sih Dad? Daddy mau ngelamar aku ya?" Goda Gareth.
Terang saja kelakuannya membuat wajah Timothy merah padam, belum lagi teman-temannya yang saling sikut sambil menahan tawa.
Gareth meminta izin untuk menggunakan kamar kosong yang biasa ditempati dirinya dan Nara ketika menginap disana untuk mandi dan mencoba baju yang dibawa Timothy.
Gareth keluar kamar setelah selesai mengenakan celana panjang dan kemeja putih barunya. Ia berjalan ke ruang tengah dimana Timothy menunggunya sambil mengobrol dengan yang lain.
"Naraaaa ini susaah.." Gareth merengek sambil menjulurkan tangan kanannya pada Nara. Meminta anak itu mengancingkan cuff tangan kanannya.
Nara hendak beranjak dari tempatnya untuk menghampiri Gareth, namun seketika Timothy menahannya.
"Saya aja." Katanya pendek. Nara hanya mengangguk dan kembali duduk sambil memberi isyarat pada Mia dan Bonnie dengan mencebikkan bibirnya.
Timothy dengan telaten merapikan kemeja Gareth yang ternyata sangat pas dan cocok untuknya.
"Udah ganteng belom ci?" Tanya Gareth pada Mia.
Mia memandang Gareth dari ujung kepala hingga kaki. Ia lalu memberi isyarat pada Bonita untuk membawa sesuatu di kamarnya.
Bonita kembali dengan membawa beberapa peralatan penata rambut dan kotak make up milik Mia.
Mia memoleskan sedikit pelembab bibir yang berwarna pada bibir Gareth. Lalu memberikan sedikit serum dan pelembab wajah tanpa sentuhan make up berlebihan. Ia juga menyisir alis tebal Gareth dengan spoolie yang bersih, lalu menyisir rapi rambut lembut Gareth.
Nara lalu bangkit, ia membawa sebotol parfum tanpa merk di tangannya lalu mengangkat lengan Gareth dan menyemprotkannya di beberapa titik, termasuk ketiaknya.
"Nah, ntap!" Seru Mia. Nara dan Bonita juga mengangkat jempolnya.
Timothy hanya bisa mengangkat kedua alisnya sambil menatap Gareth yang diperlakukan seperti bayi oleh teman-temannya.
"Pak, bapak!" Seru Gareth, Timothy masih terpana memandangnya.
"Daaad... Daddy sayang, dedek udah ganteng belom?" Gareth akhirnya mendekat dan menepuk pelan pipi Timothy hingga lelaki itu tersadar.
"Eh.. iya udah. Sini jas nya dipakai." Timothy mengambil jas abu-abu senada dengan miliknya lalu mengenakannya pada Gareth.
"Gaes, anak ganteng ngedate dulu ya gaes, jan kangen. Mwah mwah mwah." Gareth melempar kecupan jauh pada ketiganya sebelum berpamitan.