Bab 14 : Muncul.

301 16 5
                                        

#edit (Aku akan merubah beberapa alur cerita ini, karena menurutku ceritanya jadi mengambang)

Seorang wanita berambut merah tengah memandangi dirinya di depan cermin. Ia menatap wajahnya sendiri lalu menyentuhnya. Kaget. Wanita itu pun menampar pipinya sendiri. "Aww!" Jeritnya kesakitan. Sepertinya saat ini Dia tidak bermimpi.

Wanita itu juga masuk kedalam novel seperti Rosela, dan Ia masuk kedalam tubuh Yesenia, calon tunangan Dietrich. Karakter yang selama ini Ia benci kareba sosoknya di novel begitu menjengkelkan. Dan, dari sebanyak itu karakter di novel ini kenapa dia harus bereinkarnasi ke tubuh Yesenia. Kenapa tidak jadi yang lain saja. Karena takdir Yesenia adalah disikirkan dari istana dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena hampir membunuh Aria.

Aria adalah Istri Benjamin nantinya, dan putra mereka bernama Eric. Sebagai shotacon, Ia sangat mencintai karakter anak kecil yang imut-imut. Makanya Yesenia langsung jatuh cinta kepada karakter Eric.

Seorang pelayan masuk kedalam kamar Yesenia. "A-anda sudah bangun, Nona?" Tanya pelayan itu, ekspresinya terlihat ketakutan.

Melihat ekspresinya membuat Yesenia menghela nafas, bagaimana pun juga karakternya memang digambarkan kejam dan manja. "Iya, tolong bawakan aku sarapan." Pinta Yesenia sambil melemparkan senyum.

Pelayan itu pun lari keluar dari kamar Yesenia. Dia berpikir jika saat ini mungkin Yesenia lagi kesal. Apalagi melihat senyuman paksa dari majikannya itu. Karena Yesenia yang biasanya tidak pernah tersenyum, malah hanya bisa marah-marah.

Yesenia tidak terlalu memperdulikan pelayan itu yang kabur karena ketakutan. Fokusnya teralihkan dengan wajah dan bentuk tubuhnya dikaca. "Ah, ternyata Yesenia cantik, tubuhnya juga bagus. Tapi sayang, sifatnya jelek dan jahat." Gumamnya sambil menyayangkan wajahnya sendiri. "Yah, kalau sudah seperti ini aku harus menikmati hidup." Sambungnya, lalu langsung menghempaskan diri ke atas ranjang.

Ranjangnya sangat empuk. Padahal di dunia asalnya Yesenia adalah orang miskin yang tidur saja di lantai dengan beralaskan kasur kapuk tipis. Yesenia di dunia nyata hanyalah seorang anak pembantu. Kenapa Ia bisa membaca novel karena Yesenia diam-diam mengambilnya dari kamar putri majikan Ibunya.

Beberapa saat kemudian pelayan itu masuk sambil membawa nampan berisi sarapan. "I-ini sarapannya, Nona." Ucap pelayan itu tadi sambil meletakkan nampan tersebut kehadapan Yesenia.

"Terimakasih." Ucap Yesenia, "ah, namamu siapa? Aku lupa?" Tanyanya kemudian. Jujur, Yesenia tidak tahu nama pelayan sendiri karena Ia tidak terlalu menyimak kehidupannya di novel.

"Ella, nama Saya Ella Nona." Jawab pelayan itu masih takut-takut.

"Baiklah Ella, mulai sekarang aku akan merubah sifat jelekku. Dan, Kau harus membantuku untuk merubahnya. " Ucap Yesenia.

Ella terdiam sejenak. Mana mungkin orang yang terkenal kejam dan manja tiba-tiba mau berubah dalam waktu semalam. Apa Yesenia tidak salah makan kemarin? Padahal sebelum tidur Yesenia masih bisa memarahi para pelayannya. "K-kalau boleh tau kenapa anda mendadak ingin berubah?" Tanyanya penasaran.

"Semalam aku bermimpi buruk. Aku akan mati di istana karena kesepian." Jawab Yesenia dengan senyum pahit.

Di novel sudah dijelaskan kalau hidupnya akan kesepian karena Benjamin nantinya akan memilih Aria. Tapi, itu hanya berlaku untuk Yesenia sesungguhnya, ia adalah Yesenia palsu. Jadi, Ia ingin merubah takdir. Kalau bisa Yesenia ingin membatalkan acara pertunangan mereka.

"Aneh, padahal ketika Raja dan Ratu menyetujui permintaan Tuan Duke untuk menjodohkan Nona dan Pangeran, Nona begitu senang sampai jatuh sakit. Lantas, kenapa sekarang Nona merasa takut? Bukankah itu impian Nona sejak dulu?" Tanya Ella penuh pertanyaan, karena sifat Yesenia terlihat aneh baginya.

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang