selamat datang Indonesia~

35 0 0
                                        

Keesokan harinya,Alfian akan dikirim ke Indonesia,ia akan di sekolahkan di Indonesia,sekaligus akan dimasukkan ke pondok pesantren di daerah Jakarta Selatan,di sana ada neneknya,jadi Alfian akan dikirim ke rumah neneknya,ini adalah hukuman untuk Alfian , karena Alfian berseteru dengan Syahira dan Rain jadi ia diberi hukuman, hukuman yang bukan main main , hukumannya adalah ia akan di kirim ke Indonesia,negara kelahirannya.

Sebenarnya bunda Inayah tak tega berpisah dengan Alfian ,tapi ini demi kebaikan bersama,bunda Inayah ingin anak anaknya bersikap baik terhadap semua orang,bukan malah berseteru__

Pagi ini Alfian sudah diantarkan ke bandara,bunda Inayah,ayah Abyan,Namira,Inara dan Dodo serta yang lainnya juga ikut mengantar Alfian ke bandara menuju Indonesia

"Bunda,apa bunda yakin akan memisahkan Alfian ?"ucap Inara

"Bunda yakin Ra,ini demi kebaikan bersama"

"Bunda dari pada aku berpisah dengan Abang Alfian ,aku lebih baik ikut ke Indonesia"ucap Azmi

"Azmi ,ini hukuman untuk Alfian"

"Nay kamu yakin akan mengirim Alfian ke Indonesia?"ucap Abyan

"Aku yakin "ucap Inayah

Alfian menyeret kopernya menuju pesawat,tak ada senyum di wajahnya,hanya dendam yang membara,ia mengepalkan tangannya saat melihat Syahira tersenyum ke arahnya

Alfian masuk ke dalam pesawat, pesawat akan segera meluncur menuju Indonesia ,Abyan meneteskan air matanya saat melihat pesawat mulai terbang, pesawat yang membawa buah hatinya pergi

Sementara Alfian

"Selamat tinggal Korea Selatan, selamat datang Indonesia"ucapnya sambil menitikkan air matanya

*****
"Ini semua salah aku,gara gara aku ,Abang Alfian di kirim ke Indonesia"ucap Syahira

"Syahira, Rain, kalian juga salah karena telah berseteru dengan Alfian,lain kali jangan berseteru dengan sodara sendiri "ucap Namira sambil melotot ke arah anak anaknya

Andai mereka semua saling menyayangi tanpa konflik ,tapi sepertinya susah untuk berdamai dengan kenyataan~

~~~~~
Alfian sudah sampai di bandara Soekarno Hatta Jakarta,ia memesan taksi online menuju rumah sang nenek,ia merasa kasihan pada nasibnya sendiri,ia seperti di buang oleh ibu kandungnya sendiri , sepertinya bunda Inayah lebih menyayangi Syahira dan Rain

Diary SyahiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang