Bab 7 : Firasat.

410 28 0
                                        

#edit (Aku akan merubah beberapa alur cerita ini, karena menurutku ceritanya jadi mengambang)

.
.
.
.
.

Beberapa hari kemudian.

Setelah hiruk pikuk rumor mengenai dirinya, Dietrich malah berkunjung malam-malam kekamarnya setelah mereka mengadakat rapat tadi siang. Apalagi Pria itu mengenakam baju tidur sutranya. Membuat Rosela dapat melihat lekuk tubuh berototnya yang menggoda di balik pakaian tersebut.

"Maaf, Saya tidak melayani di malam hari." Ucap Rosela dengan wajah sedikit memerah.

Walau matanya takjub dengan pesona Dietrich, Rosela juga tidak mau dianggap wanita murahan. Jika seorang Pria datang ke kamar wanita malam-malam begini kalau bukan mau berhubungan intim ya mau apa lagi?

Ekspresi Dietrich sedikit terkejut mendengarnya, "ekhem, jangan salah paham, aku datang kesini untuk membicarakan rencana kita." Terangnya. Baru kali ini Pria itu menunjukkan ekpresi lain selain datar dan marah. Rosela lumayan kagum.

"Aku akan pergi mencari saksi besok," sambungnya,

Rosela hampir lupa jika besok Dietrich pergi menemui saksi yang telah bekerja sama dengan Ratu untuk meracuni Ibunya. Padahal rencana itu sudah mereka bicarakan tadi siang.

"Saya hanya memberikan peta itu kepada Anda dan Dalton." Terang Rosela, pasalnya Ia memberikan peta lokasi dimana saksi itu tinggal, dan Rosela membuatnya sesuai dengan isi novel yang Ia baca. Karena di novel juga diperlihatkan gambar petanya. "Aku harap anda selamat diperjalanan dan berhasil membawanya." Sambungnya.

Setelah itu hanya ada keheningan untuk beberapa detik.

"Apa hanya itu yang ingin Anda sampaikan?" Tanya Rosela kemudian, Ia merasakan hawa-hawa yang tidak baik jika Dietrich terus berlama-lama di kamarnya. Karena pesona Pria itu sangat mengganggunya.

"Kalau begitu aku balik dulu." Pamit Dietrich tiba-tiba. Sebelum balik badan dan pergi ia menatap Rosela untuk sesaat.

Lagi-lagi ekpresi datarnya itu sulit untuk Rosela baca, "ada apa?" Tanyanya bingung.

"Apa alamat yang kau berikan itu tidak salah?" Tanya Dietrich memastikan, padahal mereka sudah membicarakan hal itu tadi siang. Dan Dietrich percaya, kenapa sekarang marah meragukannya. "Aku hanya ingin memastikan." Tambahnya.

"Cara Yang Mulia memastikannya seperti ingin menuduhku penipu." Keluh Rosela.

"Aku tidak pernah menyebutmu penipu." Timpal Dietrich membela diri. Padahal waktu pertama kali mereka bertemu Dietrich menganggap Rosela penipu dan memasukkannya ke penjara.

"Dulu iya! Sudahlah, saya mengantuk! Lebih baik Yang Mulia kembali ke kamar Anda." Protes Rosela jadi kesal. Ia bahkan membalik tubuh Dietrich dan mendorongnya keluar. Setelah berhasil mengeluarkan Dietrich dan kamarnya, Ia pun menutup pintu kamarnya rapat-rapat.

👑👑👑
 

Keesokan harinya.

Dietrich pergi ditemani oleh Dalton, orang kepercayaannya. Mereka sengaja berangkat ssbelum matahari terbit untuk menghindari kecurigaan. Karena bisa jadi ada mata-mata Pauliana di sekitarnya. "Ayo!" Serunya, dan Dalton pun mengikutinya.

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang