Kucing

831 93 7
                                        


Untuk daddy njun tersayang...
Dad, njun ijin main. Njun udah bikin sarapan lho, semoga enak. Selamat makan dadh, Semangath kerja yach... ❤

Jungkook terkekeh geli setelah membaca stick notes yang tertempel pada piring makannya yang sudah di tata rapi di meja makan. Mulai menyiduk masakan anaknya pada piring dan makan dengan lahap hingga habis, masakan anaknya enak sekali. Jungkook juga sudah di siapkan bekal di atas meja. Sudah perhatian, romantis, cantik, lucu, imut, pokoknya njun kesayangannya daddy jungkook dan mommy taehyung tidak ada yang lain.
Tapi yang jungkook herankan adalah anaknya masih jomblo di usianya yang hampir kepala dua. Tidak ingat diri sendiri yang semasa muda juga sama persis seperti yeonjun, menjomblo hingga akhirnya bertemu dan menikah dengan taehyung.










Tok tok tok
"Binie hyuung, binienya enjun hihi."
Panggil yeonjun sambil tersenyum riang merapikan rambutnya yang agak berantakan karena mengebut saat mengayuh sepeda tadi.

"Ngga ada orang kah?"
Yeonjun memberanikan diri membuka pintu ruangan soobin yang ternyata memang kosong.
Berjalan-jalan di sekitar rumah sakit karena siapa tahu berpaspasan dengan soobin.



Yeonjun melihat soobin yang sedang duduk di kantin sambil memangku ipad. Berniat menghampiri tapi yeonjun urungkan saat melihat soobin tidak sendiri, ada wanita cantik berseragam putih di hadapannya yang tampak menyuapi soobin.

"Enak ngga sob?"

"Hmm, seperti biasa."

"Ih biasa ngga enak maksudnya?"
Tanya wanita di hadapan soobin sambil mengerucutkan bibir membuat soobin tiba-tiba mencubit sebelah pipi si wanita.

Yeonjun yang melihat hal itu hanya diam terpaku di tempat, mulai berjalan menjauh sebelum soobin menyadari kehadirannya. Hati yeonjun tidak kuat melihat soobin bersama dengan orang lain, yeonjun cemburu dan sakit hati untuk pertama kalinya. Seperti mendapat karma karena dulu yeonjun sering menolak pernyataan cinta seseorang dengan alasan hati yeonjun sudah terisi oleh seseorang.





Yeonjun menangis di sepanjang jalan menuju parkiran sepeda. Mencubit pahanya sendiri, berusaha agar berhenti menangis, tapi yeonjun tidak bisa. Sedikit berlari menuju tempat pembuangan sampah di sekitar parkiran sepeda saat mendengar suara kucing.

"Hiks, kucing?"
Yeonjun menghampiri kardus kecil berisi tiga anak kucing yang barusan di buang oleh seseorang ke dekat tong sampah. Orang tadi membuang anak kucing yang lucu tanpa belas kasih.
Yeonjun tanpa ragu mengangkat kardus berisi kucing-kucing kecil yang terus mengeong semenjak orang tadi membuangnya di dekat tong sampah ke tempat yang teduh.
Membuka kotak makan yang tadi hendak ia berikan pada soobin kepada kucing. Kucing-kucing kecil itu langsung diam memakan makanan yang yeonjun berikan.

"Hiks, apa kalian di buang? Hiks."
Yeonjun mengelus-elus punggung ketiga kucing dengan penuh kasih sayang. Merasa kasihan dan menganggap nasibnya yang sama dengan yeonjun yang tengah patah hati, sama-sama malang.

Yeonjun pun beranjak mengangkat kardus sambil menuntun sepedanya dengan sebelah tangan, membawa kucing kecil ke rumah dan mungkin akan menambah hewan peliharaan nya di kamar selain tobin.














"Yeonjun? Hai."
Yeonjun menoleh ke arah samping saat mendengar panggilan seseorang dari dalam mobil yang terhenti.
Mengelap air matanya pada lengan karena malu pada beomgyu.

"Mau kemana jun?"
Beomgyu membuka pintu mobil dan keluar. Penasaran dengan isi kardus yang yeonjun bawa.

"Waa, kucingnya lucu sekali. Beli di mana jun? Imutnyaa.."
Tapi lebih imut yang bawa kardus, batin beomgyu berteriak memandangi yeonjun yang menunduk menatap kucing-kucing kecil dalam kardus.

"Kucingnya di buang orang hiks, kasian."

"Eh..."
Beomgyu reflek mengelus surai ungu yeonjun menenangkan.

"Berarti mau pulang ke rumah ya ini?"
Yeonjun mengangguk.

"Biar hyung antar yuk, masih jauh lho. Masa mau nuntun sepeda sama nenteng kardus gini, pasti cape. Yuk. Sepedanya biar di taroh belakang ya?"

Beomgyu membuka bagasi mobil dan memasukan sepeda yeonjun ke dalam mobil. Menyuruh yeonjun untuk duduk di kursi depan.



Sepanjang jalan yeonjun hanya diam sambil mengelus kepala kucing dengan lembut dan hati-hati menggunakan jari-jari tangannya. Beomgyu yang di samping yeonjun sampai merasa iri pada tiga ekor kucing yang beruntung merasakan elusan lembut tangan cantik yeonjun yang beomgyu sukai, beomgyu juga mau dapat elusan sayang dari pemuda cantik di sampingnya.






***

Disisi lain, diruangan kerjanya, soobin tengah memainkan game sambil duduk santai, mumpung sedang tidak ada jadwal untuk memeriksa pasien, jadi soobin bisa bebas melakukan apapun di ruangannya. Sebenarnya boleh saja pulang, tapi soobin malas jika tiba-tiba ada info pemeriksaan pasien mendadak untuknya, mager bolak-balik ke rumah sakit.

"Kok yeonjun ngga kesini lagi ya? Udah jam 12 siang."
Heran soobin sambil mengharapkan yeonjun untuk datang kepadanya seperti kemarin saat makan siang, tapi yang ditunggu tidak kunjung datang. Mungkin soobin terlalu berharap. Tidak tahu jika tadi pagi yeonjun sudah berkunjung.







***

"Mau mampir dulu hyung?"
Tanya yeonjun saat beomgyu mengeluarkan sepedanya dari bagasi mobil.

"Hehe, mungkin kapan-kapan jun."

"Oo ya sudah, makasih ya beomgyu hyung udah anterin."

"Sama-sama njun hehe."
Balas beomgyu sambil mengusak rambut yeonjun gemas.

Yeonjun yang di usak rambutnya hanya memandang beomgyu dengan wajah sedikit kesal.
"Jangan nangis lagi ya? Kalo lagi sedih bilang aja sama beomgyu okey? Anak manis."

"Hum."
Yeonjun hanya mengangguk dan melambaikan tangannya pada beomgyu yang akan pergi.

"Hati-hati!"
Teriak yeonjun saat mobil beomgyu mulai melaju.





Yeonjun berbalik memasuki rumah dan membawa kucingnya masuk ke kamar.

"Tobiin...
njun bawa temen baru lho, em namanya siapa ya kira-kira?"
Yeonjun tampak berpikir membuat nama untuk ketiga kucing kecilnya yang lucu, mereka sangat tenang dan penurut, bahkan saat yeonjun sudah mengeluarkannya dari kardus, ketiganya tetap diam memandangi wajah pemilik barunya yang cantik.

"Nah, gimana kalo Robin, mobin, yobin aja ya to?"
Yeonjun meminta persetujuan dari kelinci miliknya yang tampak diam, heran pada ketiga hewan yang tuannya bawa.

"Okey, robin, mobin sama yobin boleh saling kenalan sama tobin ya."
Yeonjun memasukan kucing kecilnya ke dalam kandang kelinci. Kedua hewan berbeda jenis itu tampak saling memojokkan diri, yeonjun pun hanya tertawa kemudian meninggalkan mereka untuk mandi sebentar. Berharap keempat hewan peliharaannya bisa akur saat ia tinggalkan.




















Dr. Soobin is My Americano||Soobjun|| ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang