Bab 4 : Terkejut.

552 36 0
                                        

#edit (Aku akan merubah beberapa alur cerita ini, karena menurutku ceritanya jadi mengambang)




Pintu kamar Rosela tiba-tiba terbuka lebar, lebih tepatnya di buka paksa dari luar. Tentu saja Rosela dan Riri terkejut, tapi yang lebih mengejutkan ialah ketika seorang Lady dengan rambut perak memasuki kamar Rosela, dari pakaiannya yang mewah, sudah dipastikan Lady itu orang paling berkuasa disini. Tapi siapa?

"Ada apa ini?" Protes Rosela.

Seorang pelayan masuk dan menunduk. "M-maaf Nona Rosela, Nona Estela ingin bertemu dengan anda." Katanya dengan ekspresi takut.

"Siapa?" Ulang Rosela tidak kenal.

Ternyata Estela adalah nama Lady berambut perak itu, Ia mengedarkan pandangannya ke dalam kamar Rosela, lalu beralih menatap Rosela dari atas hingga bawah, dan tersenyum mengejek.

Estela melangkah maju, "perkenalkan, Aku tunangan Dietrich." Ucapnya penuh penekanan, seperti memberi isyarat agar Rosela sadar diri dan menyingkir dari sisi Dietrich.

Otak Rosela berputar, mengingat perkataan Dietrich kemarin malam. Jadi ini maksudnya untuk berhati-hati, karena tunangannya akan datang. Yah, tidak heran sih, mana ada perempuan yang diam saja ketika tunangannya membawa wanita lain ke sisinya.

Rosela hanya bisa mengikuti protokol dan membungkuk. "Terimalah salam hormat Saya Nona Estela," Ucapnya lemah lembut. Bagaimana pun di cerita novel aslinya, Estela adalah Istri sah sekaligus teman Dietrich, sebelum perempuan lain datang dan menjadi selir nantinya. Setiap cerita novel reikarnasi pasti begitu, ketika si tokoh utama Pria sudah menikah pasti akan ada perempuan yang nantinya menjadi cinta sejatinya.

"Tolong bawakan kue kering serta teh mawar ke taman, sudah lama Aku tidak menikmati suasana disana." Ucap Estela dengan nada memerintah.

Rosela mematung sebentar. Sikap Estela benar-benar kurang ajar. Dia pikir Rosela pelayan? Enak saja!

"Baiklah, Saya akan meminta pelayan untuk membawakan permintaan Nona," ucap Rosela tetap sopan dan berpikiran positif, padahal darahnya mendidih saat ini.

"Kenapa pelayan? Aku mau kau yang membawakannya, karna kau rakyat jelata." Balas Estela dengan nada merendahkan.

Kening Rosela berkerut. "Maaf?"

"Aku dengar Dietrich memungutmu dijalan dan membawamu ke istana. Rakyat jelata sepertimu tidak sepantasnya bersikap seperti seorang Lady di Istana." Lanjut Estela.

Urat-urat Rosela serasa ingin keluar mendengar perkataan Estela. Jika saja ini bukan di istana dan statusnya lebih tinggi, mungkin sebuah tamparan sudah melayang ke pipinya.

"Dari mana Anda mendengar rumor tersebut? Jika pangeran mendengar ucapan Anda yang merendahkan saya, mungkin beliau akan marah, karena saya adalah tamu Yang Mulia pangeran." Balas Rosela tak mau kalah. Sekaligus ingin memanasi Estela.

Tidak ada yang tau bahwa ia budak dan seorang rakyat jelata di Istana.

"Beraninya kau menceramahiku!" Bentak Estela hendak menampar Rosela.

Dietrich tiba-tiba masuk ke dalam kamar Rosela. Awalnya Ia ingin pergi ke barak latihan, namun ketika melihat pintu kamar Rosela terbuka lebar membuatnya penasaran. Bohong jika Dietrich tidak tahu Estela datang, hanya saja Ia penasaran bagaimana Rosela akan menghadapi wanita itu.

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang