#edit (Aku akan merubah beberapa alur cerita ini, karena menurutku ceritanya jadi mengambang)
"Jadi maksudmu kau mau berpura-pura menjadi ibuku untuk menakut-nakuti Ratu?" Tanya Dietrich sedikit terkejut.
Rosela mengangguk.
Rencananya Rosela akan berpura-pura menjadi hantu gentayangan ratu sebelumnya alias ibu Dietrich. Terdengar sedikit beresiko jika ketahuan. Namun, bisa jadi ini peluang bagi mereka. Apalagi warna rambut Rosela dan Daphne sama-sama hitam. Mungkin aja Ratu terkecoh dan percaya. Karena di novel disebutkan bahwa Pauliana masih terngiang-ngiang akan sosok Daphne sampai akhir hayatnya.
"Ketika Aku bersembunyi di dalam lemari Ratu, beliau sendiri yang bilang kalau Ibu anda terus menghantui mimpinya. Makanya saya membuat rencana ini. Ini kesempatan bagus untuk membuka kedok beliau." Terang Rosela, Ia tidak pernah seyakin ini sebelumnya.
"Menurutku rencanamu kali ini boleh dicoba." Ucap Dietrich setelah berpikir sejenak.
Rosela menyeringai, "apa ku bilang, Aku itu berada di pihak Anda. Anda sendiri yang selalu meragukan kesetiaan ku." Keluh Rosela. Tapi, memang benar. Selama ini Rosela selalu menunjukkan kesetiaannya, hanya saja, Dietrich selalu meragukannya. Dan, itu membuat Rosela terluka.
"Maaf," Ucap Dietrich. Walau ekspresinya datar, tapi nada bicaranya terdengar seperti menyesal.
Rosela menghela. "Jangan mudah mengumbar maaf jika kata maaf yang anda ucapkan itu malah diganti dengan rasa tidak percaya nantinya." Tukas Rosela, ia masih tidak bisa melupakan perlakuan Dietrich yang selalu ragu-ragu.
"Kali ini Aku benar-benar minta maaf," ucap Dietrich.
"Aku bisa memaafkan, tapi Aku tidak lupa." Balas Rosela penuh makna.
Sebenarnya cara bicara Rosela kepada Dietrich bisa di sebut semi formal. Dibilang formal tidak juga, dibilang informal tidak juga. Malah Rosela berbicara formal dengan Benjamin walaupun dekat. Aneh memang. Namun, Dietrich tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Pendendam sekali." Ucap Dietrich, Ia cukup menyesal karena sudah membuat Rosela kecewa padanya.
"Baguslah jika anda sadar." Balas Rosela ketus.
👑👑👑
Keesokan harinya.
Rosela terlihat sibuk memilah-milah pakaian yang diberikan oleh pelayan Dietrich. Itu karena kemarin malam Rosela meminta Dietrich untuk membawakan baju bekas Ibunya untuk Rosela pakai sebagai penyamaran jadi hantu.
"Sepertinya yang ini cocok." Ucap Rosela sambil mengangkat sebuah gaun putih.
Riri mengerinyit, "itu baju pengantin." Tukasnya.
"Lebih bagus lagi, karena warnanya putih, seperti hantu." Ujar Rosela santai.
"Memangnya warna hantu putih?" Tanya Riri bingung.
Rosela tertawa kecil, "tidak juga, tapi kebanyakan warna putih. Aku tidak pernah mendengar hantu warna hijau tuh." Jawabnya. Sebenarnya Rosela teringat hantu-hantu dari dunia asalnya, dan kebanyakan para hantu mengenakan baju putih atau kain putih. Mungkin disini tidak jauh berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I a Villain
FantasyReinkarnasi di dunia isekai jadi tuan putri atau bangsawan? Mana enak! Jadi budak lah... Itu semua adalah hal yang dirasakan oleh Rosela. Seorang perempuan berusia 19 tahun yang hendak pulang kerumahnya malah ditabrak truk. Dan masuk kedunia novel...
