cap.2 transmigrasi and baby sitter

17.7K 695 6
                                        


KALO GAK SUKA SAMA CERITA INI TOLONG DI SKIP AJAH "_

Jangan tinggalkan komentar buruk yh bestyy😌

          ♨️ HAPPY READING ♨️

" Ughhh " leguhan lirih mulai terdengar dari bibir ranum nan kecil dari seorang perempuan yang terlihat amat cantik.

Perempuan itu terbangun dengan nafas ngos- ngossan, keringat mulai membasahi dahinya. Mata hazel nya yg indah, mulai menatap sekitar dengan raut bingung.

" Hosh- hoshh. gw dimana , ?"

Perempuan cantik itu mengelap keringat yg membasahi pelipis mulusnya.

" Bukan nya gw udah mati ?."

Ia memijit kepalanya yg tiba-tiba saja terasa pusing.

Seingat nya ,ia tertabrak truk saat ingin menuju masjid.

Tapi ini? di mana ia sekarang!.

ahh Alisha tambah pusing memikirkan nya.

Yah kalian benar perempuan cantik itu adalah alisha auraliya namun dengan raga yg berbeda.

Pandangan alisha beralih menatap kamar mewah bernuansa biru putih yg sekarang sedang di tempatinya.

Pandangan alisha beralih menatap kamar mewah bernuansa biru putih yg sekarang sedang di tempatinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

( Anggap saja kaya gini kamar nya . Sumber google.😆 )

Mengernyit heran , alisha menatap bingung sekeliling kamar mewah itu.
Seingat nya alisha tak memiliki kamar semewah ini.

Mata gadis itu terus, menelusuri seluruh ruangan yg ada di kamar itu. Nampak jam di dinding biru itu sudah menunjukkan pukul 15 : 38 sore.

Alisha menatap takjub, Kamar ini bahkan berkali-kali lipat lebih mewah dari pada kamar kedua orangtuanya ahh ralat paman dan bibinya.

Memikirkan tentang paman dan bibinya.

alisha jadi berpikir Apakah orang tua angkat nya / paman dan bibi nya, akan Merasa sedih atas kepergian nya?.

Beranjak dari kasur , perlahan gadis itu mulai, berjalan menelusuri setiap ruangan yg ada di dalam kamar mewah itu.

Saat sedang asik berkeliling kamar mewah tersebut. tiba-tiba saja terdengar suara-suara tangisan bayi yg saling sahut menyahut, bukan hanya satu tapi lebih dari itu.

" Suara tangis bayi? ,Dari mana asalnya! "

Alisha berbalik. melangkah mencari di mana asal suara tangisan bayi itu terdengar.

Kaki gadis itu, terhenti di Depan sebuah pintu berwarna putih, dekat dengan pintu walk in closet.
tadi ia sempat mendengar suaranya yg semakin terdengar jelas saat di depan pintu putih ini.

Tangannya perlahan terulur membuka pintu bercat putih tersebut.

Klek.

mulut gadis itu, menganga saat melihat ruangan yg interiornya begitu mewah terkesan modern dan lebih luas dari kamar mewah tadi , di penuhi berbagai mainan-mainan anak- anak.

Five-husband AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang