Disaat orang lain berdoa untuk selalu sehat, yeonjun adalah anak unik yang berdoa agar dirinya sakit.
"Aku ingin sakit demi bertemu dengan Dr. Soobin."
Start : 9 September 2023
End : 14 November 2023
"Binie yuun..." Panggil yeonjun memasuki pekarangan rumah minhyuk yang sangat luas dan di tumbuhi banyak tanaman. Kaki kecilnya berlari ke arah samping rumah melihat soobin yang tengah berjongkok serius.
"Binie yun cedang apa?" Tanya yeonjun mendekat ke depan soobin. Soobin tampak serius sekali dengan hewan peliharaannya sampai tidak kunjung menjawab yeonjun yang tengah berdiri di hadapannya.
"Binie yun itu apa?" Yeonjun ikut berjongkok dan memperhatikan hewan kecil yang tengah berjalan lambat di hadapannya. "Landak mini, namanya odi." Beritahu soobin tanpa mengalihkan perhatiannya dari seekor landak kecil yang berjalan di rerumputan.
"Waa lucu." Yeonjun ikut antusias memandangi landak yang berjalan ke arahnya itu, rasa penasarannya membuat tangannya maju ingin memegang hewan lucu berbadan mini di hadapannya. Tanpa ragu yeonjun menempelkan telapak tangannya pada punggung landak. "Aduh..." Yeonjun langsung menjauhkan tangannya dari landak ketika merasakan duri landak yang tajam seperti menusuk telapak tangannya.
"Nah kan... Duri landak ini tajam jun, malah asal pegang. Coba sini liat tanganmu." Soobin menarik tangan yeonjun yang mengepal seperti takut di lihat oleh soobin. Soobin membuka tangan yeonjun dan terlihat telapak tangan yeonjun yang memerah sedikit ada bercak darah, yeonjun terkena duri landak, untung saja tidak sampai duri nya tertinggal. Jika iya, ayah soobin sedang di rumah sakit untuk bekerja. Soobin tidak akan berani mencabut durinya karena takut salah penanganan dan malah infeksi.
"Biar hyung obati." Soobin menaruh odi ke dalam kandangnya terlebih dahulu.
"Sakit ya?" Tanya soobin saat mengoleskan alkohol pada telapak tangan yeonjun menggunakan kapas. Yeonjun hanya mengangguk dan menggigit bibirnya.
"Njun kira itu lambut odi." Ucapnya selesai soobin membalut tangan yeonjun menggunakan kain kasa dan hansaplast, agar lukanya tidak kotor.
"Itu duri tau." Beritahu soobin sambil terkekeh, lucu sekali karena yeonjun mengira itu rambut, padahal sudah jelas duri.
"Yun mau kemana?" Tanya yeonjun saat soobin yang tampak akan pergi keluar. Yeonjun mengikuti soobin yang sepertinya tidak mendengar panggilannya barusan.
"Odi sakit beberapa hari ini." Beritahu soobin sambil meminumkan obat pada hewan peliharaannya. "Hewan juga bica cakit?" Tanya yeonjun polos, tidak merasa takut pada hewan landak yang baru saja membuatnya terluka. Yeonjun malah tampak penasaran dan ingin mengenali hewan kecil kesayangan soobin itu. Sebenarnya terbesit rasa iri karena soobin terlihat sangat peduli pada hewan peliharaannya, tapi yeonjun sepertinya sudah mulai menyukai hewan unik satu ini.
"Sebenarnya odi tidak jahat kok, cuma kaget gara-gara njun pegang punggungnya. Kalo mau pegang itu dari bawah biar ngga kena durinya ya?" Beritahu soobin sambil menunjukkan cara memegangnya pada yeonjun.
"Mau coba pegang njun?" Tawar soobin melihat yeonjun yang tampak serius memperhatikannya. "Apa nda gigit?"
"Engga. Mau coba?"
Soobin memindahkan odi ke atas telapak tangan kecil yeonjun yang tersodor di depannya. Yeonjun sendiri merasa sedikit geli saat menyentuh bagian bawah odi yang ternyata sangat kenyal dan sedikit hangat.
"Nah kan, odi itu pendiam." Soobin terkekeh melihat yeonjun yang sangat senang dengan odi. Yeonjun mulai menanyakan yang ia ingin tahu dari hewan unik satu ini. Mulai dari makanannya, minumannya, tempat tinggalnya, kesukaannya dan masih banyak lagi. Sedangkan soobin dengan senang hati menjawab semua keingintahuan yeonjun dengan senang hati.
***
Sudah 3 hari ini yeonjun sering berkunjung ke rumah soobin untuk bermain dengan odi, bahkan sebelum soobin pulang dari sekolahnya, yeonjun sudah berani mengajak odi bermain dengannya tanpa ragu. Ternyata odi adalah landak mini penurut dan tidak banyak tingkah, langsung akrab dengan yeonjun si anak periang. Kadang yeonjun mengajaknya mengobrol dan bermain di rerumputan samping rumah soobin, sudah seperti sahabat dekat walaupun odi hanyalah hewan yang bertingkah menggunakan insting hewan.
"Binie yun, odi mana?" Tanya yeonjun dipagi hari saat hari libur. Yeonjun tidak melihat odi di kandangnya pagi ini, biasanya ia dengan antusias mengambilnya dari kandang.
"Mm, odi sudah pergi jauh njun." Beritahu soobin dengan wajah terlihat sedih membuat yeonjun bingung.
"Odi pelgi? Apa dotel menjual odi yun?" Tanyanya dengan suara bergetar hampir menangis.
"Odi sudah mati tadi malam."
"Hiks, tapi odi kemalin macih main sama enjun. Binie yun bohong ya?"
"Odi sakit njun, odi udah ngga bergerak tadi malam. Ayo ikut hyung biar njun percaya."
"Hiks, odi malah cama njun ya? Pasti odi pula-pula tidul. Odi halus bangun, njun ngga akan bikin odi cape kejal-kejal njun lagi." Yeonjun menangis sambil memeluk jasad odi pada dadanya, tidak rela saat soobin menyuruhnya untuk ikhlas.
"Sudah ya? Kalo njun sedih nanti odi sedih di alam sana. Odi udah masuk surga landak kok, odi udah senang bahagia di sana jun. Jangan nangis ya?" Soobin dengan perlahan mengambil odi yang berada di genggaman tangan kecil yeonjun. Yeonjun terlihat sangat terpukul saat soobin mulai memasukan odi ke dalam tanah. Bahkan baru beberapa hari yeonjun akrab, tapi tiba-tiba sudah di tinggal pergi. Yeonjun bahkan belum sempat membuat banyak kenangan bersama landak mini soobin.
"Hyung aja ngga nangis tuh, jangan sedih ya. Cup cup, nanti odi jadi hantu kalo njun nangis terus." Soobin menasehati yeonjun yang terlihat murung dan sedih, padahal ia sudah membolehkan yeonjun mencoba bermain game di kamarnya, tapi yeonjun masih menangis.
"Njun mau di tinggal soobin Hyung ya?" Yeonjun menggeleng ribut.
"Ya udah jangan nangis dong."
"Binie yun..."
"Ya?"
"Njun lapal, belum makan." Beritahunya dengan tangan mengelus perut kecilnya sendiri. Tangisannya sudah berhenti sejak bilang ingin makan.
"Tapi di rumah cuma ada buah, ngga ada makanan lain. Njun mau pisang?"
"Boleh?"
"Yuk."
Kadang saat lapar pun yeonjun kecil menangis, yeonjun memang mempunyai hati lembut dan rapuh saat kecil. Dan tentu saja sifat cengengnya malah membuat orang lain merasa gemas, makin sayang dan tidak tega.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.