Bab 29 : Pengakuan.

115 2 0
                                        

Setelah 12 jam akan di hapus sebagian dan di publis di KaryaKarsa. Link di bio akun ini😗

.
.
.
.
.

Rosela kembali ke kamarnya sambil tertawa kecil, menutup mulutnya agar suara itu tidak terdengar oleh pelayan yang lalu-lalang di koridor. Malam itu suasana hatinya benar-benar cerah. Tak pernah sekalipun terbayang olehnya jika seorang pria seperti Dietrich-yang terkenal dingin, tegas, dan selalu tampak mengintimidasi-ternyata bisa sesungguhnya begitu... lugu.

Bayangan tadi, ketika ia hanya menyentuh tangannya, membuat Rosela kembali tertawa sendiri. Pria itu langsung mematung, seolah seluruh tubuhnya membeku. Sungguh kontras dengan sosok yang ia kenal selama ini. Rosela bahkan sempat membandingkan dengan pemandangan yang ia lihat sebelumnya, saat Dietrich berciuman dengan Estela. Saat itu, Dietrich terlihat biasa saja, sama sekali tidak gugup, bahkan nyaris datar.

"Apa mungkin karena tidak didasari cinta?" gumamnya sambil merebahkan diri ke ranjang, memandang langit-langit kamar dengan pipi yang masih memerah.

"Bagaimana, Nona?" suara lembut Riri tiba-tiba memecah lamunannya.

Rosela menoleh ke arah pelayannya itu, senyum tak bisa lepas dari wajahnya. "Baik," jawabnya singkat, meski matanya jelas-jelas berbinar.

"Maksudnya?" tanya Riri dengan wajah penasaran.

Rosela menghela napas, lalu duduk tegak. Dengan suara yang bergetar menahan malu sekaligus bahagia, ia berkata, "Kami resmi menjadi sepasang kekasih."

Sekejap mata, Riri menjerit pelan, lalu melompat kegirangan. "Akhirnya! Maksudku... selamat, Nona!" Ia berputar sekali di tempat seperti anak kecil yang kegirangan.





To be continue...

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang