"Silakan," ucap Anna dengan sopan sambil membukakan pintu sebuah ruangan khusus tamu milik Rosela. Letaknya tidak jauh dari kamar sang putri dan kamar Yesenia, tersembunyi di lorong yang tenang dan jarang dilewati pelayan lain. Ruangan itu tidak terlalu besar, namun tertata indah dengan nuansa lembut khas putri.
Dietrich dan Benjamin melangkah masuk, pakaian mereka saat ini jauh dari kata bagus, karena mereka memang menyamar. Dan, Keduanya pun duduk di sofa, sedikit canggung namun berusaha terlihat santai. Ini pertama kalinya mereka duduk di ruang pribadi seorang putri kerajaan. Benjamin bahkan sempat melirik sekeliling dengan kagum, sementara Dietrich memilih menahan diri, meski tatapannya tak bisa sepenuhnya menyembunyikan rasa rindu yang mulai muncul.
"Sebentar lagi Yang Mulia Putri akan datang. Silakan nikmati teh dan camilannya," lanjut Anna dengan senyum tipis. Di atas meja memang sudah tersaji teh hangat dalam cangkir porselen cantik, lengkap dengan beberapa camilan kecil yang tertata rapi.
Kembali ke bazar, Rosela masih menjalankan tugasnya dengan anggun. Ia menyapa para pedagang satu per satu, mendengarkan cerita mereka, memuji dagangan mereka, dan sesekali membeli beberapa barang kecil. Senyumnya tampak tulus, walau pikirannya sesekali melayang memikirkan Dietrich.
Yesenia yang berjalan di sampingnya sempat mencoba melambat, namun Rosela dengan cepat meraih lengannya. "Jangan menghilang lagi," bisiknya pelan. Yesenia hanya menghela napas kecil, tapi menurut saja.
To be continue...
BACA FULL DI KARYAKARSA, LINK ADA DI BIO AKUN INI. INGAT, 1 BAB CUMA 2000 (SEHARGA UANG PARKIR)
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I a Villain
FantasyReinkarnasi di dunia isekai jadi tuan putri atau bangsawan? Mana enak! Jadi budak lah... Itu semua adalah hal yang dirasakan oleh Rosela. Seorang perempuan berusia 19 tahun yang hendak pulang kerumahnya malah ditabrak truk. Dan masuk kedunia novel...
