Bab 42 : Konflik

33 2 0
                                        

Rosela berdiri di tengah rumah kaca yang dipenuhi bermacam-macam bunga, dan cahaya matahari siang itu menembus atap kaca---membuat tempat itu terlihat indah dan hangat. Berbeda dengan suasananya justru tegang. Dengan wajah dingin dan sorot mata tajam, Rosela mengangkat tangannya dan memerintahkan Xiena untuk berlutut di hadapannya.

Xiena langsung menegang. Wajahnya menunjukkan campuran marah dan tidak terima. Ia menggeleng kecil dan mencoba bertahan berdiri. Harga dirinya menolak untuk tunduk begitu saja. Tapi dua pengawal di belakangnya bergerak cepat. Mereka menekan kedua pundaknya dengan kuat sampai tubuhnya terdorong turun. Lutut Xiena menyentuh lantai batu yang dingin.

"Memangnya kau siapa? Beraninya menyiram pelayan pribadiku," kata Rosela dengan nada kesal.

Xiena menatap ke atas dengan napas berat. Matanya mulai berkaca-kaca, tapi suaranya tetap berani. "Aku pelayan pribadinya Yang Mulia Putri Lily," jawabnya tegas.

"Oh… masih bisa menjawab!" balas Rosela dengan senyum tipis yang tidak ramah. Ia terlihat kesal karena Xiena terlihat ingin melawannya.


To be continue...

BACA FULL DI KARYAKARSA, LINK ADA DI BIO AKUN INI. INGAT, 1 BAB CUMA 2000 (SEHARGA UANG PARKIR)

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang