Mochi

1.1K 117 4
                                        




Yeonjun mengunyah adonan kenyal buatan minhyuk dengan muka berbinar. Minhyuk sedang belajar membuat mochi dan kebetulan yeonjun sedang berkunjung karena ingin menunggu soobin pulang sekolah, jadi minhyuk menyuruh yeonjun untuk mencicipi adonan mochi yang sudah matang, tinggal di beri isian kacang merah dan membaluri bagian luarnya dengan sedikit tepung.

"Adonannya nda manis dotel."
Ucapnya jujur setelah menghabiskan secuil adonan yang tadi minhyuk sodorkan.

"Bagian luarnya memang sengaja tidak manis njun. Nanti kalo udah di beri isian baru manis."

"Nah, liat ini. Isiannya sudah jadi, tinggal di bentuk mochinya."

"Waaa, cokelat."

"Hehe ini bukan cokelat. Ini kacang merah di campur gula njun."
Minhyuk menunjukkan mangkok berisi kacang merah tadi dan memberikan satu sendok kecil pada yeonjun untuk dicicipi.
"Tapi walnanya cokelat."

"Iya, warnanya merah tua, jadi keliatan gelap seperti cokelat. Njun mau ikut bikin?"
Tawarnya sambil menyodorkan tepung yang sudah di sangrai untuk baluran luar agar tidak lengket saat membentuk mochinya.
Yeonjun dengan senang hati menganggukan kepala dan mengikuti instruksi minhyuk membuat mochi. Sedikit kesal karena hasil akhir buatannya tidak cantik seperti buatan dokter minhyuk yang berbentuk bulat rapi.

"Punya njun jelek dotel." Keluhnya sambil menyodorkan mochi berbentuk acak dengan isian yang meluber keluar.

"Njun tidak bisa memasukan kacangnya ya? Sebentar. Adonan mochinya kita pipihkan dulu ya, nanti yeonjun yang kasih isi."

"Tapi cucah."
Ucapnya sambil merengut, pipinya sudah belepotan tepung karena yeonjun tidak menyadari tangan bertepungnya secara tidak sadar menyentuh pipi, kebiasaannya jika sedang bosan dan kesal.

"Kan kalo baru coba memang begitu, nanti lama-lama bisa lho. Coba dulu, nanti biar dokter rapikan."

Yeonjun menutup selai kacang merah yang sudah ia taruh di atas adonan mochi yang sudah di lempengkan dengan melipat adonannya. Sedangkan minhyuk menipiskan adonan mochi agar yeonjun mudah membantu. Minhyuk pun tinggal merapikan adonan yang sudah yeonjun beri isian dan sudah di lipat.












"Soobin pulaang!"
Teriak soobin memasuki rumah membuat yeonjun semakin berbinar ingin menunjukkan keterampilannya membuat mochi. Yeonjun itu sedikit suka mencari perhatian dan senang akan pujian orang-orang kepadanya, membuat semangat.

"Waa.. Bikin mochi yah?"
Soobin menatap kagum mochi yang sudah terbentuk bulat dan menarik. Beberapa hari lalu soobin memang memberitahu ayahnya bahwa ia ingin makan mochi, dan hari ini ayahnya membuat mochi dengan tangannya sendiri. Pasti terasa lebih enak karena dibuat menggunakan kasih sayang.

"Yeonjun juga bantu bikin lho, ini bentar lagi selesai."
Yeonjun tersenyum malu-malu, ayah soobin selalu membuatnya senang. Padahal yeonjun hanya membantu menaruh isian mochi dan melipatnya, sisanya ayah soobin yang melakukan.

Soobin pun memeluk ayahnya erat, sebagai ungkapan terimakasih. "Makasih ayah udah bikinin mochi."

"Iya, bilang makasih juga dong sama enjun. Yeonjun ngga dipeluk bin?"
Tanya minhyuk pada soobin dan melepaskan pelukan anaknya. Menyuruh soobin untuk berterimakasih juga pada yeonjun dengan memeluknya.

"Soobin ngga mau peluk njun. Njun bau belum mandi, kotor."
Ucap soobin dengan menunjukkan raut muka jijik yang di buat-buat. Soobin suka sekali saat melihat perubahan raut wajah yeonjun yang tadinya berbinar berubah murung, tampak imut dan lucu. Walaupun sebenarnya kasian.

"Njun nda bau, njun cudah mandi di lumah."
Yeonjun membela dirinya di hadapan soobin yang malah tertawa melihat yeonjun.

"Sudah mandi tapi kotor ih."

"Sudah soobin, jangan meledek. Kasian enjun tuh."
Minhyuk membela yeonjun yang tampak ingin menangis, sedikit tertawa karena memang baju, tangan serta wajah yeonjun di penuhi tepung. Yeonjun memang tidak sadar jika tangan kotornya mengelap tepung pada baju dan wajahnya sendiri secara tidak sengaja. Anak kecil memang sedikit ceroboh.

"Njun mandi dulu yuk, nanti pinjam baju soobin Hyung dulu."
Yeonjun mengangguk dan mengikuti minhyuk yang menuntunnya ke kamar mandi.























"Soobin, apa tidak ada baju lain yang lebih kecil dari ini?"
Tanya minhyuk saat memakaikan baju yang tadi soobin berikan pada yeonjun. Bajunya terlalu besar, seperti kaos oversize yang terlalu over. Bajunya terus melorot ke bawah sehingga menampakan badan bagian atas yeonjun.

"Ayah sudah menjualnya di pusat barang bekas, sudah tidak ada baju kecil lagi."

"Astaga, iya juga ya. Ayah lupa."

Minhyuk pun teringat bahwa ia mempunyai peniti. Langsung saja ia pasangkan peniti di bagian kerah atas kaos agar baju yang yeonjun kenakan tidak melorot ke bawah lagi.

"Aigoo, imut sekali yeonjunie~"
Puji minhyuk pada yeonjun yang mungil, bahkan terlihat lebih mungil dengan pakaian kedodoran.

"Kayak kurcaci enjun haha."
Soobin menertawai yeonjun yang tampak malu-malu, tidak tahu jika kurcaci dalam film snow white itu adalah orang bertubuh kerdil. Yeonjun malah tersenyum pada soobin, merasa soobin memujinya, padahal itu adalah ejekan.

Minhyuk pun geleng-geleng kepala pada soobin. Sedikit bersyukur karena yeonjun tidak tahu, jadi yeonjun tidak akan menangis.




















"Njun ngga bisa makan dengan benar ya? itu pipinya sampai belepotan."
Tunjuk soobin pada pipi yeonjun yang kotor oleh tepung yang berasal dari luaran mochi.
Mata yeonjun membulat dan tangannya mengusap-usap pipinya sendiri, berusaha membersihkan tepung yang meleber ke pipinya, tapi malah tambah belepotan karena tangan yeonjun pun kotor oleh selai kacang.

Soobin yang tidak sabaran pun mengambil tisu dan mengelap pipi serta tangan yeonjun sampai bersih. Selesai membantu yeonjun membersihkan noda mochi, soobin dengan gemas mencubit pipi yeonjun. Yeonjun diam memandanginya dengan muka bingung.

"Jangan melamun."
Nasehat soobin sambil mengambil sebuah mochi dan menyodorkannya ke depan mulut yeonjun yang sedikit terbuka.

"Biar hyung suapi."
Yeonjun menerima suapan soobin sedikit malu, mengunyahnya dengan hati senang. Ternyata mochi rasa cinta lebih enak saat di kunyah di mulut, selai kacangnya terasa lumer dan manis di lidah.



























Dr. Soobin is My Americano||Soobjun|| ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang