Bab 44 : Bazar

27 2 0
                                        

Rosela berdiri di depan cermin tinggi berbingkai emas di kamarnya, memandangi bayangannya sendiri dengan senyum tipis yang sulit diartikan. Ini adalah hari bazar yang katanya selalu diadakan oleh ibunya setiap tahun. Sebuah acara yang konon menjadi kebanggaan istana sekaligus kesempatan bagi rakyat untuk masuk dan merasakan kemegahan kerajaan dari dekat. Ia merapikan pita di gaunnya yang lembut berwarna pastel, memastikan setiap lipatan jatuh dengan anggun. Hari ini, ia bukan hanya akan menghadiri bazar. Ia akan memainkan perannya.

Bekas tamparan Lily sebenarnya sudah lama hilang. Namun, bukan Rosela yang melewatkan kesempatan begitu saja. Dengan santai ia duduk di kursi rias, lalu menoleh kepada Riri yang berdiri setia di belakangnya.

"Buat yang ini sedikit lebih merah," ujarnya pelan sambil menunjuk pipi yang dulu sempat menerima tamparan itu.

Riri sempat terdiam, tetapi tetap menurut. Dan hasilnya tampak alami, membuatnya tersenyum puas melihat pantulannya.

Yesenia yang sejak tadi berdiri bersandar di dekat jendela hanya bisa menggeleng pelan. Ia mengamati setiap gerakan Rosela dengan tatapan takjub bercampur heran. Selama ini ia sempat khawatir, mengira Rosela terlalu lembut untuk menghadapi kerasnya intrik istana yang baru saja ia tinggali. Namun kini, melihat caranya merancang ekspresi dan memainkan peran, Yesenia mulai sadar bahwa kekhawatirannya mungkin tak beralasan.

"Kau benar-benar Serigala berbulu domba," ucapnya. Ella yang berdiri tidak jauh darinya pun mengangguk setuju. Saat ini Yesenia sudah selesai berias. Tinggal menuggu Rosela saja.

"Terima kasih atas pujianmu, aku sangat tersanjung." Balas Rosela yang menganggap perkataan Yesenia adalah pujian.


To be continue...

BACA FULL DI KARYAKARSA, LINK ADA DI BIO AKUN INI. INGAT, 1 BAB CUMA 2000 (SEHARGA UANG PARKIR)

Am I a VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang