Yeonjun sudah terlihat lebih bertenaga walaupun masih pucat, hanya perlu memperbaiki pola makannya untuk mengecilkan perutnya yang besar karena efek obat-obat semasa tipes kemarin. Demam, diare dan sakit seluruh badannya sudah mereda dan dinyatakan sehat.
Yeonjun senang sekali karena akhirnya hari ini ia bisa pulang ke rumah, bibir kecilnya tertarik ke atas menimbulkan senyum yang amat manis, siapapun yang melihatnya pasti akan tau jika yeonjun adalah anak ceria yang tengah bahagia.
Tapi senyumannya langsung lenyap saat mommynya meninggalkannya, kembali. Yeonjun kembali ke rumah sendirian. Ibunya kembali di sibukkan dengan kegiatan syuting drama, film, iklan dan permodelan.
"Nanti di rumah ada babby sitter kok." Taehyung membujuk anaknya yang sudah berkaca-kaca dan hampir menangis.
"Mommy nda antal jun?"
Suara yeonjun tercekat karena menahan isakan. Yeonjun tahu jika mommynya bekerja agar kebutuhan sehari-hari yeonjun tercukupi, uang itu memang sangat penting, untuk mendapat sesuatu hampir semuanya membutuhkan uang. Tapi apa tidak bisa taehyung menghabiskan sedikit waktunya bersama yeonjun di rumah. Begitu kiranya yeonjun berpikir.
Taehyung menggeleng, rasanya berat sekali meninggalkan anak semata wayangnya pada orang lain. Suami taehyung sendiri, si jungkook adalah orang yang sangat sibuk. Jangankan pulang, menghubungi untuk bersapa kabar pun hampir tidak pernah.
"Tidak papa ya. Njun anak mommy katanya kuat, jangan sedih ya. Nanti kalo mommy senggang bakal ajak njun jalan-jalan ke luar deh, beli es krim yang banyak. Njun suka es krim kan?"
Satu-satunya cara membujuk yeonjun kecil adalah menjanjikannya ice cream, pasti langsung menurut.
"Es klim min coco mom."
"Iya, bisa ambil sepuasnya. Ya udah ya sayang, Hati-hati dijalan!"
Yeonjun langsung menutup kaca mobil karena tidak tahan melihat mommynya yang melambai-lambaikan tangan padanya. Yeonjun itu cengeng, tapi tidak mau di bilang cengeng oleh orang lain. Kini pun yeonjun sudah menekuk lututnya di depan dada, isakannya keluar menyakitkan akibat tertahan terlalu lama. Dengan mata terpejam yeonjun mencoba untuk tidur agar tangisannya berhenti, yeonjun harus terbiasa di tinggal ibunya, diluaran sana banyak anak yang tidak punya orangtua pun masih bisa bahagia, jadi dirinya harus lebih bahagia karena masih punya orangtua yang menyayanginya walaupun sering sibuk.
"Coobin yuun!"
Yeonjun berteriak sambil berlari dengan lucu karena pipinya ikut bergoyang-goyang saat dibawa berlari menghampiri soobin yang berjalan di koridor rumah sakit.
"Oh Hai.."
Soobin berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya, bersiap menangkap yeonjun di depannya. Memberinya pelukan hangat, tidak lupa mencubit kedua pipi menggemaskan yeonjun yang tidak boleh terlewatkan.
"Njun kesini sendiri kah?"
"Tadi di antal supil, tapi cudah njun suluh pulang."
Soobin menuntun yeonjun ke taman rumah sakit yang terdapat ayunan yang sangat nyaman karena ada penutupnya di bagian atas.
"Njun mau jugaa.."
Yeonjun menatap penuh binar pada soobin yang berada di atas ayunan.
"Ayo sini.."
"Njun nda bica naik yun, tindi."
"Sini sini, njun naik ke kaki Hyung ya. Sandalnya di lepas dulu njun."
Soobin memberi intruksi agar yeonjun bisa menaiki ayunan dengan menggunakan kaki soobin untuk memanjat, dan berhasil. Yeonjun senang sekali akhirnya bisa menaiki ayunan dengan usaha kecilnya dengan bantuan soobin.
Wush ...wush ...wush...
"Jangan kencang-kencang yun!"
"Ehehe asik tau."
"Njun mau tulun, takut."
"Asik lho, njun ngga bakalan jatuh."
"Jangan kencang."
"Nah, sudah tidak kan?"
"Uhm, tadi telalu kencang. Nda enak."
"Yun nda cekolah?"
Tanya yeonjun tiba-tiba, menyadari ini masih pagi, waktu anak-anak untuk bersekolah.
"Hari ini kan libur, tidak ada yang ke sekolah njun."
"Oo."
"Iya. Njun sudah sarapan?"
"Tadi cudah, minum cucu bial tindi kaya binie yun."
"Kalo pengin tinggi harus banyak makan sama olahraga juga njun. Kalo cuman minum susu mah ngga bakal tinggi."
Nasehat soobin sok tahu, sebenarnya hanya tujuan soobin agar yeonjun jadi suka makan.
"Yun cudah salapan?"
"Sudah dong."
"Eh njun."
"Ada apa binie yun?"
"Njun cengeng ya?"
"Njun nda cengeng yun."
Ucapnya membela diri.
"Tapi kemarin katanya menangis di tinggal mommy."
"Hiks, njun mau mommy. Mommy kerja telus, njun cedih hiks."
Soobin menyesal sudah menggoda yeonjun, sudah tahu cengeng tapi soobin malah meledek. Kini soobin jadi bingung saat tangisan yeonjun semakin keras dan sulit berhenti.
"Soobin pergi deh kalo njun menangis terus, soobin ngga suka anak cengeng."
Putus soobin sambil berpura-pura meninggalkan yeonjun di atas ayunan.
Yeonjun panik dan menggeleng tidak mau di tinggalkan.
"Binie yuun! Njun nda bica tuluun!"
"Njun jangan nangis lagi, nanti Hyung tinggal kalo cengeng."
"Njun nda nangis lagii!"
Yeonjun berteriak sambil mengelap air matanya yang mengalir.
"Jangan cengeng lho ya, masa laki-laki cengeng."
Nasehat soobin sambil membopong yeonjun, menurunkannya dari ayunan.
Hai, mulai besok aku up 2 hari sekali ya 🙏
Udh mulai ngampus lagi
Makasih atas votmentnya ❤❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Dr. Soobin is My Americano||Soobjun|| END
FanficDisaat orang lain berdoa untuk selalu sehat, yeonjun adalah anak unik yang berdoa agar dirinya sakit. "Aku ingin sakit demi bertemu dengan Dr. Soobin." Start : 9 September 2023 End : 14 November 2023
