Pria yang sudah mulai renta itu berjalan mendekat kearah sang istri yang sedang terbaring lemah diatas kasur nyamannya , sesekali ia mengusap tangan putih yang mulai keriput itu perlahan
" Eunji mari makan "
" Wooyoung apakah kau sudah menemukan mereka ?"
Sang pemilik nama menggeleng pelan lalu menunduk
" maafkan aku Eunji , aku tidak bisa menemukan cucu kita "
" Sepuluh tahun aku tak bertemu dengannya , seperti apakah dia sekarang ? "
Wanita itu kembali mengeluarkan air mata ketika mengingat sang cucu yang amat ia sayangi . Cucu pertama dan satu-satunya baginya meskipun ada cucu lain yang selalu datang menengoknya
Pintu kembali terbuka , dua pemuda tampan nampak berjalan mendekati sang ibu dan ayah yang kini tengah saling menunduk sedih
" Ayah , ibu -"
" hoseok , kau pulang ?"
Pemuda bernama hoseok itu mengangguk , lalu naik ke ranjang yang ditempati sang ibu
" ibu , makanlah ! Aku janji akan menemukan Jimin untuk ibu "
" Hoseok , keponakanmu dimana ? Bahkan kita sama sekali tak tau kabar nya, juga Noona mu "
Ketiga lelaki yang berada di sana menghela nafas pelan , mereka sadar pemuda mungil bernama jimin itu , sang keponakan pertama mereka dari kakak pertamanya itu selalu menjadi kesayangan semua orang .
" ibu , kami akan pergi ke Daegu hari ini . Hoseok mungkin akan sedikit lebih lama mengingat dia di pindah tugaskan sementara , sedangkan aku sekitar 2 Minggu disana . Makanlah dengan baik , kami janji akan terus mencari Jimin dan jihye Noona sampai kami menemukan mereka "
Ucap pemuda jangkung yang tak lain putra kedua di keluarga jeon , jeon seokjin . Setelah berpamitan Keduanya lantas keluar ruangan dan memulai perjalanan menuju Daegu untuk menjalankan pekerjaan masing-masing.
..............
Seokjin memasuki sebuah cafe di dekat persimpangan kota dengan langkah santai , ia akan memulai tugasnya esok hari di rumah sakit ternama di sini . Jadi Tidak ada salahnya di hari liburnya sekarang , anggap saja begitu! Ia memilih menikmati secangkir latte hangat sambil menatap jalanan kota yang lama tak ia datangi
Alarm pintu berbunyi menandakan ada pelanggan yang baru saja memasuki cafe itu , jin hanya menatap sekilas dan kembali fokus pada jalanan hingga dering ponsel sedikit mengejutkannya
" halloo -"
" ......"
" paman sekarang berada di Daegu Jung , apakah kau sudah sampai Busan ? "
"......."
" eum baiklah , salam untuk ayah dan ibumu . Paman tutup yaa "
Seokjin memutuskan sambungan teleponnya lalu tangannya kembali mengambil cangkir dan mendekatkan pada bibir tipisnya . Namun netranya menemukan seseorang yang nampak sangat ia kenal .
Seokjin menaruh latte nya dan berdiri mencoba untuk memastikan seseorang di depan sana
" Park yoongi -"
Seseorang yang di tepuk pundaknya itu pun menoleh dan menemukan seokjin yang berdiri di belakangnya
" eum ?"
" jeon seokjin , kau melupakanku ?"
Yoongi menepuk jidatnya lalu berdiri dan memeluk seokjin erat
" sedang apa kau di Daegu ? Mengapa tak mengabariku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
GOMAWO
ФанфикшнYang aku tau , ayah pergi tanpa pernah mengingatku lagi Hingga pemuda itu datang dan kembali membuat kehidupanku yang sudah membaik kembali hancur "Aku membencimu jeon jungkook" -jimin
