cap. 29

4.7K 370 49
                                        


KALO GAK SUKA SAMA CERITA INI
TOLONG DI SKIP AJAH YH besty ☺️

Jangan tinggalkan komentar buruk ❌

Dan jangan lupa vote and comment 😗

♨️HAPPY READING♨️

" Dunia ini terlalu kejam untuk aku yang, baik hati dan tidak sombong. " _ Arsyana.

#####

Brakk

Semua orang yang ada di dalam ruang para baby itu, kompak terkejut. Mereka menatap ke arah Arsyana yang tengah berdiri ngos-ngosan dengan Rina di belakang nya. sedangkan Aluna sudah pergi lebih dulu.

" Maaf, saya gak sopan." Arsyana tersenyum tak enak.

" Gak papa. " Balas Ning Aisyah lembut. Sedangkan para pelayan dan baby sitter yang ada di dalam, hanya menunduk dalam.

" Ning mana Baby Atha?. Rina bilang dia demam. " Tanyanya dengan nada khawatir.

Ning Aisyah tersenyum. " Lagi di bawah sama Gus Zein, ke kamar kamu sama bi Ijah. " Jawab Ning Aisyah.

Tanpa membuang waktu, Arsyana langsung pergi ke kamarnya berada, sedangkan Rina kembali ke kamar nya untuk berganti pakaian.

Ceklek

" Assalamualaikum. "

Oek

Oek

Gus Zein dan bi Ijah, beserta bunda Rania yang ada di dalam, langsung menolah ke arah Arsyana.

" Waallaikumsalam. Sayang, akhirnya kamu datang. bunda bingung, ini kenapa baby Atha gak berhenti nangis, padahal bunda, bi Ijah bahkan Zein sudah berusaha menenangkan nya. Apa kita panggil ajah dokter ke sini?. " Bunda Rania terdengar gelisah.

" aku coba, gendong dulu bunda. "

" Sini Gus. " Arsyana menatap kearah Gus Zein, memberinya kode untuk memindahkan putranya itu kedalam gendongannya.

Secara perlahan, Gus Zein memindahkan baby Atha yang sedang menangis ke dalam gendongan Arsyana. Dan ajaibnya bayi itu langsung terdiam, bahkan kini kepalanya sudah bergerak di dada sang mommy, seakan sedang mencari sumber kehidupan nya.

Mata mommy Rania terbelalak, kemudian ia terkekeh di ikuti oleh BI Ijah dan Gus Zein.

" Astaga Zein, seperti nya putramu merindukan dekapan mommy nya. "

Sedangkan Arsyana tersenyum gemas, dia mencium kening putranya lembut, namun ekspresi nya, berubah khawatir saat merasakan suhu panas di sana.

" Bun seperti nya panasnya belum turun, bagaimana ini?. Apa kita panggil dokter seperti kata bunda. " Tanyanya dengan gelisah.

" Tadi sudah telpon dokter, dan dokternya bilang cara mudah untuk menurunkan panasnya dengan cara skin meets skin, bersentuhan kulit dengan kulit, supaya panasnya berpindah pada orang yang di sentuh. " Jelas bunda Rania, membuat Arsyana bernafas lega.

" Yaudah, kalau gitu, biar Sana ajah yang lakuin. "

" gak usah. kan ada Zein, biar suamimu itu yang lakuin. Kalau sampai kamu tertular bagaimana?, kan kasihan anak-anak mu yang lain, kalau kamu sampai ikutan sakit. "  Ujar bunda Rania, membuat Arsyana berdiri kaku, apalagi baby Atha yang terus meraba-raba dadanya, membuat nya tak nyaman. inginnya si mereka semua keluar supaya dia bisa menyusui baby Atha.

Sedangkan Gus Zein hanya menggaguk.

" Biarkan Zein menginap di sini, temani kamu urus baby Atha. Bagaimana pun kamu dan BI Ijah gak bisa sendiri, apalagi di tambah bi Ijah juga, harus urus anak mu yang lainnya. " Ujar bunda Rania tegas, membuat Arsyana tak mampu untuk menolak.

Five-husband AntagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang