007

438 33 9
                                        

Pria yang sudah mulai renta itu berjalan mendekat kearah sang istri yang sedang terbaring lemah diatas kasur nyamannya , sesekali ia mengusap tangan putih yang mulai keriput itu perlahan

" Eunji mari makan "

" Wooyoung apakah kau sudah menemukan mereka ?"

Sang pemilik nama menggeleng pelan lalu menunduk

" maafkan aku Eunji , aku tidak bisa menemukan cucu kita "

" Sepuluh tahun aku tak bertemu dengannya , seperti apakah dia sekarang ? "

Wanita itu kembali mengeluarkan air mata ketika mengingat sang cucu yang amat ia sayangi . Cucu pertama dan satu-satunya baginya meskipun ada cucu lain yang selalu datang menengoknya

Pintu kembali terbuka , dua pemuda tampan nampak berjalan mendekati sang ibu dan ayah yang kini tengah saling menunduk sedih

" Ayah , ibu -"

" hoseok , kau pulang ?"

Pemuda bernama hoseok itu mengangguk , lalu naik ke ranjang yang ditempati sang ibu

" ibu , makanlah ! Aku janji akan menemukan Jimin untuk ibu "

" Hoseok , keponakanmu dimana ? Bahkan kita sama sekali tak tau kabar nya,  juga Noona mu "

Ketiga lelaki yang berada di sana menghela nafas pelan , mereka sadar pemuda mungil bernama jimin itu , sang keponakan pertama mereka dari kakak pertamanya itu selalu menjadi kesayangan semua orang .

" ibu , kami akan pergi ke Daegu hari ini . Hoseok mungkin akan sedikit lebih lama mengingat dia di pindah tugaskan sementara , sedangkan aku sekitar 2 Minggu disana . Makanlah dengan baik , kami janji akan terus mencari Jimin dan jihye Noona sampai kami menemukan mereka  "

Ucap pemuda jangkung yang tak lain putra kedua di keluarga jeon , jeon seokjin . Setelah berpamitan Keduanya lantas keluar ruangan dan memulai perjalanan menuju Daegu untuk menjalankan pekerjaan masing-masing.

                                ..............



Seokjin memasuki sebuah cafe di dekat persimpangan kota dengan langkah santai , ia akan memulai tugasnya esok hari di rumah sakit ternama di sini . Jadi Tidak ada salahnya di hari liburnya sekarang , anggap saja begitu! Ia memilih menikmati secangkir latte hangat sambil menatap jalanan kota yang lama tak ia datangi

Alarm pintu berbunyi menandakan ada pelanggan yang baru saja memasuki cafe itu , jin hanya menatap sekilas dan kembali fokus pada jalanan hingga dering ponsel sedikit mengejutkannya

" halloo -"

" ......"

" paman sekarang berada di Daegu Jung , apakah kau sudah sampai Busan ? "

"......."

" eum baiklah , salam untuk ayah dan ibumu . Paman tutup yaa "

Seokjin memutuskan sambungan teleponnya lalu tangannya kembali mengambil cangkir dan mendekatkan pada bibir tipisnya . Namun netranya menemukan seseorang yang nampak sangat ia kenal .

Seokjin menaruh latte nya dan berdiri mencoba untuk memastikan seseorang di depan sana

" Park yoongi -"

Seseorang yang di tepuk pundaknya itu pun menoleh dan menemukan seokjin yang berdiri di belakangnya

" eum ?"

" jeon seokjin , kau melupakanku ?"

Yoongi menepuk jidatnya lalu berdiri dan memeluk seokjin erat

" sedang apa kau di Daegu ? Mengapa tak mengabariku?"

GOMAWO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang