KALO GAK SUKA SAMA CERITA INI
TOLONG DI SKIP AJAH YH besty ☺️
Jangan tinggalkan komentar buruk ❌
Dan jangan lupa vote and comment 😗
♨️HAPPY READING♨️
*
*
*
*
*
" Sebentar lagi acaranya akan di mulai, ayo kita pergi " ujar Arsyana sembari mengusap sedikit air matanya yang sempat terjatuh tadi, dan ia bersyukur dandanan nya tak rusak, kalau sampai rusak bisa-bisa Rina akan menceramahi nya semalaman.
Krukk
Baru saja ia akan berdiri namun suara perutnya langsung membuatnya terdiam bak patung.
' Dasar perut, gak bisa diajak kompromi banget sih ' Batinnya sembari menggigit bibir bawahnya dengan tangan memegang perut. Ia bahkan tak mampu melirik ke arah Xavier.
" Makan "
Xavier dengan wajah datar nya menyodorkan nampan berisi makanan yang tadi di bawakan oleh rina.
Arsyana menatap Xavier dengan wajah memerah bukan karena marah tapi malu dengan suara perutnya sendiri. andai saja ada kuburan di sini ia akan langsung masuk kedalam nya sekarang juga, saking malunya dia.
" Tapi kita bisa terlambat, lebih baik aku makan di acara nya ajah "
Xavier menatap datar.
" Makan. saya gak mau kamu mati di sini" ujarnya Datar tak menghiraukan perkataan wanita itu.
Arsyana mendengus.
" Awas saja kalau mommy Sena marah. Aku gak mau tahu " bisik Arsyana menahan dongkol dengan perkataan pria itu.
kemudian tanpa malu ia mengambil nampan berisi makanan itu kemudian melahap nya dengan santai.
Sedangkan Xavier mengambil handphone nya dalam saku, kemudian ia mengetikan sesuatu di sana sebelum menyimpannya kembali.
Setelah nya pria itu mendudukkan dirinya pada sofa di sembarang Arsyana.
ia mengambil satu batang rokok, mengapitnya di antara sela-sela jari kemudian menyalakan nya dengan korek api yang selalu ia bawa, baru setelah nya ia menghisap nikotin itu.
Arsyana memperhatikan kegiatan laki-laki itu. Kemudian kembali memalingkan tatapan nya, saat pria itu menatap nya balik. Takut kembali di hujat.
' padahal dia perokok kenapa bibir nya pink sekali. Huhu bikin iri saja ' batinnya menatap iri bibir pink pria itu.
terjadi keheningan di antara mereka dengan Xavier yang asik merokok sedangkan Arsyana yang asik makan.
" Di mana pistol mu tadi? " Tiba-tiba saja pertanyaan itu terlintas dalam pikiran Arsyana.
' bodoh kenapa kau harus menanyakan itu ' batinnya sembari memukul pelan bibir nya sendiri.
Xavier pria itu menatap Arsyana dingin, dengan alis terangkat satu.
" Kenapa? "
Arsyana menelan makanan nya susah payah saat mendengar suara Briton nan seksi pria itu.
" Bukan apa-apa, aku hanya bertanya " Jawabnya sembari menyantap kembali makanannya yang tersisa sedikit.
Xavier pria dewasa berusia 31 tahun itu kembali terdiam tak berniat menjawab.
Arsyana yang melihat itu memayunkan bibir nya menahan dingkol.
Kemudian kembali hening.
Sebenarnya Arsyana tak suka keheningan namun ia juga tak bisa memulai pembicaraan. bukan tak bisa sih namun takut saja kembali mengganggu pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Five-husband Antagonist
FantasyCerita ini hasil dari kegabutan🙂 No bully ❌ ALISHA AURALIYA gadis muslimah anak broken home yg kurang kasih sayang dari kedua orang tua nya , gadis bersifat bar-bar dan galak, namun menyimpan banyak kesedihan dalam hidupnya , tiba² saja bertransmig...
