[Cerita ini diikutsertakan dalam event pensi volume 2]
Amerta itu artinya abadi.. Sama seperti nama Arshena yang menjadi abadi karena dicintai oleh gadis bernama Kasih Bunga Rinjani sang penulis.
Cerita ini di tulis untuk seorang pemuda yang memilik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Halooo! Selamat sore dan Selamat berkelana menikmati perjalanan Kasih & Arshena>>>⭐
Happy Reading!!✨
• • •
"Sebuah cinta dapat menciptakan sesuatu keberanian bagi korbannya, dan untuk para pelaku selamat kuucapkan padamu karena setiap langkah yang dipijak oleh korbanmu akan selalu tersimpan namamu."
-Arshena Tamael Pramudya.
***
Gerbang hitam tinggi di depannya itu perlahan terbuka, terlihat sebuah mobil putih dengan pemiliknya yang sedang menunggu seluruh gerbang terbuka lebar.
"Terima kasih Pak Yanto." ucap seorang pemuda yang berada di dalam mobil itu sembari mengendarai mobil putihnya masuk ke halaman rumah.
Pemuda itu turun dari mobil putihnya dan langsung berjalan menuju pintu utama rumah mewah dengan nuansa corak-corak kayu di hadapannya.
Tok!! Tok!!
Tak lama kemudian pintu kayu dibuka oleh seorang wanita paruh baya dengan senyuman hangatnya, "Oh den Shena, mau saya buatkan apa den?" tanya wanita itu mempersilahkan Arshena masuk kedalam.
"Tak perlu Bu, Arshena bisa ambil sendiri. Oh iya Bunda Arin belum pulang ya Bu?" Pandangan Arshena menelusuri seluruh penjuru rumah.
"Iya den nyonya belum pulang, katanya ada rapat mendadak hari ini," jelas Yati seorang asisten di rumahnya Arshena sekaligus istri dari Pak Yanto.
Arshena mengangguk mengerti ucapan Yati dan langsung berjalan menuju kamar nyamannya di belakang rumah karena hanya kamar miliknya lah yang terpisah dari bangunan utama rumah mewah itu.
Pemuda berambut brokoli itu membanting pintu kamarnya seraya menaruh kunci mobilnya di atas meja belajar dan langsung merebahkan tubuhnya pada ranjang empuk nan lebar, helaan napas kasar keluar dari mulut Arshena, "Kasih Bunga Rinjani." gumamnya pelan sembari menatap langit-langit kamar yang dipenuhi dengan berbagai tempelan bintang berwarna jingga.
Ting!!
Arshena bangkit dari tidurnya untuk mengambil benda pipih yang ia letakkan di atas nakas sebelah ranjang dan kembali ke posisi semula.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.