Pemuda dengan pakaian pasien itu berbalik arah ketika netranya melihat bagaimana keluarga nya begitu bahagia di dalam sana . Jeon jungkook , pemuda dengan mata bulat itu bisa menemukan cahaya saat sang kakek beserta sang nenek di dalam ruang rawat lain tengah tertawa bersama cucu mereka yang lain .
Juga tatap bangga mereka semua kepada pemuda di dalam sana , membuat jungkook benar-benar hancur tak tersisa . Dalam hati ia bertanya , jika dia merupakan anak yang tak diharapkan lantas mengapa dirinya masih dipertahankan dulu ?
" kau benar-benar beruntung park jimin .. dicintai oleh semua orang !" Gumamnya pelan
" jungkook-ah... " jungkook menoleh ketika suara lembut sang ibu , haera masuk ke indera pendengarannya .
" mengapa disini sayang ? Udara semakin dingin .. ayo masuk nak " jungkook tersenyum lalu mengangguk .
Jemarinya menggenggam erat jemari sang ibu dan ikut masuk kembali ke ruang rawatnya .
" tidurlah nak ... eomma akan menemanimu disini ... " haera duduk di samping ranjang putera kesayangannya sambil terus membelai lembut rambut hitam jungkook .
" eomma akan memastikan anak itu akan merasakan apa yang saat ini sedang kau rasakan sayang ! Dia harus membayar setiap luka yang ada di tubuhmu juga di hatimu !"
******
Setelah hampir lima hari di rawat akhirnya baik jimin maupun jungkook telah di perbolehkan pulang , dengan catatan masih harus menjalani serangkaian cek up untuk memastikan keadaan luka keduanya .
Jimin telah bersiap dengan segala keperluan yang telah di siapkan sang ibu sejak pagi , kini keduanya tengah menunggu jemputan dari sang ayah dan saudaranya untuk pulang .
Pintu terbuka , taehyung masuk terlebih dahulu dengan senyum manis menghiasi bibir tipisnya .
"Hallo brother... sudah siap untuk pulang ?" Jimin mengangguk ketika merasakan bahunya memberat karena lengan saudara nya itu .
" ayah sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk dirimu tau !!"
" apa ?"
" lihat saja nanti ... " keempatnya langsung beranjak dari rumah sakit menuju rumah .
Perjalanan menuju rumah akan selalu ramai ketika kedua putera keluarga kim berada di mobil yang sama . Entah apa saja yang menjadi topik pembahasan keduanya pasti berakhir dengan saling beradu argumen .
" anak-anak kita sudah sampai rumah ! Sudahi perdebatan kalian !" Keduanya lantas membungkam mulut masing- masing dan mulai memasuki rumah mewah di kawasan pusat kota seoul itu .
Jimin dengan langkah pelannya di bantu taehyung mulai memasuki pintu rumah dan
Dorr
"Surpriceeeeeee.... " teriak semua orang setelah semua anggota keluarga kim itu memasuki ruangan .
Jimin yang sempat terkejut kini tersenyum lebar saat menemukan kedua kakeknya , ada nenek ada ketiga pamannya juga tengah menyambut kepulangannya .
" hey boy , jangan membuat paman khawatir lagi oke ! " ucap pria dengan setelan jas hitam itu .
" paman yoongi sudah sampai sejak kapan ? "
" baru setengah jam yang lalu saat kedua paman kalian yang lain tengah sibuk dengan balon-balon warna warni ini . " jimin hanya mengangguk paham lalu kembali memeluk sang paman .
" maaf sudah mengganggu pekerjaan kalian semua ... " semua orang kini fokus pada jimin yang menunduk .
" hey , ini bukan salahmu ! Kami semua bangga karena dirimu menyelamatkan temanmu... " taehyung merangkul jimin menampilkan senyum kotaknya .
KAMU SEDANG MEMBACA
GOMAWO
FanfictionYang aku tau , ayah pergi tanpa pernah mengingatku lagi Hingga pemuda itu datang dan kembali membuat kehidupanku yang sudah membaik kembali hancur "Aku membencimu jeon jungkook" -jimin
