Bab 32 : Mata Merah

94 5 0
                                        

Cerita ini akan dihapus setelah 12 jam dipublish.

Di karyakarsa sudah sampai bab 39😊

Selamat membaca~

.
.
.

Kemarin Dietrich mendengar kabar bahwa Rosela pergi keluar bersama Yesenia. Hanya sebentar, hanya urusan kecil, begitu kata Felix. Namun bagi Dietrich, itu cukup untuk membuat dadanya terasa sesak. Ia cemburu dengan Yesenia yang bisa leluasa pergi bersama kekasihnya.

Semenjak mereka menjadi kekasih, ia dan Rosela belum pernah benar-benar pergi berdua. Selalu saja ada tugas kerajaan, rapat para bangsawan, atau urusan istana yang memaksa waktu mereka terserak seperti serpihan kaca. Dietrich tahu Rosela tidak pernah menuntut. Ia selalu memahami, selalu tersenyum lembut, seolah semua itu tak pernah menjadi masalah. Tapi justru itulah yang membuat Dietrich tak tenang.

“Aku seharusnya membawa Rosela keluar… meski hanya sekali,” gumamnya lirih di ruang kerjanya yang dipenuhi tumpukan dokumen. Ia meremas penanya, menahan napas panjang. “Aku ini kekasih macam apa?”

Akhirnya ia mendongak dan memanggil seseorang.
“Felix.”

Pelayan kepercayaannya segera melangkah masuk. “Ya, Yang Mulia?”

Dietrich berdiri, membenarkan mantelnya. “Sampaikan pesan pada Rosela. Katakan bahwa aku ingin mengajaknya keluar dari istana sore ini. Tidak ada agenda resmi, hanya… hanya kami berdua.”

Felix tersenyum kecil, tampaknya mengerti. “Baik, Yang Mulia.”

         


 

To be continue...

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang