Jeon haera memasuki kamar jungkook , menatap pemuda yang kini berdiri membelakangi dirinya. Wanita itu berjalan mendekati sang putera dan memeluknya dari belakang .
" eomma , aku ingin sendiri-" ucap jungkook dengan suara bergetar , mata bulat anak itu masih terdapat genangan air mata yang mati-matian ia tahan .
" jungkook-ah dengarkan eomma sayang . Ini terlalu menyakitkan untuk kita sayang ... " haera membawa jungkook untuk menatap nya , wanita empat puluh tahun itu mencoba menyelami manik bulat di hadapannya itu .
" enambelas tahun lalu , eomma mengandung dua anak laki-laki jung . Kau dan anak laki-laki eomma yang satu lagi tumbuh bersama di rahim eomma , namun karena tekanan selama kehamilan membuat keduanya memiliki kelainan jung . Dirimu memiliki kelainan pada ginjal mu Sementara dia memiliki kelainan pada jantung nya . Kita kehilangannya dua jam setelah kalian berdua berhasil lahir . Hal itu sangat menyakiti eomma sayang , karena saat itu appa mu tidak berada di samping eomma namun justru menemani anak pembawa sial itu-" haera menangis tersedu-sedu saat menceritakan kisahnya enambelas tahun lalu
" eomma berusaha agar dirimu tetap berada di samping eomma dengan mati-matian karena eomma tidak ingin kehilangan putera eomma lagi , maafkan eomma yang sudah menyakitimu sayang dengan kalimat eomma tadi , kita bisa menemuinya hari ini agar jungkook bisa melihat pusara saudaramu sayang ... " jungkook masih enggan menatap sang ibu namun pelukan sang ibu membuatnya berakhir menangis keras disana
" eomma melalui hari yang berat setelah kehilangannya jungkook-ah .... " haera menatap jungkook dalam
" eomma tidak ingin kehilangan putera eomma kembali , hanya itu jung ..." pemuda itu masih enggan menjawab ucapan sang ibu namun mata itu mencoba menyelami manik almond di hadapannya itu .
" junghan , namanya jeon junghan kook . Kalian sangat mirip dulu saat masih bayi ... " jungkook pun akhirnya tertarik mendengar penjelasan sang ibu .
" Jangan tinggalkan eomma seperti saudaramu sayang ... bagaimana eomma bisa hidup tanpa dirimu nak ... " haera mengecup dahi putera se. mata wayangnya itu lantas melepas genggamannya .
"Bersiaplah !! Kita temui dia hari ini oke ... " haera tersenyum saat jungkook mengangguk dan kembali memberikan senyuman kepadanya
Haera melangkah keluar , setelah menutup pintu kamar jungkook . Wajah ayu itu berubah mengeras matanya menatap tajam kedepan , ketika ia teringat bagaimana raut wajah jungkook
Yang terlihat sangat berbahagia bersama jihye .
" kau sudah mengusik nya jihye maka bersiaplah untuk kehancuran mu !!!" Lirih haera sebelum akhirnya melangkah cepat menuju kamar tidurnya .
****
Jungkook menunduk, menatap batu nisan dibawahnya . setelah ia mendengarkan penjelasan sang ibu , Ia lantas di bawa di pemakaman yang kata nya adalah makam dari saudara kembarnya . Disana , di depan batu nisan itu jungkook menangis tersedu yang membuat haera ikut meneteskan air mata.
Haera pada akhirnya meninggalkan jungkook karena permintaan sang anak , ia sendiri harus menghadiri acara setelah dihubungi oleh asisten nya
" Maafkan aku karena tidak pernah tau tentang keberadaanmu ..." jungkook masih menatap batu nisan yang bertuliskan JEON JungHan itu .
" maaf karena aku sempat berfikir jahat karena melupakan fakta bahwa kepergian mu juga akibat dari perbuatan jahat wanita itu . Kau tau kan siapa wanita yang ku maksut ? " jungkook mendongak sebentar menatap langit lalu kembali menunduk " ya ... wanita itu park jihye ! Wanita jahat yang sudah membuat eomma dan kita menderita junghan-ah ... "
" tapi mengapa aku merasakan perasaan yg tidak pernah aku rasakan saat bersama eomma jung. Ada apa dengan diriku ? " tanyanya seakan ia tengah mengobrol dengan saudaranya itu
KAMU SEDANG MEMBACA
GOMAWO
Fiksi PenggemarYang aku tau , ayah pergi tanpa pernah mengingatku lagi Hingga pemuda itu datang dan kembali membuat kehidupanku yang sudah membaik kembali hancur "Aku membencimu jeon jungkook" -jimin
