KALO GAK SUKA SAMA CERITA INI
TOLONG DI SKIP AJAH YH besty ☺️
Jangan tinggalkan komentar buruk ❌
Dan jangan lupa vote and comment 😗
♨️HAPPY READING♨️
*
*
*
*
Dor
Dor
Dua peluruh meleset, mengenai dinding samping pintu.
Gus Zein bergegas, menutup pintu kembali. tak lupa ia menguncinya.
Pria itu berbalik berjalan cepat ke arah Arsyana yang terlihat cemas di atas sofa.
" Kita harus cepat pergi dari sini " menarik tangan Arsyana, ia berjalan menuju jendela, di bukanya tirai jendela itu sembari mengintip kondisi di luar.
" Sebenarnya ada apa Gus?. " Arsyana bertanya dengan cemas. Ia begitu takut jika terjadi sesuatu pada para bayinya.
Gus Zein tak menjawab, mata teduh namun tajamnya terus mengintip dari luar, mengintai sekeliling. Ia sedikit bersyukur tempat yang di jadikan acara akikah ini berada di laintai bawah, sehingga memudahkan mereka untuk bisa keluar lewat jendela ini.
Di rasa aman, dengan pelan ia membuka jendela besar itu. Menarik tangan Arsyana untuk naik lebih dulu. " Naik " perintah nya.
Arsyana Menatap ragu pria itu. " Ayo cepat naik Arsyana. Kita tidak punya banyak waktu. Tenang saja saya akan menjaga kamu " Arsyana menatap pria itu,di rasa yakin ia pun mengangkat gamis putih nya, menaiki jendela yang cukup tinggi itu, di bantu oleh Gus zein yang memegang pinggangnya dari bawah.
BRAK
BRAK
Keduanya terlonjak kaget, saat suara dobrakan pintu terdengar dari luar.
" Gus. " lirih Arsyana sedikit khawatir.
Gus zein menatap wanita itu dengan tatapan yakin. " Tak apa. saya ada di sini, kamu tidak perlu khawatir. Ayo cepat naik dan keluar dari sini, saya akan menyusul. " Ujarnya penuh keyakinan.
BRAK
Arsyana tersentak, lagi-lagi suara dobrakan itu terdengar. Dengan terpaksa ia berusaha naik. Dia menatap ke bawah jendela, tidak cukup tinggi. Dengan keyakinan penuh ia melompat keluar.
Buk
" Aduh " erang nya, saat kaki nya sedikit terkilir.
" Kamu tak apa-apa Arsyana?. " Arsyana mendongak, mendapati, sang Gus di atas jendela, bersiap melompat turun.
' cepat sekali. ' batinnya.
" Saya tak apa-apa Gus. " Ujarnya seraya bangkit. Ia sedikit meringis merasakan kakinya sedikit sakit'.
Gus Zein Mengangguk seraya melompat dari jendela. Menutupnya dengan rapat. Suara dobrakan pintu kembali samar-samar Mereka dengar. Ia bersyukur, struktur pintu di mansion ini semuanya berkualitas kuat, seperti besi sehingga tidak memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam nya.
" Ayo. " Ia menarik tangan Arsyana pelan, berjalan mengendap-endap menuju taman depan.
Sesampainya di sana. Mereka di kejutkan dengan suara-suara tembakan.
' sebenarnya apa yang terjadi. Di novel tak ada sama sekali kejadian ini. Apakah alurnya sudah berubah total gara-gara aku?. ' batin nya, dengan ekspresi cemas.
Dor
Dor
Arsyana menutup kedua telinganya. Ia menatap Gus Zein yang tampak mengamati keadaan di balik tembok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Five-husband Antagonist
FantasyCerita ini hasil dari kegabutan🙂 No bully ❌ ALISHA AURALIYA gadis muslimah anak broken home yg kurang kasih sayang dari kedua orang tua nya , gadis bersifat bar-bar dan galak, namun menyimpan banyak kesedihan dalam hidupnya , tiba² saja bertransmig...
