Double up hehe
Yeonjun kecil merengut kesal di jalanan, ia lupa tidak membawa uang padahal tadi ia berniat membeli ice cream di supermarket tapi malah lupa membawa dompet kecilnya yang di beri mommynya untuk uang saku jajan. Yeonjun pun berjalan lesu tidak tentu arah, tidak tahu jalan pulang aslinya, karena terlalu kesal yeonjun baru menyadari bahwa ia sudah sampai di jalan raya.
Tubuhnya yang pendek dan mungil membuat nyalinya menciut melihat kendaraan-kendaraan besar yang melintas dengan ramai.
Yeonjun menyesalinya sekarang, bagaimana caranya ia pulang. Yeonjun takut untuk bertanya pada orang lain, semuanya terasa asing. Parahnya yeonjun tidak tau nama alamat rumahnya.
Yeonjun kecil pun meremat ujung bajunya, air matanya merebak dan mengalir pada pipi bulatnya, bibirnya mengerucut sedih karena tidak tau jalan pulang.
Mulai berjongkok di pinggir pohon yang tumbuh di trotoar dan membenamkan wajah memerahnya pada lutut akibat panas matahari.
"Hiks, njun takut. Nda tau jalan.. Mommy hiks."
Seorang petugas keamanan di seberang jalan nampak mendekat ke arah yeonjun yang berjongkok. "Adek, kenapa sendirian?"
"Njun nda tau jalan pulang hiks mommy."
"Lho? Adek ke sini sama siapa?"
Petugas keamanan tadi berjongkok di depan yeonjun.
"Njun cendili ke cini, nda bica pulang, Hiks."
"Adek tidak tau alamat rumah sendiri berarti? Jauh tidak?"
"Jauh."
"Nama orang tua adek siapa? Mungkin nanti bisa cari tau di data warga."
"Mommy njun cho tehyung."
"Cho tehyung? Adek ikut ke pos polisi dulu ya, biar nanti yang njemput gampang."
Yeonjun mengangguk dan menerima uluran tangan besar pak polisi di hadapannya, berjalan ke arah pos polisi di depan sana.
"Cho tehyung benar dek?"
Polisi yang berada di depan komputer terus memastikan nama Cho tehyung yang terdengar dari bibir kecil yeonjun.
"Mungkin choi marganya bro."
"Iya kali ya? Coba dulu."
Polisi tadi mencoba mengetikkan tulisan choi pada pencarian daftar nama warga, ada banyak sekali warga bermarga choi, tapi saat menambahkan tehyung tidak muncul nama sama sekali.
Yeonjun hanya memandangi wajah orang-orang berseragam polisi di hadapannya dengan polos, bingung dengan maksud polisi bertanya nama orangtuanya.
"Mm, profesi orangtua adek apa?"
"Plofi?"
"Ekhm, profesi dek."
"Njun nda tau, mommy njun altis."
"Huh? Artis?"
Yeonjun mengangguk-anggukan kepalanya lucu.
"Kim taehyung ya?"
"Ah benar, kim taehyung ya dek?"
"Mommy njun nda di lumah, cedang kelja."
Polisi tadi mulai mencari nama kim taehyung dan menelepon nomor kim taehyung beberapa kali hingga terdengar balasan dari seberang.
"Permisi, dengan ibu kim taehyung? Kami dari pos kepolisian melaporkan bahwa anak anda tersesat di jalan..."
"..."
"Oh baik bu, anak anda aman disini."
"..."
"Sama-sama."
"Adek disini dulu ya, katanya nanti daddy yang jemput."
Mata yeonjun membulat, tapi kemudian mengangguk-angguk mengerti. Jarang sekali ia bertemu daddynya, terakhir kali mungkin sudah beberapa bulan yang lalu saat yeonjun berulang tahun yang ke 3 tahun, yeonjun tidak ingat bahkan muka daddynya sendiri karena jarang melihat dan bertemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Soobin is My Americano||Soobjun|| END
FanfictionDisaat orang lain berdoa untuk selalu sehat, yeonjun adalah anak unik yang berdoa agar dirinya sakit. "Aku ingin sakit demi bertemu dengan Dr. Soobin." Start : 9 September 2023 End : 14 November 2023
