"Yeonjun? Surat perizinannya mana sayang? Yang formulir kemarin ibu bagikan."
Yeonjun bingung, ia tidak membawa kertas yang berisi surat perizinan untuk berkunjung ke kebun binatang. Sengaja tidak membawanya karena tidak bisa meminta tanda tangan orangtuanya. Yeonjun pun terpaksa membohongi gurunya.
"Sulatnya hilang bu gulu."
Yeonjun meremat pinggiran celananya, merasa takut ketahuan karena ini pertama kalinya ia berbohong.
"Oo ya sudah tidak papa. Tapi yeonjun benar sudah dapat izin dari orangtua kan?"
Yeonjun mengangguk sambil menunduk, takut sekali jika sampai ketahuan berbohong.
Anak-anak tk sudah sampai di kebun binatang. Mereka berbaris dua anak berurutan memanjang ke belakang. Yeonjun berbaris di bagian belakang karena jalannya sedikit lambat. Umurnya memang masih sangat muda dari teman-temannya yang lain yang sudah genap 5 tahun. Jadi mungkin kemampuan yeonjun sedikit berbeda karena umurnya yang belum terlalu matang untuk sekolah.
"Untuk yeonjunie tiket masuk nya gratis karena masih berumur kurang dari 5 tahun ya. Njun sekarang 4 tahun kan umurnya?"
Yeonjun mengangguk, "belalti nda bayal bu gulu?"
"Iya njun ngga bayar."
"Itu hewan apa anak-anak?"
Tunjuk sang guru pada beberapa ekor hewan yang berada di dalam kaca, terdapat bebatuan dan kolam berukuran sedang di dalamnya.
"Penyu."
Anak-anak menjawab penyu dengan serentak, kecuali satu anak dengan suara cemprengnya.
"Kula-kula bu gulu."
Jawab yeonjun sedikit lambat dari yang lain, membuat anak-anak kelasnya memandang yeonjun sedikit tidak terima.
"Hehe yang benar adalah penyu ya."
"Huu, masa tidak tahu."
Seru salah satu anak pada yeonjun, membuat nyali yeonjun menciut. Itu terlihat seperti kura-kura ninja yang yeonjun tonton di TV, tapi ternyata namanya beda.
"Eyy, jangan seperti itu, tidak boleh saling menyalahkan. Kita kan sama-sama belajar, harus akur. Minta maaf sama yeonjun ayo."
"Maaf." Yeonjun menerima uluran maaf dari sendy sambil menunduk malu.
"Nah begitu, bu guru tidak mengajarkan kalian untuk bermusuhan ya. Kita ini sesama saudara okey?"
"Siap bu guru."
Yeonjun tersenyum senang, gurunya ini sangat perhatian dan peduli kepada setiap anak, nama anak-anak kelas pun sudah hapal, padahal baru kemarin mereka berkenalan.
"Penyu dan kura-kura itu memang terlihat sama lho. Sama-sama punya tempurung di punggung. Tapi kura-kura itu punya tempurung yang berbentuk kotak-kotak, tempurung nya lebih besar dari milik penyu. Kalo penyu tempurung nya lebih halus dan kecil. Kaki kura-kura juga lebih kuat dan kokoh karena kura-kura sering di daratan sedangkan penyu memiliki kaki seperti sayap, untuk berenang di perairan."
"Kalian sudah paham belum?"
"Pahaam."
"Bu gulu, itu kula-kula!"
Tunjuk yeonjun pada sebuah kandang berlapis kawat kecil.
"Nah itu baru kura-kura, sekarang tahu perbedaannya kan?"
Yeonjun tersenyum, merasa bangga karena berhasil menebak. Setidaknya yeonjun tidak salah kali ini.
Selesai mengelilingi semua kandang binatang, kini mereka semua sudah duduk di atas karpet yang sudah di gelar untuk duduk lesehan di sebuah lapangan hijau yang cukup teduh karena banyak terdapat pohon yang mengelilingi.
"Anak-anak bawa bekal dari rumah kan?"
Tanya bu guru sambil membawa kardus berisi air minum gelasan.
"Bawa bu guruu!"
Teriak anak-anak serempak. Kecuali yeonjun yang tengah menundukkan kepalanya takut. Melihat semua anak-anak membawa bekal dari rumah membuat yeonjun sedih. Yeonjun lupa tidak membawa bekal, hingga ada salah satu teman yang memberitahu sang guru jika yeonjun tidak membawa bekal.
"Njun ngga bawa bekal ya?"
Yeonjun hanya diam dengan matanya yang sudah sedikit berkaca-kaca, semua perhatian anak-anak tertuju pada yeonjun.
"Ada yang mau berbagi dengan yeonjun tidak?"
Tanya guru tadi membuat yeonjun meremat celananya kuat hampir menangis, yeonjun malu.
"Saya bu guru!"
Teriak salah satu anak berambut kuncir belakang sambil berdiri dan berjalan mendekat ke arah yeonjun.
"Nah, makasih ya beomgyu. Teman-teman yang lain juga harus saling tolong menolong ya."
Pesan bu guru sambil mengusap rambut yeonjun. "Yeonjunie makan dengan beomgyu ya, jangan malu."
Guru pun meninggalkan anak-anak untuk beristirahat dan makan.
"Njun berarti ngga bawa sendok ya? Biar barengan sendoknya ya?"
Beomgyu mulai menyuap satu sendok nasi dan potongan kecil ayam ke mulutnya sendiri, setelahnya mempersilahkan yeonjun untuk ikut makan. Tapi yeonjun tidak kunjung makan dan terus menunduk malu dihadapannya, membuat beomgyu gemas dan mengarahkan sesendok nasi dan ayam pada mulut kecil yeonjun.
"Sama gyu ngga usah malu. Aaa... Makan dong, masakan mamahku enak lho."
Yeonjun mulai mendongak memberanikan diri menatap beomgyu seolah meminta izin untuk makan. Beomgyu pun menganggukinya dengan semangat. Menyuapi yeonjun seperti menyuapi anak bayi usia 3 tahun.
"Masakan mamah-mamah emang mantap ya jun. Iya ngga? Pasti mamahnya njun masakannya ngga kalah enak dari mamahnya gyu."
Hati yeonjun langsung mencelos oleh ucapan beomgyu, langsung teringat mommynya dan dengan suara lirih berujar jujur pada beomgyu.
"Mommy njun nda pelnah macak, cibuk kelja."
Beritahunya dengan berat hati tapi bibirnya sedikit tersenyum pada beomgyu, sangat tipis. Langsung merasa kenyang setelahnya, seperti menelan kesedihan.
Beomgyu jadi merasa bersalah, niatnya membuat dirinya bisa akrab dengan yeonjun malah berakhir menjadi canggung.
"Njun udah ya gyu, mau ke kamal mandi. Makasih makanannya, masakan mamah gyu enak cekali."
Beritahunya sambil membungkukkan punggung kecilnya di hadapan beomgyu sebelum berlari menghilang.
"Kemana njun gyu?"
Tanya salah satu anak pada beomgyu.
"Katanya mau ke kamar mandi tadi."
"Apa njun tidak papa? Tadi aku melihatnya seperti menangis saat berlari."
Tanya yang lainnya yang kebetulan tadi melihat wajah yeonjun saat sedang berlari.
"Benarkah?"
Beomgyu membulatkan matanya dan langsung menutup kotak makannya, memasukannya ke dalam tas. Yeonjun menangis pasti karena ucapannya tadi.
"Njuun...yeonjun masih lama?"
Beomgyu berteriak di depan deretan toilet yang tertutup. Menunggunya lama karena yeonjun tidak kunjung menjawab dan keluar dari bilik toilet.
Sedangkan yeonjun menutup mulutnya agar isakannya tidak keluar tapi air mata terus bercucuran membasahi pipi chubbynya.
Jika mendengar tentang ibu pasti yeonjun akan menangis teringat mommynya. Yeonjun ingin seperti teman-temannya yang lain, mommy yang selalu di rumah dan memberi perhatian pada anaknya.
Yeonjun ingin merasakan masakan mommynya, tidur bersama mommynya, bermain dan belajar bersama sang mommy dan masih banyak lagi yang yeonjun inginkan. Tapi yeonjun tidak boleh egois mengingat mommynya yang pasti juga lelah dengan pekerjaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Soobin is My Americano||Soobjun|| END
FanfictionDisaat orang lain berdoa untuk selalu sehat, yeonjun adalah anak unik yang berdoa agar dirinya sakit. "Aku ingin sakit demi bertemu dengan Dr. Soobin." Start : 9 September 2023 End : 14 November 2023
