Bab 12 : Selesai.
"Apa?" Ucap suara dari arah belakangnya membuat jantung Pauliana hampir luruh.
Pauliana membalik badan dan langsung melihat sosok Pria yang selama ini dia cintai. Cinta sepihak karena Pria itu tidak pernah mencintainya. "Y-yang mulia, a-apa yang anda lakukan disini?" Tanyanya sambil mengusap air matanya dengan punggung tangan.
Rosela dan Dietrich pun kaget melihat Raja ada disana. Jika seperti ini, berarti rencana balas dendam mereka selesai. Karena mereka tidak perlu membuat Pauliana mengakui kesalahannya karena Zander sudah mendengar langsung.
Sorot mata Zander yang selama ini dingin kepada Pauliana kini berubah menjadi kilatan kebencian. "Aku masih tidak percaya mendengar kekejamanmu itu." Ucapnya penuh penekanan.
Pupil mata Pauliana bergetar. "A-apa yang anda bicarakan? Aku tidak mengatakan apapun." Sanggahnya masih pura-pura tidak tahu.
"Kau pikir aku tuli? Aku sudah berada disini sejak pertama kali kau datang!" Bentak Zander murka. Ia pikir selama ini Daphne meninggal karena sakit, ternyata diracuni. Jika saja Zander tahu mengenai hal ini sebelumnya mungkin Ia bisa menyelamatkan Daphne. Ia sangat menyesal.
Dan jujur saja, rumor hantu Daphne juga sampai ke telinganya. Walau awalnya ia tidak percaya, namun karena rasa penasaran ia pergi sendirian malam-malam ke istana ratu, setidaknya jika hantu itu memang ada, Zander jadi bisa bertemu Daphne.
Namun ketika sampai di taman, Zander memang melihat sosok Daphne yang mengenakan gaun pengantinnya duduk di kursi taman. Air mata kerinduan menetes begitu saja. Walau hanya melihat siluet wanita itu dari kejauhan. Dan, ketika Ia hendak mendekati sosok itu, Pauliana sudah lebih dulu menghampirinya, lalu ia mendengar semuanya.
"Zander!" Teriak Pauliana dengan derai air mata.
Tidak ada rasa iba sedikit pun ketika ia melihat air mata Pauliana jatuh. "Kau yang telah membunuh Daphne!" Bentaknya lagi. Zander murka karena selama ini telah dibodohi oleh Pauliana.
"Iya! Aku yang telah membunuhnya! Kau puas? Aku melakukan itu karena kau! Kau seharusnya memilihku! Bukan dia!" Balas Pauliana nada tinggi. "Melihat kalian hidup bahagia penuh cinta membuatku iri! Karena itulah aku membunuh wanita yang kau cintai itu!" Lanjutnya.
Rosela meringis mendengar kekejaman Pauliana. Apalagi Dietrich, Rosela bisa melihat rahang Pria itu mengeras mendengarnya. Ibunya dibunuh dengan kejam seperti itu, siapa yang bisa menerimanya.
"Kau akan dihukum!"
"Terserah! Aku sudah muak! Muak melihatmu, kau bahkan tidak menganggapku ada. Tapi ingat, jangan bawa Putraku, dia tidak tahu soal ini, jika kau ikut menghukumnya lihat saja apa yang bisa aku perbuat." Ancam Pauliana, Ia tidak takut di hukum, tapi Ia tidak akan terima Putranya juga dihukum akibat kesalahnnya. Putranya yang begitu polos, dan penuh kasih sayang.
"Beraninya kau mengancamku!" Bentak Zander. Lokasi saat ini memang jauh dari istana, jika dekat mungkin semua pelayan dan pengawal terbangun mendengar suara kedua orang tua itu.
👑👑👑
Rosela menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. "Hari yang sangat melelahkan." Ucap Rosela.
"Kau benar." Balas Dietrich.
Saat ini mereka berdua berada di dalam kamar Rosela. Entah sejak kapan kamar Rosela jadi markas mereka untuk membuat rencana.
Rosela yang tadinya merebahkan badan kembali bangkit dan duduk. "Aku tidak menyangka rencana kita berjalan semulus ini. Bahkan kita tidak perlu repot-repot bilang ke Raja, malah Raja sendiri yang mendengar langsung kejahatan Ratu." Ucapnya masih tak percaya dengan takdir. Memang seperti sebuah novel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I a Villain
FantasyReinkarnasi di dunia isekai jadi tuan putri atau bangsawan? Mana enak! Jadi budak lah... Itu semua adalah hal yang dirasakan oleh Rosela. Seorang perempuan berusia 19 tahun yang hendak pulang kerumahnya malah ditabrak truk. Dan masuk kedunia novel...
