#edit (Aku akan merubah beberapa alur cerita ini, karena menurutku ceritanya jadi mengambang)
Riri memberikan sepucuk surat ke tangan Dietrich, katanya itu adalah surat dari Rosela. Penasaran dengan isinya, Dietrich pun membacanya hingga selesai. Inti dari surat itu adalah pembenaran. Rosela bukanlah mata-mata Ratu, melainkan Dalton. Rosela bilang jika dia mendapat penglihatan ketika masuk kedalam penjara.
Awalnya Dietrich ragu, namun mengingat Rosela tahu nama panggilan kecilnya, Ia pun bimbang. Bagaimana pun Dalton sudah berada di sisinya semenjak Ibunya meninggal. Dietrich sudah menganggapnya sebagai kakak.
Dengan perasaan ragunya, Dietrich memilih untuk menemui Rosela.
Setibanya di penjara, Dietrich dikejutkan dengan penampilan Rosela yang terlihat seperti orang kerasukan. Bahkan wajahnya tertutupi dengan rambut hitam panjangnya.
"Richy sayang, apa kau tidak bisa mengenali Ibunda?" Tanya Rosela dengan nada rendah.
Dietrich terdiam.
Rosela melangkah satu langkah. "Bagaimana kondisimu? Maaf, Ibu pergi begitu cepat. Padahal Ibu mau melihatmu tumbuh menjadi pria yang baik dan bertanggung jawab." Lanjutnya, lalu melangkah cepat, tepat di depan Dietrich yang berdiri di dekat jeruji besi. "Tapi sayangnya kau tega denganku!" Teriaknya penuh amarah. Melihat mata merah Rosela membuat Dietrich tertegun.
Namun di detik berikutnya Rosela langsung mengibaskan rambutnya kebelakang dan tersenyum. "Bagaimana? Apa sudah mirip?" Tanyanya.
"Kau!"
"Itulah rencana yang mau Aku lakukan berikutnya." Terang Rosela sebelum Dietrich murka.
"Beraninya kau menipuku!"
"Mau bagaimana lagi, Anda selalu menuduh dan mudah terpengaruh. Padahal di awal Aku sudah bilang jika kepercayaan itu nomor satu." Keluh Rosela.
Dietrich menghela nafas. "Apa maumu sebenarnya?" Tanyanya kemudian. Rosela adalah tipe manusia yang tidak bisa ditebak.
Rosela juga ikut menghela. "Saya hanya butuh sedikit kepercayaan Anda, tidak banyak." Tambahnya. "Jika tahu seperti ini mungkin Aku tidak akan memanggilmu di festival itu atau merencanakan balas dendam ini. Aku sungguh-sungguh ingin membantu Yang Mulia. Karena aku tahu bagaimana sifat Ratu."
"Ketika kalian pergi, aku mendapat penglihatan dimana Dalton berbincang dengan Ratu dan mereka merencanakan pembunuhan saksi itu karena Dalton menceritakan rencana kita. Dalton harus disingkirkan. Dia mata-mata Ratu!" Ucap Rosela kesal.
Dietrich tetap diam. Sepertinya dia masih ragu.
"Baiklah, jika Anda masih tidak percaya Saya bisa melihat masa lalu, silahkan di tes." Bujuk Rosela kemudian, semoga Dietrich percaya. Karena semua isi novel ini sudah hapal dikepalanya.
"Tes?"
Rosela mengangguk. "Iya, tanyakan apa pun yang hanya Anda yang tahu. Tapi khusus di masa lalu." Jelas Rosela.
Dietrich berpikir sejenak, lalu melontarkan pertanyaan yang sangat sensitif baginya. "Apa yang di ucapkan Ibuku terakhir kalinya?"
Rosela ragu, karena Ia tahu bahwa itu adalah kata-kata yang selalu terngiang di kepala Dietrich hingga saat ini. Tapi, jika Rosela tidak jujur, dirinya malah semakin dicurigai. Jadi dia tidak punya pilihan selain mengatakannya. "Kasihan sekali Putraku. Maafkan Ibu." Ucap Rosela. Itu adalah adegan paling menyedihkan di novel ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I a Villain
FantasiaReinkarnasi di dunia isekai jadi tuan putri atau bangsawan? Mana enak! Jadi budak lah... Itu semua adalah hal yang dirasakan oleh Rosela. Seorang perempuan berusia 19 tahun yang hendak pulang kerumahnya malah ditabrak truk. Dan masuk kedunia novel...
