Bamgyu

711 63 0
                                        


"Tapi bamgyu tadi sepertinya sudah pulang bu."
Jawab wali kelas bamgyu yang sudah bersiap pulang.
"Mungkin main ke rumah temennya bu."
Lanjutnya.

"Oo ya sudah, terimakasih bu."
Balas yeonjun dengan hati tidak tenang, taehyun di gendongannya tengah tertidur pulas. Buru-buru yeonjun masuk ke dalam mobil dan menelepon beberapa wali teman-teman bamgyu yang ia kenal. Menghubunginya satu persatu.

"Lho, anak saya sudah di rumah kok bu."

"Jinan lagi tidur bu, sebentar."

"Saya kurang tau malah, niki sedang les."

"Bamgyu kayaknya tadi saya liat jalan kaki, udah ditawari ngga mau dianter."

"Tau anak saya kemana ngga ya bu?"
Tanya yeonjun dengan suara sedikit bergetar.

"Kalo itu kurang tau, saya liatnya bamgyu pergi sama temen dari sekolah lain. Seragamnya beda bu."
Beritahunya membuat yeonjun semakin khawatir, anaknya tidak bermain dengan teman sekolah atau teman kelas dan itu membuat yeonjun jadi berfirasat buruk.

Taehyun di gendongannya juga merengek terbangun merasa tidak nyaman.
"Hiks mimi cucu..mimi...bubu cucu.."
Tangisnya membuat yeonjun tersadar dan segera membuka 2 kancing bajunya dan menyusui taehyun. Belahan bibir kecil itu dengan lahap menyedot susu dari puting kecil ibunya, tampak menikmati sambil memejamkan mata karena masih mengantuk.

Keringat dingin menguar begitu saja, dengan tangan bergetar yeonjun menghubungi soobin, memutuskan untuk tidak menyetir karena bisa beresiko buruk akibat di timpa panik dan khawatir berlebih.
"Iya sayang?"

"Bisa tolong carikan bamgyu? A-aku tidak bisa menyetir, maaf."

"Okey, sekarang kamu lagi dimana? Dirumah kan?"

"Depan sekolah."

"Astaga, aku jemput kamu dulu."
Tergesa soobin mengambil kunci mobil dan menyusul istrinya, mendengar nada bicara istrinya ia sudah tahu jika istrinya tengah khawatir sampai tidak bisa menyetir.

"Sayang, biar kita bareng aja ya nyarinya?"
Yeonjun mengangguk, dengan lemas menutup kancing bajunya kesusahan, taehyun sudah tenang setelah minum susu ibunya.
Sikecil malah tertawa senang melihat interaksi ibu dan ayahnya, matanya berbinar dengan tawa seperti meledek sang ayah yang tengah menguatkan iman.

Ngomong-ngomong soobin tengah membantu istrinya yang kepayahan mengancingi baju sambil meneguk ludah susah payah. Cuaca terik begini melihat bongkahan imut menggoda berisi susu membuatnya makin haus, ingin minum tapi ia tidak punya hak, seorang suami dilarang meminum susu istrinya jika tidak ingin berganti status menjadi ibu dan anak, Soobin masih tau diri kok.







***

Bamgyu menatap kepergian ibunya dengan perasaan tidak enak. Sedari ia bertemu dengan ayah, ibu dan adiknya di pinggir jalan, ibunya nampak cuek pada bamgyu.
Membuat bamgyu mengurungkan niatnya untuk mengutarakan cerita kecilnya yang menyenangkan, bamgyu baru saja mendapat teman baru dari sekolah lain. Bermain bersama anak-anak sekolah sebelah di warnet. Kebetulan sekali saat keluar dari warnet ia menjumpai keluarganya yang tengah berhenti di lampu merah.
Bamgyu langsung naik ke dalam mobil dan melambai pada teman-temannya, ibunya sama sekali tidak menyapa bamgyu seperti biasanya. Bamgyu tahu pasti ibunya kesal karena ia tidak pamitan bermain dengan teman-temannya saat pulang sekolah tadi, bamgyu lupa serius.







"Ayah yang masak?"

"Ibu yang masak, ayo buru makan gyu."

Bamgyu mengangguk dan mengambil nasi beserta lauk yang masih hangat sehabis dimasak.
"Ibu mana yah?"

Dr. Soobin is My Americano||Soobjun|| ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang