Kebenaran

450 9 2
                                        

Alya menatap jam di handphonenya dengan lesu, sudah terhitung 10 kali dirinya melakukan hal itu, rasanya waktu terasa begitu lambat ditambah dirinya juga bosan. Alya menatap Gara yang tengah sibuk bersama Aldo dimeja kerjanya. Rasanya Alya sekarang sedikit menyesal karena mengikuti perintah Gara untuk ikut bersamanya ke kantor. Kalau tahu akan membosankan seperti ini, ia tak akan membiarkan Azril dijaga oleh Rangga.

Alya membuka YouTube di Handphonenya sepertinya itu adalah jalan terbaik untuk mengobati kebosanan, namun belum juga lama ia kembali mematikan ponselnya karena sama saja. Bosan.

Gara yang menyadari kalau Alya tengah bosan menghampirinya.

"Sayang, kamu mau makan ?" Tanya Gara, ia duduk disamping Alya dan mengelus tangannya pelan. Hal itu tak luput dari pandangan Aldo.

Alya menggeleng " enggak, tapi aku bosan" Jawab Alya sedikit mengeluh diakhir.

Gara tersenyum tangannya berpindah mengelus Surai Alya pelan.

"Maaf ya sayang aku gak bisa nemenin kamu, aku sibuk" Gara merasa bersalah, dia yang mengajak Alya kesini tapi malah membuatnya bosan.

"Em...gini saja, kamu bisa lihat lihat kantor ini, di bawah juga ada restoran kalau kamu lapar. Ini kartunya "
Lanjut Gara membuat mata Alya berbinar, dirinya sudah sangat bosan duduk diam dari tadi, sepertinya jalan jalan sebentar menyenangkan.

"Tapi ingat jangan pulang" Pinta Gara, yang diangguki antusias oleh Alya.

"Makasih kak, Alya janji gak akan pulang. Nanti balik kesini lagi " Alya berdiri dengan semangat, namun diam tak beranjak.

"Kenapa ?" Tanya Gara heran.

"Kakak berdiri bentar" Suruh Alya yang diikuti Gara.

"Makasih kak " kata Alya sembil memeluk Gara erat. Gara membalas pelukan Alya tak kalah eratnya, ini momen langka dimana hanya Gara yang biasanya lebih dahulu memeluk Alya.

"Ehemmm, jangan lupa masih ada satu manusia disini " celetuk Aldo tiba tiba, ia merasa jengkel dengan kedua sejoli yang tak peka dihadapannya.

Alya segera melepaskan pelukannya dan tersenyum kikuk, saking senangnya Alya lupa kalau Aldo juga ada disini.

"Alya keluar dulu ya kak " pamit Alya cepat.

Gara melambaikan tangannya sambil tersenyum, namun beberapa detik kemudian tatapannya menjadi sangat tajam dan menatap Aldo dengan sengit. Ia tak suka momen langka nya malah dirusak oleh sahabat laknat nya itu.

"Kenapa?" Tanya Aldo pura pura tak tahu.

Gara mendengus kesal ia kembali ke meja kerjanya dengan Aldo yang nyengir tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

"Nah apa kan yang gua bilang, Lo bakal jatuh cinta sama Alya" Kata Aldo, dirinya menepuk pundak Gara sedikit keras, sehingga sang empu meringis menahan sakit.

"Jadi, gimana ?" Tanya Aldo, namun Gara tak mengerti akan pertanyaan yang dilontarkannya.

"Gimana apanya?"

"Hubungan Lo kedepannya?" Tanya Aldo serius.

"Entahlah, lihat saja nanti " Jawab Gara kembali fokus ke dokumen dihadapannya.

"Gua harap lo, memilih keputusan yang bijak "

"Hmmm "

*****

Alya keluar dari lift dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya, ia melangkah dengan ringan. Sesekali ia juga tersenyum pada orang yang lewat.
Hal pertama yang ia akan tuju adalah restoran perusahaan, Gara bilang kalau makanan disini sangat enak. Jadi Alya sedikit penasaran bagaimana rasanya apa akan seenak itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 17, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Little MomCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang