Zander tiba-tiba mengundang seluruh anggota keluarga inti untuk makan malam bersama. Meja panjang di ruang makan utama sudah dipenuhi hidangan favorit mereka seperti daging panggang, sup hangat, kentang berbumbu, dan roti lembut yang masih mengepul. Cahaya lilin membuat ruangan terlihat nyaman, tidak terlalu resmi seperti rapat kerajaan.
Benjamin dan Dietrich tentu saja menghadiri jamuan tersebut. Kebetulan mereka memang ingin menemui Zander malam ini, jadi undangan makan malam terasa seperti kesempatan yang pas. Keduanya datang hampir bersamaan. Namun, Dietrich tampak sedikit lebih lelah dari biasanya. Meski begitu, ia tetap berusaha tersenyum saat menyapa Raja dan selirnya.
Makan malam berlangsung cukup santai. Awalnya mereka berbincang ringan tentang kegiatan sehari-hari. Namun setelah hidangan utama selesai dan para pelayan keluar dari ruangan, pembicaraan mulai berubah arah.
Seperti yang sudah bisa ditebak, topiknya beralih pada politik dan beberapa masalah yang terjadi di kerajaan. Zander membahas keadaan perbatasan yang mulai kurang stabil dan beberapa bangsawan yang akhir-akhir ini terlalu berani mengambil keputusan sendiri. Benjamin ikut menanggapi dengan serius, menyampaikan pendapatnya dengan tenang dan teratur. Dietrich juga berbicara, memberikan saran yang lebih lembut dan diplomatis.
Violet dan Daunte hanya bisa menyimak ketika para laki-laki dewasa itu berbincang. Violet duduk dengan tenang, memperhatikan setiap pembicaraan meski ia tidak ikut menyela. Sementara Daunte sesekali mengangguk, berusaha memahami pembahasan yang terdengar cukup rumit. Ia masih belajar, dan semua ini seperti pelajaran tambahan di luar sekolah.
Untungnya, suasana yang sempat terasa serius itu tidak berlangsung lama. Zander kemudian mengalihkan topik pada hal yang lebih ringan-kemajuan Daunte di sekolah.
L
ANJUTANNYA SILAHKAN BACA DI KARYAKARSA (2K perbab) LINK DI BIO
To be continue...
KAMU SEDANG MEMBACA
Am I a Villain
FantasiReinkarnasi di dunia isekai jadi tuan putri atau bangsawan? Mana enak! Jadi budak lah... Itu semua adalah hal yang dirasakan oleh Rosela. Seorang perempuan berusia 19 tahun yang hendak pulang kerumahnya malah ditabrak truk. Dan masuk kedunia novel...
