Bab 2 : Ditangkap

700 45 0
                                        

#edit (Aku akan merubah beberapa alur cerita ini, karena menurutku ceritanya jadi mengambang)

Rosela di bawa kedalam penjara. "Lepas anjing!" Umpatnya Rosela ketika dirinya di paksa untuk masuk kedalam jeruji besi.


Beberapa waktu sebelumnya Rosela memang terpana dengan kemegahan istana kerajaan, namun dirinya ditarik ke tempat yang dipenuhi oleh para penjahat.

"Kenapa kau bawa-bawa nama hewan?" Tanya Kesatria berambut coklat.

"Itu umpatan dari negeri asalku." Jawab Rosela kesal. Ia masih tidak bisa menerima dirinya dibawa paksa seperti ini. Nasib Riri bagaimana? Jika Madam Greta tahu Riri pasti akan dihukum dengan kejam. Semua ini salahnya karena ingin melihat festival.

"Ouh..." Kesatria itu tiba-tiba tersadar, "kau mengumpatiku?" Tanyanya marah.

Rosela mengangguk.

"Dasar budak tidak tau diri!" Bentaknya.

Rosela terlonjak kaget mendengar suara tinggi kesatria itu ketika membentaknya. Walau sering dibentak Greta, bentakkan dari seorang pria lebih menakutkan.

"Kalau bukan karena perintah Pangeran, kami juga tidak mau membawa budak sepertimu. Aku yakin kau pasti akan dihukum mati" kata Kesatria berambut jingga.

"Baru kali ini aku melihat gadis berambut hitam sepertimu," ucap Kesatria berambut coklat memaki Rosela tadi.

"Bahkan matanya merah. Sudah seperti penyihir saja." Sambung Kesatria berambut jingga.

Perkataan mereka memang benar. Kebanyakan orang di kerajaan memiliki rambut coklat, pirang, serta kemerahan, jarang ada orang dengan rambut hitam selain Pangeran Dietrich tentunya. Dikerajaan yang punya rambut hitam hanyalah Dietrich dan mendiang Ibunya, Ratu Daphne.

Raja sendiri memiliki rambut pirang serta mata biru, dan yang diturunkan ke Dietrich hanya mata birunya saja. Berbeda dengan Pangeran Benjamin, ia memiliki mata biru serta rambut pirang dari Raja. Itu juga dikarenakan faktor ibunya yang juga berambut pirang.

"Negara asalmu dimana?" Tanya Prajurit lain.

"Jauh, kalian tidak akan tau." Ucap Rosela kesal.

"Mana ada Kesatria yang tidak tahu negara lainnya. Kalau begitu kami berhenti saja jadi prajurit." Ucap si rambut Jingga sambil tertawa.

Mereka tertawa mengejek.

Rosela tidak mengidahkan ejekan mereka, ia tengah mencemaskan kondisi Riri disana.

"Apa yang kalian tertawakan?" Tanya Dietrich begitu masuk ke dalam penjara.

"Yang Mulia." Sapa yang lainnya sambil membungkuk hormat, hanya Rosela yang masih melamun karena pikirannya.

"Mulai sekarang kau jadi pelayan di istanaku." Perintah Dietrich. Entah mengapa perasaannya mengatakan bahwa Ia harus mempertahankan gadis ini di sisinya.

"Tidak mau." Tolak Rosela.

"Beraninya kau menolak perintah Yang Mulia!" Bentak si rambut coklat, padahal Ia sendiri terkejut mendengar Dietrich malah menjadikan gadis itu pelayannya.

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang